
"semoga mereka ada di sana.. " bastian melaju dengn kecepatan tinggi menuju sebuah vila punya dirinya yg memang sangat jauh dari mansionnya.
hati bastian gelisah saat mengetahui buk jum yg menghianati nya, apa lagi mengingat buk jum tau semua tentang keluarganya termasuk lorong rahasia itu.
"akhhhh!!.. aku tak akan melepaskan siapa pun yg telah berhianat padaku!.. " tekat bastian memukul stir, dia marah bahkan sangat marah.
beberapa jam bastian sampai di vila yg berada jauh dari perkotaan maupun penduduk bisa di bilng hanya satu vila mewah di hutan itu, itu merupakan vila bastian yg bastian dirikan saat masih umur 17 thn, vila itu merupakan tempat bastian beristirahat tenang tampa ada paksaan dari daddy nya yg keras padanya saat itu.
hari sudah gelap, bastian dan ketiga orng kepercayaan nya turun dari mobil, bastian langsung berlari di ikuti mereka bertiga.
brakkk...
pintu bastian tendang, dan langsung terbuka lebar, bastian melihat sekeliling yg sangat sunyi, memang bersih karena bastian memperkerjakan orng untuk membersihkannya tpi saat sore mereka pulang.
"sayang!!.. " bastian berlari ke lantai atas, sedangkan yg lain berpencar di lantai bawah.
"sayang!!... " lagi² bastian memanggil indah namun tak ada sautan yg hanya kesunyian menyelimuti suasana dingin.
bastian mengepalkan tangannya, emosinya kembali naik, saat melihat suasana vila seperti tak ada penghuninya, apa lgi saat merasakan kamar yg harusnya indah tempati saat ini yg masih dingin dan rapi.
"sial!!... akhhhh!!... " bastian menarik rambut nya frustasi.
"kemana kamu sayang!.. " bastian sangat khawatir sekarang, dia buru² ke lantai bawah dan menemukan mereka bertiga yg sudah berkumpul.
"seperti mereka blm sampai di sini, kemungkinan... " tom tak lagi berniat melanjutkan saat bastian sudah keluar dari vila dengn wajah yg seram.
__ADS_1
"aku yakin ini semua karena pria tua itu.." gumam tom yg di dengar bayu dan erick.
"tidak sadar diri!!.. batin keduanya, dengn santainya tom mengatakan tua padahal dia juga tua, tpi karena takut tom akan marah membuat mereka hanya mengatakan dalam hati.
" ayo cepat ikuti king pemarah kalian itu... "pria itu berlari menyusul bastian, dan di ikuti keduanya.
.
" knp bisa begini?.. "kaget tom begitu juga dengn bayu dan erick tpi tidak dengn bastian yg sudah mengeraskan rahangnya.
" mana senternya!.. "pinta bastian dingin.
" i.. ini,... "erick takut melihat wajah bastian sungguh tak enak di pandang, apalgi saat melihat anak buahnya yg memang ia perintahkan berada di pinggir jalan sepi ini untuk menjemput indah dan kedua wanita kepercayaannya, tpi siapa sangka saat ia baru sampai di sini sudah di sunguh dengn mayat yg tak untuh badan nya, bastian tau ulah siapa ini.
hari yg dingin dan mencekam, hanya binatang² malam yg terdengar di hutan belantara itu.
"tembakan!.. " gumam bayu melihat teliti jasat rio yg kaku dengn penuh darah kering tpi mereka sangat mengenali klau ini merupakan kaki tangan crisvo, paman bastian.
"mungkin kedua orng bastian yg membunuh nya.. " ucapan erick di angguki bayu dan tom karena sangat tau gimana kemampuan kedua wanita itu.
mereka bertiga yg sibuk pada jasat rio sedangkan bastian melihat sekitar yg benar-benar tak ada apa² lagi selain jasat rio, tpi saat melihat sesuatu yg bastian kenal di dekat pohon besar itu yg dekat jasat rio.
bastian mendekati benda itu dan mengambilnya, dia menggenggam erat beda itu.
mereka tak berani berbicara hanya bisa melirik satu sama lain.
__ADS_1
"semoga nyonya tidak papa!.. " ujar bayu saat bastian pergi.
"benar, aku kesian pada king.. apalgi menemukan cadar nyonya di dekat mayat rio sudah di pastikan sebelumnya nyonya pasti berhadapan dengn pria biadab itu... " sahut erick kesal.
"kita do'ain yg terbaik saja, ayok.. kita jalan.. sebelum kena amuk sama singa kehilangan kekasihnya... " ujar tom langsung mengikuti bastian menuju tempat pintu arah ke luar lorong.
.
"kok bisa gini!!... " pekik mereka terkejut, tak bisa di bohongi klau mereka terkejut.
bagaimana tidak terkejut, hampir mencapai ratusan pria berbaju hitam tergeletak tak bernyawa di sekitar pintu keluar lorong itu.
"di mana risa,cici dan nyonya!..cepat cari!." mereka mencari keberadaan mereka hingga mereka menemukan risa dan cici yg tampak parah tergeletak tidak jauh di sana.
"apakah masih hidup?.. " ujar tom.
"masih, hanya kehabisan darah! dan pastinya sangat kelelahan..." ujar bayu yg mengecek keadaan keduanya yg lemah.
sedangkan bastian semakin khawatir indah yg tak terlihat sama sekali, ada pertanyaan di benak bastian yg sedikit tak masuk akal baginya.
"klau indah lari dan bertemu dengan rio!.. jadi siapa yg membunuh rio sedangkan risa dan cici di sini?.. "
jawaban itu sama sekali tak terjawab, bastian berlari mencari indah yg mana tau terselip di antara pepohonan itu, tpi dlm hati bastian semoga indah selamat dan tak terjadi sesuatu yg membuat nya akan menyesal telah meminta indah pergi tadinya.
"sayang, tolong jangan buat aku semakin khawatir, kamu di mana... " batin bastian dengn menggenggam erat cadar hitam indah.
__ADS_1
"kalian urus semua ini!!!.. " perintah bastian langsung pergi sendiri hanya menggunakan senter agar terang di malam penuh kesepian, seperti bastian yg sangat kesepian, galau, marah, khawatir, merasa bersalah, bercampur aduk, hingga tak bisa di definisi kan gimn perasaan nya saat ini.