Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 49


__ADS_3

10 menit indah masuk dan kini akhirnya iya keluar dengan sedikit tergesa².


"alhamdulillah ternyata bastian masih ada.. " indah bersyukur karena bastian tidak hilang atau takut ada binatang buas yg memakannya, membayangkan saja indah merinding.


"apa yg aku pikirkan, sebaiknya aku harus cepat.. " indah mengecek kembali bastian yg tak ada perubahan, masih panas dan pucat mungkin karena baju yg blm di ganti.


"bersabar lah, tadi aku jumpa sebuah pondok yg tidak jauh dari sini, seperti bisa untuk kita beristirahat, bertahan lah.. " indah perlahan mengangkat bastian tpi karena berat badan bastian yg jauh beda dengn indah membuat nya kesusah.


"hah.. hah... sebenarnya kau ini makan nasi atau batu sih... berat bngt... " gerutu indah tak sanggup tpi dia tak menyerah begitu saja, dia harus biasa membawa bastian ke pondok itu untuk beristirahat sementara.


"ayolah, kau pasti bisa indah... bismillah.. " indah mengangkat kembali tubuh bastian, beberapa kali indah terjatuh apa lagi mengingat kakinya yg masih sakit membuatnya sangat susah.


"alhamdulillah ya Allah.. "


setelah berjuang setengah jam indah berhasil membawa bastian masuk ke pondok yg tidak terlalu besar itu, yg memang sudah indah priksa sebelum klau emng tidak berpenghuni.


perlahan indah membaringkan di tempat tidur yg terbuat dari papan yang hanya di alas oleh tikar.


"aku harus mencari sesuatu untuk menutupi badan bastian, tidak mungkin hanya memakai baju basah ini.. " gumam indah menggeledah isi pondok.

__ADS_1


indah senang ternyata ada 2 selimut yg memang tidak setebal di rumahnya tapi cukup untuk menutupi dan menghangatkan tubuh mereka berdua.


sekarang indah berdiri di depan bastian yg berbaring, wajah indah kikuk sendiri langkah apa yg harus ia lakukan sekarang.


"harus kah?.. " seolah bertanya sendiri.


"emng harus.. lagian dia tidur anggap tak terjadi apa²... iya. bener.. " indah meyakinkan diri dan melangkah mendekat ke bastian.


indah pura-pura bodoh dan tak melihat bastian perlahan membuka satu persatu pakaian yg melekat di tubuh bastian hingga polos.


"aku engk nampak kok.. engk malu juga.." indah menepis pikiran kotornya, dengn pura pura santai padahal dlm hati malunya tak tertulung, untung bastian tidak sadar kalau sadar rasanya indah pengen masuk kembali di sungai deras itu.


setelah selesai melepaskan pakai bastian, indah mengobati luka bastian dengn obat obatan tradisional, dia memang sedikit tau tentang obat, setelah selesai indah menutupi tubuh bastian dengn selimut, sejenak indah melihat bastian yg masih sama setidaknya setelah ini akan membaik.


sebelum indah sudah menyalakan lampu sederhana tampa listrik yg memang ada di pondok ini, namun karena hawa dingin malam yg sangat mencekam membuat indah membuat api unggun di dalam pondok walaupun tidak besar tpi masih bisa menghangatkannya.


knp di dalam pondok?.. karena pondoknya lantai itu adalah tanah, ngertikan maksudnya tampa semen atau alas lainnya.


skip..

__ADS_1


indah telah berhasil membuat api, dia duduk dengn seluruh tubuh yg hanya di tutupi oleh selimut itu sedangkan baju dan jilbabnya sedang di jemur.


"hah... apa yg harus aku lakukan?.. " sambil melirik bastian yg masih tenang di tempat tidurnya.


"aku capek, tpi engk bisa tidur.. " jelaslah indah tidak bisa tidur tampa obatnya mana bisa.


"baiklah mungkin untuk malam ini aku engk tidur aku akan jaga pria itu aja, kesian dia udah bnyk nolong aku, walaupun nyebelin tapi ternyata dia baik juga ya.. " karna engk bisa tidur indah hanya bisa mengoceh sendiri kadang bersholawat agar tidak terlalu sunyi.


indah yg sedang asik² nya nyanyi malah di kejutkan bastian yg tiba-tiba berteriak.


"mommy, daddy.. jangan tinggalkan bastian.. "


"mom, dad.. hik.. hik.. "


indah langsung bangkit dari tempat duduk kayu, ia langsung duduk di pinggir tempat tidur yg di isi bastian yg tiba-tiba teriak bahkan sampai menangis.


"hey tenang lah.. " indah tak punya pilihan selain memeluk bastian sambil membelai wajahnya itu, untung masih ada selimut klau engk mungkin kulit mereka bersentuhan.


"mereka jahat, akan ku bunuh kalian semua... "

__ADS_1


"sutttt... tidur lah,.. tenang.. " indah duduk dengn bastian tidur di pangkuannya, yg hanya bisa indah lakukan adalah menepuk² bastian pelan, agar tidak membuat lukanya berdarah lgi.


"sebenarnya gimn kisah di masalalu mu, aku penasaran apa yg terjadi.. " gumam indah menatap lekat bastian yg sudah tenang dan sudah tidur kembali, wajah saat tidur lebih adem di lihat dari pada saat sudah membuka mata, apalagi melihat musuh.. hih.. seram.. batin indah.


__ADS_2