Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 79


__ADS_3

"bi!.."indah menyentuh tangan Bastian.


"Hem,apa umi sayang.."ucap Bastian dengan sedikit tersentak karena asik termenung.


"Abi engk papakan.."indah khawatir dengan Bastian yg lebih banyak melamun setelah keluar dari rumah Anggara.


"engkpapa.."dengan tersenyum manis,lalu melirik kedepan,Bayu yg melihat itu langsung memasang penutup antara bangku depan dan belakang mobil menggunakan alat.


"jangan ter...hammhh.."


indah melotot terkejut tiba² Bastian membuka cadarnya dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir indah,tidak hanya menempel tpi menyesap seperti kehausan.


indah nya mengikuti walaupun tak pintar,dia melirik kedepan,yg ternyata Bastian sudah memerintahkan Bayu untuk menutup antara mereka,hal itu membuat indah sedikit tidak terlalu malu,tpi tetap malu juga karena Bayu dan Erick pasti tau apa yg mereka lakukan saat ini.


indah memukul bahu Bastian , Bastian pun langsung melepaskan pungutannya sambil mengelap sisanya di bibir manis indah dengan jari jempol nya.


cup..


Bastian mencium indah hanya sekilas,karena tau indah yg kehabisan oksigen.


setelah tenang, Bastian memeluk indah dalam dekapannya.


"makasih!!.."


"ha!..untuk apa?.."tanya indah heran karena tiba-tiba Bastian mengucapkan terima kasih.


"semuanya!.."


indah tak mempermasalahkan itu tpi malah bertanya soal Julia, mommy nya Bastian.

__ADS_1


"Abi?.."


"Hem.."dehem Bastian karena dia hanya fokus pada aroma tubuh indah,yah karena dia sedang ada di leher indah,bahkan mengendus² seperti mahluk penghisap darah.


"Abi ih..jangan gitu,umi mau nnyk,.."indah kegelian melihat tingkah Bastian yg tak tau tempat padahal di depan nya ada Bayu dan Erick yg pura² tak tau apa yg mereka lakukan.


tpi sangat memalukan bagi indah,beda cerita dengan Bastian yg seperti memang tak punya urat malu.


"apa mi!.."ujar Bastian kini sudah merubah posisinya,yg sedang menyenderkan kepalanya di dua bukit indah,sedangkan indah sesekali mengelus kepala Bastian,beda dengan Bastian tangannya yg dari tadi mengelus perut indah.


"hmm,bisa di bilang mending mommy hanya berjumpa dengan opa Oma sekali ya bi?.."indah bertanya hati² takut Bastian tersinggung.


"Hem,begitulah sayang!.."


"tpi umi engk nyangka ternyata orang tua mom Julia adalah opa Oma Dimas bi.. berarti bisa di bilang dia dimas adex sepupu Abi kan?.."


indah yg tampa sadar membahas Dimas membuat cemburu akut Bastian kumat.


"bi!.."indah menggeliat mencoba lepas,dia masih tau tempat untuk tidak berlebihan.


"aku cemburu!.."Bastian menghentikan aksinya,dengan wajah cemberut sambil mendongak ke wajah indah.


"oh,jadi ceritanya Abi cemburu nih.."goda indah tersenyum dengan menaik turun kan alisnya.


Bastian yg kesel pun,Tampa peduli langsung mencium bibir indah yg semakin lama di pandang, semakin menggoda.


"Abi!!..haphh"


di depan Erick dan Bayu hanya merutuki nasibnya yg blm punya pasangan.

__ADS_1


"gini amat nasib kita.."risih Bayu, mendengar suara di belakang ,bukan tak suka tpi dia iri cuy.


"hah,rasanya aku mau pulang dan minta di nikahin sekarang juga.."Erick yg tak kalah iri dari Bayu.


"di tunggu bro undangannya..."canda Bayu.


"sialan kau!!..."gerutu Erick yg hanya becanda ,dan berakhir tertawa receh mereka,di belakang mesra mesraan sedangkan di depan bagaikan bodyguard gila karena melakukan aneh mereka.


.


seorang pria duduk di atas balkon dengan tatapan jauh keluar.


"menyerah lah den,Aden tidak akan bisa menandingi Aden Bastian!.."


suara seorang wanita membuyarkan lamunan Dimas.


"buk Jum,ngapain disini?.."saat buk Jum datang dengan kursi roda.


"maaf den,hanya sekedar lewat ,ibuk engk sengaja liat pintu kamar terbuka,jadi ibuk masuk mau liat keadaan den dimas!.."jelas buk jum dan di angguki paham Dimas.


buk Jum engk ikut pulang karena kondisi masih blm stabil,tpi nanti akan di jemput bila sudah kering lukanya.


"ibuk tau kamu menyukai nak indah kn?.."


"ibuk tau dari mana?.."tanya Dimas penasaran.


"dari tatapan Aden ibuk udah tebak,tpi Aden harus tau itu tak akan berhasil,sebaiknya Aden mundur perlahan jangan maju yg membuat semua yg Aden sudah capai akan hilang dalam sekejap.."kata² buk Jum sangat di mengerti oleh Dimas.


"iya buk,Dimas tau itu!.."sambil melihat bintang-bintang di angkasa.

__ADS_1


"yaudah ibuk keluar dulu ya, istirahat lah..ibuk mau liat Oma kamu dulu.."ujar buk Jum langsung berlalu dari sana.


memang Bastian pulang dari rumah Anggara waktu malam,karena menunggu siuman Oma,dan kini Oma sudah baikan walaupun masih sedih mendengar putri kecilnya dulu telah berpulang terlebih dahulu,tpi dia mencoba tabah menerima ini semua.


__ADS_2