
dimalam yg tampak sudah sunyi hanya beberapa penjaga yg masih menjaga di malam ini dengan tatapan waspada,tpi berbeda dengan 2 pria dan 2 wanita yg berada di taman itu,malah asik berpesta minuman dengan santai².
"kita sebentar lagi akan pisah,sebaiknya kita bersenang-senang.."ujar Cici dengan sebuah minuman di tangannya,dan mereka bersulang bersama.
"Hem,benar, kalian setelah keluar dari sini,kalian mau kemana?.."tanya Bayu dengan meminum minumannya.
"kalau aku sih pulang ke kampung,hidup bersama orang tuaku di sana.."ujar Cici yg memakan kue.
"kalau kau rick?.."
"nikah mungkin.."jawab Erick malah mendapat sebuah tawa Cici.
"hahaha..heh!,siapa yg mau dengan pria psikopat seperti mu yg tak ada bedanya dengan tuan Bastian..."ucap Cici remeh dengan menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.
"ada!.."singkat Erick dengan santai.
"siapa?.."kompak Bayu dan Cici barengan.
"Lo.."Erick menunjuk pada Cici.
"ha!!.."kini bukan hanya kedua orang itu yg terkejut tpi risa yg tak ingin terlibat pembicaraan mereka pun kini malah terbatuk batuk.
"ada apa dengan mu Risa?.."tanya Bayu melihat Risa si wanita dingin dan tak peduli sekitar kini malah terkejut Bahkan sampai terbatuk-batuk.
"hanya terkejut!.."datar risa.
"jadi mau gk?.."tanya Erick.
"maksudmu apa sih Rick..."kesel Cici,
"engk mungkin kan Erick melamarnya seperti ini, ya ampun engk ada romantis²nya sama sekali.."batin Cici.
"mau gk jadi pendamping hidupku?.."
lagi² pria yg suka pada jeritan kesakitan manusia ini,menyatakan cinta dengan keadaan yg benar-benar tak cocok,memang tak tau cara buat romantis.
"kau serius?.."bukan menjawab pertanyaan Erick,Cici malah bertanya balik.
__ADS_1
satu hal lagi,tindakan Erick di luar logika mereka, bahkan Risa dan Bayu di buat saling pandang dan akhirnya mereka menutup mata,agar tak melihat aksi Erick sungguh di luar prediksi mereka.
Cici,jangan di tanya dia yg tadi bertanya dengan nada serius kini malah kaku tiba² Rick berdiri dan langsung menarik tengkuknya,dan..dan, mencium bibirnya.
"apakah seperti ini agar kau percaya aku serius?.."Erick melepaskan pungutannya,dan kembali duduk di samping Bayu Tampa merasa malu apa yg dia lakukan tadi,memang duduk mereka berhadapan,Bayu berhadapan dengan risa sedangkan Erick dengan Cici.
"kau gila..."Cici langsung tersadar saat Erick sudah menjauh,dia begitu shok dengan kelakuan teman kerjanya ini.
"katakan saja mau atau tidak,kalau iya... ayok kita pulang ke rumah orang tua mu,kita akan menikah..."Erick sangat serius mengatakan itu,tak ada kata main² atau ragu dlm ucapannya.
"terima aja, mungkin dia jodoh mu,lagi pula kita sudah kenal siapa Erick yg sebelas dua belas dengan mu,pecinta darah manusia..."risa mengucapkan kata panjang kali ini.
"iya benar, mungkin kalian emang jodoh,banyak kesamaan dari kalian,termasuk suka menyiksa orang..."Bayu blak-blakan bicara depan mereka.
Cici menatap Erick serius saat tak menemukan sebuah kebohongan di matanya,Cici pun mengangguk.
"Oky aku terima..."ucap Cici.
lagi² mereka di buat tercengang karena tiba-tiba Erick melompat² kesenangan,dan yg berakhir memeluk Cici erat.
"makasih2..."ucap Erick.
risa dan Bayu Hanya bisa menatap mereka dengan perasaan entah lah.
"kita seperti obat nyamuk.."ujar Bayu Melihat kelakuan mereka, seperti sepasang kekasih yg tak ada akur² nya.
"Hem.."Risa meninggalkan tempat itu,menuju kamarnya,karena Bayu tak ingin mengganggu kesenangan kedua sepasang yg baru jadian itu,iya pun pergi ke kamarnya.
kamar Risa.
Risa kini berada di kasurnya,dengan pandangan ke langit² kamar.
Risa ingat perkataan Bayu tadi,setelah pergi dari sini,kalian mau kemana?.
"aku mau kemana?.."Risa seolah bertanya pada diri sendiri,dia bingung setelah ini dia mau kemana,dia tak punya keluarga karena dia merupakan anak yatim piatu yg dulu nya tinggal di panti asuhan,dengan bnyk rintangan hingga dia menjadi salah satu pengikut Bastian.
"hanya ingin bahagia dengan keluarga kecil..."senyuman tipis dengan wajah pasrah menerima keadaan hidupnya,lalu memejamkan mata dan tertidur.
__ADS_1
kamar Bayu...
"Sial,mereka benar² ya membuat jiwa jomblo ku meronta²..."gerutu Bayu lagi ² melihat pemandangan Erick dan Cici bermesraan²an,tpi kadang seperti kucing dan anjing.
Ting...
suara notifikasi masuk di ponsel Bayu,Bayu tidur di kasurnya dengan membuka hpnya.
blm membuka pesannya tpi Bayu sudah tersenyum dulu.
kelinci kecil
Bayu membuka WhatsApp yg tertera kelinci kecil.
"selamat malam rubah jantan,lagi apa?..apa udah makan?.."pesan sederhana tpi bisa membuat pria keras itu langsung luluh dengan kata-kata sederhana.
dengan tersenyum Bayu membalas.
"malam juga kelinci kecil,lagi rebahan,udah makan kok... kalau kamu lagi ngapain,udah makan?.."
Ting..
baru beberapa detik pesan di kirim kini pesan langsung masuk lagi.
"oh gitu,kalau aku lagi tiduran juga nih,kalau makan sih udh tadi.."
"yaudah tidur gih,ini udh malam.."Pesan Bayu.
"siap rubah jantan, selamat malam..."pesan kelinci kecil.
"malam.."bukan cht tpi gumam Bayu,dengan tersenyum-senyum sendiri.
"padahal baru beberapa Minggu ini aku dengnnya tpi terasa sangat nyaman..."gumam Bayu dengan menatap langit² kamar.
"Karen..."ucap Bayu,sontak merasa malu sendiri karena merasa dirinya benar² jatuh cinta pada wanita kariawan tuannya sendiri.
di sisi lain,kamar Karen.
__ADS_1
"akhhhhh..."jerit Karen kesenangan,Bahakan jingkrak-jingkrak di atas kasur dengan mencium hpnya berkali².
"yes..yes, seperti nya pria itu tak sedingin sebelum nya, akhirnya kau akan mendapatkan nya Karen, bersabar sebentar lagi..."dengan senyuman mengambang di bibirnya dan memeluk hpnya dengan sayang,lalu memposisikan diri di kasur,dan tertidur dengan tersenyum di bibir manisnya.