
"siang king!.. " dila membungkuk hormat pada bastian yg berwajah dingin dan di samping nya bayu yg juga sama seperti bastian.
"katakan?.. " singkat bastian dingin tak ingin basa basi.
"maaf king sebelum karena lancang bertemu dengn anda secara langsung, saya di sini hanya ingin meminta izin.. "
"izin apa?.. " bastian menaikan salah satu alisnya penasaran, sama seperti bayu.
"izin untuk keluar, untuk membeli sesuatu yg di minta queen.. " ujar dila yg sebenarnya tak enak hati pada indah, tpi mau gimn lagi mereka di sini bukan seenak jidatnya keluar masuk markas ini.
"barang seperti apa yg di suruh istri ku?.. " seolah sangat penasaran, apakah sesuatu kurang di markas ini.
"hm, sebenarnya ini rahasia king.....tapi saya tau klau kami semua yg berada di bawah anda tidak akan adanya rahasia²an.. "dila mengatakan itu dengn cepat karena melihat wajah bastian yg sudah tak bersahabat.
" jangan bertele-tele, katakan sebenarnya... "suara bastian yg masuk di pendengar dila sungguh seperti suara malaikat maut saja.
glek...
" i..ini king.. king bisa baca sendiri yg di buat oleh queen tadi... "dila tak sanggup mengatakan sesungguhnya hanya bisa menyodorkan kertas yg langsung di ambil bastian.
mata bastian membulat tak percaya, bayu melihat ekspresi bastian yg berubah hanya bisa penasaran dalam hati, emng apa yg tertulis di kertas itu?.
" belikan sesuai keinginan nya, tpi jangan berikan benda itu padanya, berikan adaku biar aku sendiri yg memberikannya... dan kalian berdua boleh keluar... "mereka berdua mengangguk karena merasa sudah di usir mau tak mau mereka pergi dari sana meninggalkan bastian duduk dengn pandangan jauh.
" jadi dia tidak bisa tidur bukan karena tempatnya tidak bagus melainkan.... huft.. kau telah membohongi ku sayang.. kau benar-benar harus di berikan hukuman... "
"sebenarnya knp indah menggunakan obat penenang, sebernarnya kejadian apa yg membuat nya seperti ini... "
"akhhhhh... " bastian mengacak rambutnya frustasi, bener² blm tau semua tentang kehidupan indah sesungguhnya.
.
"dila knp lama bngt sih... " indah merengut kesel, karena sudah 1 jam lebih namun dia blm juga memperlihatkan batang hidungnya.
badan indah sudah lemas dan pusing yg melanda nya kali ini, dia sungguh butuh obat itu agar bisa tidur klau tidak dia bener² tidur yg lebih jelas pingsan.
indah hanya tidur di kasur itu meringkuk mencoba memejamkan mata, tpi dia bener² tidak bisa, merasa bayang² kejadian yg membuat trauma apalagi kejadian selama sungguh menguncang jiwa dan raga.
__ADS_1
clek...
"dil.. "
glek..
"knp dia cepat sekali kembalinya, dila juga entah kemana.. "indah membatin kesel saat yg masuk bukan lah dila malah bastian yg sengaja indah doa² kan dari tadi semoga tidak masuk dulu ke kamar karena dia blm mendapatkan obat itu.
" knp tidak tidur?.. bukanya semalam tidak bisa tidur... "pertanyaan bastian lolos membuat indah cemas.
" hehe.. engk ada aku cuman klau di fikir² nanggung bentar lagi udah mau malam, jadi engk perlu tidur.. "alasan indah benar-benar tidak masuk akal tapi hanya itu yg dapat indah fikirkan sekarang.
" bukankah ini masih jam 1 ?.. sangat cocok untuk tidur siang kn?.. "bastian mendekati kasur indah yg sudah duduk saat ia datang.
" emm.. ehem.., jangan sentuh².. "indah sedikit menghindar agar bastian tak menyentuh kepala nya tpi bukan bastian namanya kalau sekali di larang langsung nurut.
" apa yg kau lakukan... lepas.. "indah sinyal kaget tiba-tiba bastian memeluknya erat dan indah seperti tak bernafas mendengar ucapan bastian.
" ini pesanan mu?.. "ujar lembut bastian yg sama sekali tak melepaskan indah malah mengeluarkan botol kecil yg di dlmnya terdapat bnyk pil.
glek...
" bu.. bukan... mungkin salah kirim.. "indah mencoba membodohi bastian dan mencari celah agar lepas dari kamar ini.
" benarkah?.. "sekarang nada bicara bastian sudah dingin membuat udara sekitar langsung berubah drastis.
indah hanya bisa menelan salivanya berkali² karena bingung, harus gimana.
" huam.. bastian aku ngantuk, boleh kah aku tidur, kepala ku juga pusing.. "indah yg mencoba mencari alasan lgi tpi berhasil membuat bastian khwatir.
" badan mu anget.. "setelah mengecek suhu indah seperti sudah mau demam.
" eh.. aku engk papa kok, nanti di bawa tidur juga sembuh.. "indah yg tak peduli dengn bastian langsung berbaring dengn selimut menutupi seluruh tubuhnya.
hah..
bastian menghela nafas, karena indah sama sekalian tak ingin jujur dengannya, bastian pun ikut berbaring dengn memeluk indah yg kini membelakangi nya.
__ADS_1
" ap.. "
"tidur lh.. " bastian menghiraukan indah yg kaget karena ia peluk dari belakang.
"gimn caranya?.. " indah gelisah sendiri apalgi bastian yg sangat dekat dengnnya.
"pejamkan matamu sayang, aku tau kau bisa tidur tampa obat itu... " bisik bastian dekat telinga indah, sungguh bagaikan hantu membuat buku kuduk indah berdiri.
indah yg merasa tidak bisa tidur pun memberontak dari dekapan bastian dan langsung duduk.
"mana obat tadi?.. " indah tak punya pilihan selain meminta obat yg di pegang bastian, toh bastian juga udah tau klau dia tidak akan bisa tidur tampa obat itu.
bastian tersenyum tipis dan ikut duduk.
"tadi tak mau mengakuinya sekarang malah... "
"berikan padaku bastian.. " sekali lagi indah meminta pada bastian sambil memijit pelipisnya yg pusing.
"aku tak akan memberikan nya, kau harus lepas dari obat sialan ini.. " bastian kekeh pada pendiriannya tak ingin memberikan obat itu.
"tpi aku butuh " suara indah sudah lemah sekarang.
"sini lah tidur, tpi tidak dengn obat ini.. " indah terpaksa tidur kembali dengn tatapan sedih.
"tidur lah.. aku tau kamu bisa indah.. " bastian mengelus pelan kepala indah yg memejamkan matanya yg sudah seperti panda.
tak lama kemudian, bastian mendengar suara nafas yg teratur menandakan indah sudah tertidur.
kedua sudut bibir bastian tertarik keatas mendakan iya tersenyum lebar.
"kamu bisa sayang... kamu bisa, aku akan menghilang traumamu yg masih blm aku tau apa itu..., maaf yg masih blm bisa jadi suami yg terbaik bagiku dan malah membawamu ke dunia ku yg penuh bahaya ini... " bastian menatap sendu indah apalgi mengingat indah blm tau dia seorang mafia, entah apa yg terjadi bila indah mengetahui itu, apakah di membenci nya?, atau malah pergi dlm hidup nya?.. pertanyaan itu hanya bastian jawab dengn keyakinan penuh bahwa iya akan selalu mengurung indah dalam kehidupan nya, tidak akan iya biarkan indah pergi begitu saja.
melihat indah sudah tidur membuatnya ikut berbaring dengn memeluk indah yg memejamkan mata dengn damai.
cup..
"selamat tidur sayang... " bastian tersenyum lalu ikut memejamkan matanya menemui indah di dunia mimpi.
__ADS_1