Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 22


__ADS_3

"setelah pertemuan dengan tuan dimas kmn lagi?.. " tanya bastian yg kini memasuki restoran.


"tidak ada tuan, hanya ada undangan dari rekan kerja anda untuk pergi ke pesta pernikahan nya malam nanti" jelas indah dengn membawa berkas yg ada di tangannya.


"hm,. " singkat bastian menatap lurus.


"tuan?.. "


"hm.. "


"bisakah saya tidak ikut!.. "


"tidak bisa!!.. "


"tap.. "


"diam lah!.. " mendengar nada yg sudah mulai tak sedap membuat indah membungkam mulutnya.


bastian dan indah masuk kesalah satu ruang VIP yg sudah di sewa untuk mereka.


"apakah sudah lama?.. "


"tidak tuan bastian, silakan duduk dan... " tanya dimas mengarah pada indah yg berpakaian tertutup.


"sari tuan, sekertaris tuan bastian" jelas indah mengantupkan kedua tangan nya.


"dimas!.. dan ini gibran" ujar dimas tersenyum ramah sambil menunjuk ke arah sekertaris nya yg ikut tersenyum ramah.


bastian sudah mulai risih melihat tuan dimas yg mencoba sok akrab dengn sekertaris nya, padahal menurut kerja bisnis emng perlu akrab agar bisa bekerja sama dengn baik, tpi menurut bastian itu sangat berlebihan.


"kita mulai saja!!.. " ucap dingin bastian membuat dimas mengangguk paham, karna dia sedikit tau rekan kerjanya ini yg tak suka basa basi.


"baik tuan.. "


1 jam mereka berempat barada di ruangan itu, dan kini mereka tinggal menandatangani surat kontrak yg akan di mulai itu.


"apakah tidak ingin makan dulu tuan dan nona sari.. " tawar dimas menatap mereka bergantian.

__ADS_1


"bo.. "


"tidak... kami banyak urusan" potong cepat bastian, indah cemberut mendengar penolakan bastian.


"tpi seperti nya nona sari ingin tuan?.. " tanya dimas saat melihat indah seperti ingin mengucapkan boleh tdi.


"ah.. engk kok tuan dimas, tdi saya lupa klau ada urusan yg kami lakukan.. "elak indah dengn berat hati, dia gk mungkin bilng mau bisa² ngamuk bosnya ini.


"klau gitu kami permisi... " ucap bastian yg ingin keluar.


"bay.. bay.. calon duda.. semoga jumpa lagi.. " ucap indah melambaikan tangan.


degh..


"panggilan itu?.. " batin dimas terkejut dan penasaran.


"kau... " tunjuk dimas.


bastian jelas berhenti saat mendengar ucapan yg di ucap oleh indah itu.


"apa kah mereka saling mengenal?.. "tiba-tiba ada rasa sesak di hati bastian.


" itu bukan kau kan calon janda?.. "


bastian dan gibran tercengang mendengar penuturan yg mereka blng, pertama calon duda, kini calon janda... yg bener saja!..fikir mereka.


bastian bersikap seolah tak peduli tpi dia menatap apa yg mereka lakukan.


"kau tak mengingatku... sungguh kejam!.. " indah melipat kedua tanganya dengn ekspresi marah.


"emng siapa kau!.. aku tak mengenal mu.. "


"wah.. wah, kau tak mengenal ku, akan ku bongkar..aaa... "


"diam!!.. " dimas melotot tak percaya, indah masih ingat kejadian itu sungguh aib bagi nya tpi sialnya wanita ini yg merupakan musuh dirinya saat kuliah malah mengetahui aibnya itu.


"haha... kau takut" tawa indah mengejek.

__ADS_1


"kau sungguh tak pernah berubah calon janda, musuh bebuyutan ku... huh.. " dimas mendekat kearah indah karna ingin sekali menjewer telinganya itu namun tergalang oleh bastian saat tiba-tiba menarik indah kebelakang nya, indah aja sampai kaget, bahkan ia melupakan kalau bos nya ini masih ada karna terlalu asik dengn dimas, musuh namun baik juga saat lagi butuhnya, tpi kalau lagi santai pasti mereka akan berantem engk jelas.


"tuan, urusan pekerjaan kita sudah selesai jadi tolong saya meminta izin buat berbicara dengn dia" ujar dimas pada bastian yg kini menatap nya dingin.


"tidak bisa, ayok pulang" dengn muka yg marah bastian menarik indah begitu saja meninggal dimas dan gibran di sana yg menatap kepergian mereka.


"tuan lepas.., knp anda menarik² saya.. " kesel indah, padahal dia baru sebentar bertemu dengn dimas rasa blm puas.


"akhh.. sttt.. " indah meringis saat tiba-tiba bastian mencengkram tangannya dengn kuat.


"jauhkan dia!!.. " setelah mengatakan itu bastian masuk ke mobil yg diikuti indah yg diam dengn mengarah pandangan ke luar jendela.


"ada apa dengn dia?.. seenaknya menyuruh sesuka hati, dasar gila.. " umpat indah dalam hati.


"jangan suka mengumpat diriku dalam hati.. " indah tak lagi mengumpat mendengar suara bastian itu, jadi dia hanya terdiam selama perjalan ke perusahaan.


.


"ada apa dengn diriku ini?.. knp rasa nya hati ku tak suka melihat sari berbicara dengn orng lain seperti itu?... sial apa hubungan mereka sebenarnya?..." bastian galau dengn dirinya sendiri, bahkan menjambak rambutnya frustasi.


"aku harus selidiki!... " bastian akan menyelidiki sampai ke akar² siapa sari sebenarnya dan apa hubungannya dengn tuan dimas, bastian ingat saat bayu mencari informasi tentang sari namun dia tak mendengarkan semuanya.


"bodoh sekali kau bastian!.. " bastian merutuki kebodohan nya sendiri karna tak mendengarkan informasi dengn lengkap, kini dia sangat penasaran apa lgi hati nya yg tidak mood alias galau.


tok.. tok.. tok..


"masuk!.. "


indah masuk dengn secangkir kopi karna tdi bastian menyuruh nya buat kopi buatan sendiri, sepertinya dia bukan sekertaris lagi namun pembantu bastian di rumah maupun di perusahaan.


"nih tuan.. " dengn meletakan kopi itu.


"hm.. "


"kau pulang lah, jam 5 nanti akan ku suruh bayu untuk mengantarkan baju mu saat kita pergi ke pesta" ujar bastian tampa menatap indah yg kini sudah duduk di bangku nya.


"eh.. tidak perlu tuan.. saya masih ada kok ba.. "

__ADS_1


"tidak ada penolakan... "


"dia bener² buat aku kesel, klau bukan bos udah ku cakar tu wajah yg katanya tampan.. " batin indah, sepertinya indah melupakan kejadian yg sangat menyeramkan yg di lakukan bastian makanya indah lebih suka mengumpat dalam hati.


__ADS_2