
"sttt.. aww.!!.. "
"nak?... " buk jum dengn tergesa-gesa menghampiri indah saat mendengar ringis kesakitan.
"ha.. haus.. "
buk jum dengn sigap mengambil minum dan membantu indah.
"pelan²"
"makasih buk.. " indah memperhatikan sekeliling yg tampak berbeda dari kamarnya.
"ini kamar ibu, untuk sementara waktu nak sari tidur sama ibuk" Tiba-tiba buk jum berucap itu membuat indah terkejut.
"knp buk? " tanya indah yg memegang kepalanya yg masih terasa pusing, tpi ada yg aneh fikir nya.
"ibuk?.. " saat melihat dia tak memakai jilbab apalagi cadar membuat rambut panjang nya terurai indah.
"ibuk bisa jelaskan nak, jangan berfikir yg aneh², hanya ibuk yg tau gimn wajah kamu ternyata cantik" jelas buk jum tersenyum hangat membuat indah percaya dan lebih lega.
"apa yg terjadi buk saat sari pingsan?.., tunggu²!!.. saat sari blm sepenuhnya pingsan , sari dengn suara... " indah yg menerka-nerka sambil mengingat² lagi. suara apa itu.
"tembakan!.. " sahut buk jum.
"ha!!. jadi itu suara tembakan buk?.. apa yg terjadi buk!.. cepat buk cerita" desak indah penasaran tingkat dewa bahkan melupakan rasa sakit di kepalanya dan bibirnya yg kena tampar.
"nanti saja, nak sari istirahat aja, biar pulih" tolak halus buk jum yg sebenarnya tak ingin cerita, buk jum takut klau indah akan takut sama aden nya nanti.
"iss.. ibuk , indah marah nih" indah yg pura-pura marah membuat muka nya imut di mata buk jum.
"mass yaallah ternyata gini wajah nak sari klau marah... hihi.. imut"batin buk jum dengn tersenyum geli.
indah semakin merajuk melihat buk jum tersenyum² sendiri bukannya jelasin malah senyum batin indah kesel.
" yaudah ibuk cerita"buk jum yg tak sanggup melihat wajah indah yg semakin merajuk membuat semakin imut, bahkan tak sadar mencubit pipi indah itu.
"ibukkk!.. "
"iya.. iya.. jadi gini... "
flashback on
indah yg dalam keadaan sadar dan tidak sadar sempet² nya menatap lina sinis, perlahan menutup mata, tpi sebelum dia bener² kehilangan kesadaran nya, ada suara tembakan yg menggema di ruangan itu dan setelah itu dunia gelap baginya.
Dorrrrrr
"akhhhhhh" jerit kesakitan dan ketakutan.
__ADS_1
Lina memegang bahunya yg mendapat tembakan peluru panas itu, sedangkan yg lain terlihat sangat ketakutan tpi tidak dengan buk jum yg terlihat bahagia dengn menyeka air matanya yg dari tadi turun.
sedangkan kevin panik membuat nya tak sempet berfikir tapi dia mencoba untuk tenang yg jelas dengn ekting terbaiknya, dan kini mereka melihat jelas di depan pintu seorng berdiri dengn gagah dengn salah satu tangan membawa pistol.
"tu.. tuan.. hiks.. knp anda menebak saya, harusnya anda menebak dia" drama Lina pun di mulai dengn menangis tak bersalah, seolah-olah dia lah korban di sini.
rahang bastian mengeras saat melihat wanita yg tak sadar kan diri di pangkuan buk jum dengn cairan merah yg masih mengalir jelas hingga membasahi jilbab dan cadar nya.
dengn tatapan tajam dan menusuk menatap mereka semua terutama Lina dan kevin, rencana ia akan menunggu beberapa hari lagi baru dia akan membantai 2 sepasang kekasih ini tpi melihat apa yg terjadi membuat nya sangat ingin menguliti mereka hidup².
"riko!!!... " teriak kuat bastian, membuat seisi ruangan menggema.
"saya tuan" entah dari mana, Tiba-tiba bayu datang dengn tergesa-gesa.
"tangkap mereka semua dan bawa ketempat biasa!.. " perintah bastian tak bisa di bantah.
sedangkan bayu mengajak beberapa bodyguard yg sengaja ia bawa dari luar mansion yg sama sekali tak tau akan kejadian ini membuat mereka juga terkejut yg pastinya nyawa mereka taruhannya karena atas kelalaian mereka.
"tuan.. saya tak bersalah... dia yg salah knp... "
plakkkk
tampar bastian kuat bahkan sampai membuat Lina Terguhuyung ke samping, sedangkan yg lain yg tadinya juga menjerit minta lepas pun terdiam dengn air mata penyesalan, karna telah salah mengikuti Lina, mereka menyesal tpi kini tak bisa lagi berbuat apa², karna dari pertama awal bekerja mereka sudah di peringati jangan membuat masalah, dan mereka menyanggupi itu karena gaji disini hampir setara dengn gaji sekertaris kantoran.
"knp?... "
plakkkk
kevin yg tadinya diam menahan amarah kini tersalut emosi karna melihat kekasih nya di tampar beberapa kali dengn kuat, sungguh membuat nya tak Terima.
"kau!!.. sialan.. apa yg kau lakukan apa kekasih ku.. "
Duarrrr
mereka terkejut mendengar pengakuan kevin kecuali bastian dan bayu yg sudah tau itu bahkan mereka tau kalau selama ini mereka melakukan hal yg tak senonoh di dlm mansion bastian tpi kevin selalu menghapus semua jejak dengn menghapus CCTV tpi bastian tau semua prilaku busuk mereka itu.
"kau yg sialan!!... " bentak bastian dengn satu pukulan mendarat di wajah kevin.
bughhhh..
kevin hanya bisa menahan amarah nya karena dia tak bisa melakukan apapun karna kedua tangannya iini di pegang kuat oleh bayu.
"kau dan kekasih mu itu hanya bagaikan mata² yg bodoh!.. "
lagi² mereka terkejut, apalagi kevin dan Lina yg tak menyangka klau misi mereka ketahuan, mungkin karena mereka selalu menganggap misi ini sepele membuat mereka tak terlalu waspada.
pembantu yg lain, yg tadinya di suap dengn beberapa lembar oleh Lina kini merasa hidup mereka benar-benar sudah berakhir.
__ADS_1
"bekerja untuk seorang mata²"seperti hidup mereka hanya beberapa menit lagi, ingin memohon ampunan mereka pun tak yakin akan berhasil, kalau tidak memohon?.. sudah di pastikan mereka beda alam langsung.
" bawa mereka di tempat biasa, Dan Kalian Semua Yg Berani Berhianat Atau Untuk Memata-matai Mansion Ku, Aku Putra Wiliem Shander Tidak Akan Melepaskan Kalian Hingga 7 Keturunan Sekali Pun!!.. "suara bastian mengelegar di mansion itu, membuat pekerja yg tidak ikut terlibat pun menjadi ketakutan.
" bubar!!.. "perintah bastian, membuat pekerja yg tak ikut campur bubar dengn hati yg tenang.
" untung tadi aku gk ikut pemeriksaan, kalau tidak.... "
"hih seram, nasib ku masih baik tak termakan oleh suapan uang mereka"
"benar-benar mengerikan saat menemukan penghianat dan mata², aku bertekat akan selalu setia pada tuan putra"
bnyk lagi ocehan mereka lama hati mereka.
"dan untuk kalian!!.. " bastian berhenti sejenak dan memperhatikan orang² yg masuk lis daftar kuburan baru.
"tunggu lah di pertemuan kita nanti malam" suara mengerikan terdengar jelas oleh mereka membuat siapa saja yg mendengar nya akan ketakutan.
"bawa mereka!.. "
"baik tuan.. " lalu mereka semua pergi membawa calon jasat ini ke ruang bawah tanah di mansion nya.
kini tinggal 3 orng dalam satu ruangan, bastian berbalik dan menatap mereka berdua yg kini terduduk di lantai.
"a.. adem tolong, nak sari.. " buk jum memohon dengn derai air mata.
tampa bicara bastian langsung menggendong indah, bastian tak langsung bergerak melainkan memperhatikan wanita yg kini sedangkan menutup mata.
"aden!.. "panggilan buk jum membuat bastian kembali sadar.
" apa yg kau pikirkan bastian,.. "bastian menepis fikiran nya yg mengatakan klau sari ini seperti mirip seseorang tpi dia tak tau siapa itu, tpi klau melihat wajahnya mungkin ia pasti langsung mengenalinya.
bastian berhenti di depan pintu dengn menatap dua wanita yg kini tertunduk takut.
" kalian lalai melakukan tugas ini, pergi ke markas dan minta sama erick cabuk 100 kali"mereka berdua pasrah, emng mereka salah tpi tak sepenuhnya karna mereka hanya di suruh memata-matai kevin dan Lina tpi sekarang mereka malah knp hukum, lebih membuat mereka tak percaya!.. di depan mata mereka sendiri bahwa king mereka menggendong seorang wanita yg mereka ketahuilah dia adalah pembantu baru dan sekertaris penganti bayu.
buk jum tau siapa bastian tidak terkejut mendengar itu.
"nona sari beruntung mendapatkan perhatian khusus dari tuan bastian"batin cici.
" kau beruntung nona, seumur hidup aku bekerja dengn tuan bastian dia tak pernah sekhawatir ini pada wanita, mungkin karna ini tuan marah dengn aku dan cici.. karna tak bisa menjaga wanitanya"batin risa,dengn menatap bastian membawa indah kekamar buk jum.
dengn perlahan bastian membaringkan tubuh indah itu, saat bastian ingin membuka penutup wajah (cadar) itu tpi buk jum menghentikannya, dengn beralasan indah pasti tak suka wajahnya dilihat oleh laki-laki yg bukan mahramnya.
bastian tak membantah ucapan buk jum dan ia langsung pergi dari sana dengn buk jum yg berkali-kali berterima kasih.
flashback off
__ADS_1