
"ya Allah benarkah dia jodoh ku maka permudahkan jalan kami hingga menuju pernikahan yg bahagia tpi bila dia bukan jodohku yg sesungguhnya, ku mohon padamu ya Allah jauhkan hamba mu ini sejauh-jauhnya pada dirinya, dan semoga apa yg hamba pilih ini merupakan jalan yg benar, hamba tau dia bukan orng yg hamba idam idamkan dari dulu tpi hamba yakin semua ini engkau lakukan pasti demi kebaikan hamba mu ini yallah... "
indah berdoa dengn khusyuk bahkan meneteskan air matanya karna berharap apa yg ia lakukan ini tidak salah.
setelah sholat subuh dan berdoa indah pun kini duduk di meja hias sambil memperhatikan matanya bengkak.
"ya ampun sampek segininya kah?.. " seolah tak percaya pada dirinya.
"gimn cara ngilanginnya?.. ah.. tpi nanti hilang sendirinya tuh.
indah berbicara sendiri tpi tiba-tiba berhenti karna mengingat sesuatu.
" eh.. mana ponsel ku!.. "indah bergegas mencari ponsel yg entah mana ia buat.
" mana sih!.. "indah kesel sendiri karena tidak jumpa dengn ponselnya, lalu teringat dia terakhir meletakkannya di tas.
" oh ya.. tas mana tas.. "indah kelabakan pencari benda itu entah apa yg membuatnya tergesa-gesa seperti itu.
indah mengmbil tasnya lalu membongkar isi tasnya ke tempat tidur dan mata indah berbinar saat benda yg ia cari ketemu.
" akhirnya.. "lalu membuka aplikasi Wahtsapp dan terdapat 1 pesan dari umi, dengn tergesa-gesa indah membuka nya.
" hati² di jalan, umi dan yang lain menunggu indah dan bastian di sini, klau masalah pernikahan kalian itu akan kita bahas bila kalian sudah sampai di bandung, umi hanya bilang hati² dan yakin kan apa dirimu apakah jalan ini benar karna kita semua tau bastian itu orng nya gimna tpi umi yakin dia orng baik walaupun kita engk tau latar belakang nya, nanti kita akan bahas itu di bandung, kami disini akan memberikan yg terbaik untukmu dah, umi dan abi engk mau nanti nya kamu akan tersiksa bila sudah menikah dan juga engk mau kecewakan orang tua kandung mu indah... umi hanya bisa bilng sekali lagi yakin kan hati indah yg terdalam apakah jalan ini benar atau engk, klau indah di paksa dengn nya atau dia berbuat kasar bilang saja sama umi dan abi kami pasti membala mu nak, ingat kami ini orang tua sambung mu dari kecil jadi umi mohon terbuka lah setiap ada masalah walaupun sekecil apapun, mungkin cuman itu nasehat umi, hati² di jalan.... assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. "
indah membaca balasan umi dengn derai air mata yg deras.
"WA.. waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh umi... "
hiks..
__ADS_1
hiks..
hiks..
"ternyata bnyk yg sayang padamu dah, umi abi indah sayang bngt sama kalian Terima kasih sudah mau membesarkan indah seperti anak kandung kalian sendiri, Terima kasih bnyk.. " indah membatin dengn haru, ini hanya sebuah chattan.. gimn klau tatap muka, sudah di pastikan indah akan menagis dan meraung² di depan mereka.
"indah tau abi dan umi baik sama indah, tpi indah yakin ini lah yg terbaik bagi indah.. entah knp indah merasa klau bastian tulus dengn indah walaupun dia masih belum terbuka tentang kehidupannya, tpi indah yakin seyakinnya cerita di balik ini semua pasti ada terselip kebahagiaan yg begitu besar untuk indah, dan setelah itu umi dan abi engk udah khwatir kan indah lagi sudah cukup selama ini indah selalu menyusahkan kali... umi abi indah sayang bangt sama kalian, l love you.. "
.
"ayok... " tampa menunggu jawaban indah langsung masuk meninggalkan bastian yg tanda tanya.
"cepat tuan, nanti kita lama sampai nya,.. " ucapan indah membuat bastian tersadar lalu masuk ke dalam dan lalu jalan menuju bandung tak lupa beberapa mobil anak buah bastian yg selalu mengikuti mereka.
"knp pakai kacamata?.. " pertanyaan itu yg dari tdi timbul di benak bastian dengn wajah menyerngit heran.
ada rasa tidak kepercayaan bastian lalu meminta indah untuk mencoba memperlihatkannya klau benar mata indah merah dia akan menuju kerumah sakit terlebih dahulu baru ke Bandung.
"sini aku liat.. " bastian yg mencoba untuk membuka kacamata indah namun indah menipis tangan bastian.
"engk perlu tuan, saya takut anda nanti akan jijik.. " indah se berusaha mungkin agar tidak memperlihatkan mata bengkak nya karena terlalu lama menangis membuat matanya membengkak.
bastian tak menghiraukan indah yg kini menolak dia terus berusaha agar mencopot kacamata itu.
"dapat.. " saat kacamata itu sudah di tangannya tpi indah dengn cepat menutup nya dengn kedua telapak tangannya.
"buka sayang.. "
"engk mau.. " tolak indah menggelengkan kepala nya dengn tubuh yg sengaja menjauh dari bastian.
__ADS_1
"indah.. " suara bastian yg sudah berbeda membuat indah takut.
bastian mendekati tubuh nya dengan tubuh indah yg sudah mentok di sudut, perlahan bastian mengambil kedua tangan indah dari wajahnya dengn satu tangan lagi tersender di kaca pintu sebagai penahan tubuh nya agar tidak menimpa indah.
indah yg sudah sekuat mungkin menahan agar bastian tidak memperlihatkan gimn matanya ini tpi sia² dengn tenaga bastian yg berkali-kali lipat darinya.
indah hanya memejamkan matanya tak ingin melihat bastian yg sungguh dekat dengn dirinya.
"kau menangis?.. " wajah bastian mengelap dengn perlahan membelai kedua mata indah dengn lembut.
"siapa yg membuat calon istri ku menangis... " dalam hati bastian sungguh ingin sekali dia menguliti orng yg telah membuat indah menangis hingga bengkak seperti ini.
indah perlahan membuka matanya dan memperlihatkan bastian sudah duduk di tempat semula dengn aura yg berbeda.
"siapa yg membuat mu menangis?.. " tekan bastian seperti menahan sesuatu agar tidak meledak.
"eh aku menangis sendiri tidak ada orng lain yg membuat ku menangis.. " jujur indah memang itu nyatanya dia menangis bukan karna di ganggu atau semacam nya di karena terharu aja membaca nasehat umi hingga tampa sadar di menagis terlalu lama.
bastian yg mendengar itu sedikit lega tpi dia tidak akan melewati kejadian seperti ini, dia ingin tau knp indah seperti ini , tampa sepengetahuan indah bastian mengcht anak buah nya agar merentas CCTV di kamar indah.
"hem.. baiklah, klau ada sesuatu katakan padaku.. " ujar bastian lembut dengn mengelus kepala indah pelan entah knp di suka sekali mengelus kepala indah ini, seperti akan menjadi hobi barunya.
indah mengangguk paham dan sengaja membiarkan kepalanya di helus bastian, entah knp indah merasa tenang.
bayu yg dari tadi diam dan memperlihatkan apa yg terjadi di belakangnya hnya hanya bisa membatin dengn ketidak percayaan.
"bos sudah mulai bucinnnn!!... " jerit bayu dalam hati, karna melihat pemandangan di belakang membuat jiwa jomblonya meronta² minta keluar.
(wkwkw, mau keluar kmn tuh.. 🤣)
__ADS_1