
"huamm!.. " lagi² rio menguap bosan.
"serang mereka!!.. " Tiba-tiba rio berteriak membuat indah jantungan, karena takut.
risa langsung memasang badan melindungi indah begitu juga dengn cici yg menghajar mereka dengn bruntal.
"nyonya, berlarilah.., keujung sebelah kiri, maka di sana ada mobil dan beberapa anak buah yg dapat menolong anda!.. " ujar risa tampa melihat indah yg ketakutan di antara mereka yg asik bertarung kalah jumlah.
"kalian gimn.. "
"jangan fikirkan kami, fikikan dirimu dan anakmu nyonya!.. " sahut cici yg menangkis pukulan mereka yg hendak mencelakakan indah.
"akhhh... " indah reflek teriak karena itu hampir saja dia kena bogem mentah klau tidak ada cici.
"ba.. baiklah, maafkan aku.. " setelah itu berlari kencang karena risa dan cici berkerja sama untuk membuat jalan agar indah berlari dengn bebas.
rio melihat wanita yg di incar lari membuatnya berteriak.
"kejar wanita itu!!.. " teriakan rio yg kuat membuat indah ketakutan hanya bisa berlari semampunya dengn salah satu memegang perut datar nya itu.
anak buah pria itu ingin mengejar tpi terhadang oleh risa dan cici yg tak membiarkan itu.
"sialan!.. " marah rio karena terlalu menyepelekan kedua wanita itu, yg sudah berhasil membunuh anggota yg hanya tersisa sedikit.
"aku harus berhasil menangkap wanita itu dan memberikan pada bos tom, pasti dia senang!.. " rio sudah memikirkan uang yg di dapatkannya saat tugasnya selesai.
karena anak buahnya yg tak bisa di andalkan membuat rio sendiri yg mengejar indah yg sudah tak terlihat.
sisi indah...
"hah.. hah.. ya Allah,.. " indah berhenti berlari karena merasa ini sudah lah cukup jauh dari pertarungan itu.
nafas indah naik turun karena kekurangan oksigen akibat berlari yg berlebihan.
__ADS_1
"ya Allah knp hidup ku tak bisa tenang!..."lagi² indah nya menangis dalam diam, karena selalu saja masalah menimpanya, apakah dia tak bisa bahagia kenapa hidup nya sangat menyedihkan seperti ini.
" di mana kau wanita sialan!!.. "
baru saja indah berhenti sejenak tiba-tiba suara teriakan yg cukup dekat membuat indah takut.
"gimana ini.. " indah terpaksa berlari kembali, tpi karena jarak yg tidak jauh membuat rio dapat melihat indah sekarang.
"hahaha, itu kau wahai emas ku!.. " rio memang gila karena uang, beranggapan indah adalah emas bila ia bisa mendapatkan kan nya.
"pergi kau!.. " indah berteriak dengn berlari sesekali melempar apapun yg ada di dekatnya.
"hap.. kena kau,.. hahhaha.. " tawa rio semakin keras saat mendapatkan indah.
"lepaskan aku!!.. " indah memberontak karena pergelangan tangannya di pegang kuat.
"tidak akan.. "
srettt...
"apa yang kau lakukan pria gila!.. " teriakan indah semakin kuat saat melihat tatapan rio yg sudah berbeda.
nafsu..
"ya Allah... "batin indha benar-benar sudah tak bisa bergerak karena terjepit di pohon besar sedangkan di depannya rio yg seperti binatang buas kali ini.
" pantas saja pria itu sangat menyayangi mu, ternyata kau bagaikan bidadari jatuh ke bumi!.. "ujar rio dengn senyuman lain.
" bastian!.. "nama itu yg berada di ingatan indah saat ini.
" lepaskan aku!!.. "indah menggelengkan kepalanya saat wajah rio semakin dekat pada nya.
" dasar wanita sialan!.. "tangan rio sudah terangkat ingin menampar indah tpi sesuatu yg membuat indah mematung terkejut, bahkan rasanya ia pun ingin ikut mati.
__ADS_1
dor...
" akhhhh!.. "teriak kuat rio sebelum akhirnya ia mati dengn mata yg melotot.
badan indah semuanya bergetar hebat, kakinya tak dapat menahan berat tubuhnya membuatnya langsung ambruk di dekat mayat rio, percikan darah mengenai wajah indah dan pakaiannya.
tatapan indah kosong lagi² dia melihat kejadian seperti ini, bahkan sedikit lagi dpt membunuhnya, indah melihat arah di mana peluru itu berasal dan ternyata dia adalah buk jum yg tadi pingsan dan kini bagaikan penyelamatan indah.
"nak!.. " tangan buk jum bergetar dan langsung menjatuhkan benda itu,buk jum terduduk dengn menutup matanya dengn tangan yg untuk pertama kalinya membunuh orng.
"hiks.. hiks.. " tubuh buk jum bergetar, ia ketakutan sama seperti indah! apalagi mengingat semua yg ia lakukan selama ini sangat tak pantas di maafkan.
"bu..buk!.. " suara gemeteran indah terdengar oleh buk jum membuat buk jum mendongak tpi malah langsung di sambut pelukan dan isakan.
"maaf buk!.. " tiba-tiba indah meminta maaf pada buk jum sambil menangis.
"hisk.. ibuk yg harusnya minta maaf nak, ibuk terpaksa melakukan itu semua kalau tidak semua keluarga ibu di kampung meninggal karena mereka... maafkan ibuk nak... " buk jum memeluk erat indah seperti putrinya sendiri.
"indah sudah tebak pasti ibuk terpaksa melakukan ini.. " indah melepaskan pelukan lalu menatap wajah buk jum yg sudah keriput itu.
"ayok buk kita pergi dari sini sama²,kita akan ke mobil dan membawa anak buah suamiku untuk menolong risa dan cici di sana.. "sambil mengulurkan tanganya pada buk jum.
tapi indah tak menyangka buk jum malah menolaknya.
" maaf nak, penghianat seperti ibuk harunya mati.. "buk jum tersenyum tulus sebelum menekankan pistol yg terjatuh tadi.
" tidak buk!!... "teriak indah yg ingin mengambil pistol itu tpi terlambat.
dor...
" ibuk sayang kamu, seperti anak sendiri..selamt tinggal!..ibuk yakin kamu suatu hari nanti akan bahagia!..maaf! "setelah mengatakan itu buk jum tumbang dengn senyuman di akhir nafasnya.
" ibuk!!.. ibuk bangun buk.. huaaaa!!.. "indah berteriak histeris melihat buk jum membunuh diri sendiri tepat pada jantung nya.
__ADS_1
" ibukkkkkk!!.. "