Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 90


__ADS_3

keesokan harinya,di Jakarta.


"kami pamit ya,cucu² Oma..."Oma memeluk Bastian lalu beralih dengn indah.


"jaga istri dan anakmu,.."lanjut Oma lagi.


"baik Oma.."jawab Bastian.


"apa Oma dan opa beneran mau pulang?.."ada raut sedih indah menanyakan itu,karena blm kurung satu hari,Oma dan opa pulang kembali ke Italia, padahal indah mau ngajak keduanya ke Bandung berjumpa keluarga nya.


"iya,maaf engk bisa ikut ke Bandung!. "ujar opa dengn menepuk pelan kepala indah.


"engk papa opa,indah doain semoga sampai dengn selamat..."balas indah dengn tersenyum.


"makasih sayang!.."Oma dan opa tersenyum,dengn bejalan ke bandara dengn melambai² kan tangannya.


"kalian pulanglah,jaga Oma dan opa!.."ujar Bastian tiba² membuat Karen dan bayu kaget.


"tapi?.."


"tenanglah,kami akan di kawal,aku mau kalian menemani orang tua mommy sampai ke mansion miliknya..."potong cepat Bastian sebelum Bayu menyelesaikan ucapannya.


"huh,baiklah.."ujar Bayu pasrah,tpi yakin lah Bayu tak akan bisa jauh² dengn Bastian bukan karena ada masalah melainkan soal pekerjaan.

__ADS_1


sebelum Bayu dan Karen masuk ke pesawat ada sesuatu yg ingin Bayu katakan, Karena memang Oma dan opa meminta memakai pesawat umum,ya terpaksa Bastian menurutinya, sedangkan tiket Bayu dan karen sudah Bastian siapkan sebelumnya.


kini Bastian dan Bayu berdiri sedikit jauh dari kedua wanita mereka.


"ada apa?.."tanya Bastian memulai pembicaraan.


"bagaimana dengn dia?.."tanya Bayu menatap Bastian serius.


"gimana kondisinya?.."bukan menjawab malah balik bertanya.


"bisa di bilang gila,dia asik berteriak 'bukan aku!,aku bukan pembunuh.. bukan'..ya seperti itu lh, seperti biasa ruang gelap kita tak pernah gagal dalm melakukan tindakan.."jelas Bayu menceritakan apa yg terjadi.


"aku ingin menghilangkan sifat burukku yg suka membunuh dan menyiksa ini,jadi masukkan saja dia kepenjara,dan beri juga semua bukti kalau dia yg membunuh orang tua ku, beberapa tahun silam,aku mau dia seumur hidup berada dalam sel itu..."ujar Bastian dengn datar.


"baiklah.."


tidak jauh dari dua pria itu,kedua wanita itu tampak sedang berbicara juga.


"mereka lagi bicarain apa sih?..knp sampai jauh² gitu dari kita?.."indah menatap kedua pria itu dengn bertanya pada Karen yg hanya tersenyum.


"biasalah, pekerjaan.."ujar karen yg sebenarnya tau,tpi mencoba menutupi dari indah.


"oh.."indah mengangguk dengn ber oh ria.

__ADS_1


tak lama terlihat kedua pria itu mendekati mereka.


"baiklah sepertinya, penerbangan sebentar lagi..kami pamit.."ujar Bayu dengn menundukkan sedikit badannya.


"hati² di jalan.."ujar indah yg kini memeluk lengan Bastian dengn tersenyum menatap mereka berdua.


"terimakasih.."ujar Karen yg kini sudah ingin pergi begitu pun dengan Bayu,mereka beriringan menuju pesawat.


sesekali Karen membalikan badannya melihat indah yg melambai² kan tangannya,tentu Karen akan membalas.


"sampai jumpa nyonya muda!!..."teriak Karen dari kejauhan dengn tawa kecilnya saat melihat indah menekuk wajahnya.


"karen anaknya Bambang sugono!!.."teriak keras indah dengn asal,karena sungguh kesel pada Karen, apalagi terdengar dari kejauhan Karen tertawa terbahak-bahak setelah iya mengatakan itu, bukan kesel tpi seperti menertawakan indah saat itu juga.


"Abi!!.."rengek indah kesel bukan main dengn Karen yg lama kelamaan sudah menghilangkan dari pandangan mereka.


"knp?..apa perlu kita samperin dia!..biar Abi kasih pelajaran.."


bukannya seneng tpi indah semakin cemberut,bukan ucapan Bastian tpi tingkah Bastian yg seperti ingin menertawakannya juga.


"sudahlah ayok,masuk!.."Bastian menuntun indah untuk masuk mobil karena hari ini mereka akan pergi ke Bandung yg memang mereka tak memberitahu kedatangan mereka.


indah menurut tak mempermasalahkan tadi,tpi Tampa indah sadari diam² Bastian mengulum senyum saat itu.

__ADS_1


bodyguard lebih tepatnya mantan anak buah Bastian melihat tingkah mantan bos nya itu hanya bisa senang dalam hati,setelah itu mereka kembali' mengikuti mobil tuannya kemanapun mereka berada.


__ADS_2