
indah sangat shok dengn kejadian hari ini, benar² sangat menyakitkan baginya, walaupun dalang kematian orng tuanya ternyata paman suaminya sendiri tpi sama aja orng yg membunuh orng tuanya mertuanya sendiri.
"hahaha... pasti mertuaku dulu sangat bahagia bukan?..karena sudah berhasil membunuh papa ku dan bonusnya mamaku ikut juga.." indah tiba-tiba tertawa, memang seperti kehilangan akal sekarang dia.
tom tak bisa berkata-kata, karena memang kematian alex membuat tuan arvando bahagia, tpi tak mungkin ia bilang seperti itu di depan indah kn.
"oh ya.. apakah kau tak terkejut tuan tom, karena aku masih hidup?... " tanya indah menaikan salah satu alisnya.
memang tom sangat penasaran gimn indah masih selamat, karena mereka tak melihat saat indah yg di lempar dari mobil saat sebelum kecelakaan itu.
"biar aku jawab.. aku masih hidup karena mamaku melemparkan aku ke keluar mobil itu, kau tau badan ku hampir tak selamat karena beberapa bagian tulang ku patah.. dan saat mobil ke-dua orng tuaku terbakar.. aku melihat kalian, berdua... yg ku pasti kan kalian pelakunya... "
"aku sangat benci sama kalian, gara-gara kalian aku tak bisa merasakan kasih sayang orng tua kandung ku, tpi abi surya dan umi aisah yg merupakan paman dan bibiku sendiri mereka rela mengangkat ku menjadi anak mereka, dan aku di besarkan bersama mereka hingga sekarang... "
"tpi semua orng engk tau.. apa yg aku rasakan... di luar tersenyum bagaikan beban di sepinya malam menangis bagaikan kehilangan arah... itu lah aku..."
"itu karena apa?.. itu karena kalian!.. kalian lah masalah hidup ku ini!!... " tiba-tiba indah berteriak kembali dengn manangis sejadi-jadinya.
mereka yg mendengarkan cerita indah pun menagis, apalgi tom yg sangat merasa bersalah karena telah menghancurkan keluarga yg baik itu.
"jadi untuk apa aku hidup?.. aku ingin menyusul mereka!.. dan bertemu mereka!.. " indah mengangkat gunting itu, dan mengarahkan kepada diri sendiri.
__ADS_1
"indah jangan gila!!... " teriak bastian, ia sedih melihat indah yg terpuruk seperti ini, bastian dari tadi mencari celah agar bisa merebut gunting itu, karena takut indah yg benar-benar ingin menyusul kedua orng tuanya.
"aku memang gila bastian!!.. aku udah gila!.. itu semua karena kalian... " indah yg ingin mengakhiri hidup nya tiba-tiba, dadanya sakit lagi, membuatnya menjatuhkan gunting itu dan mencengkram kuat dadanya.
indah hampir jatuh mengenal lantai untung bastian cepat berlari dan menangkap indah.
"kamu kenapa sayang!.. jngan buat aku khawatir!.. " panik bastian saat melihat indah kesakitan sambil mencengkeram kuat dadanya sendiri, apalagi wajah indah yg sudah pucat pasi.
"akhhhh!... uhuk.. uhuk.. " indah berteriak dengn batuk darah, membuat bastian dan yg lain melotot tak percaya, apalgi bastian yg sangat terkejut.
"racun,!.. " hanya dengn sekilas saja bastian tau klau ini racun, tampa bnyk bicara langsung mengendong indah yg kini sudah lemas dan pucat.
"aku ingin pergi!.. biarkan aku pergi!.. " ujar indah pelan setelah itu pingsan di pelukan bastian.
mereka tersadar langsung buru² melaksanakan tugas.
note:licia adalah nama tumbuhan yg author karang ya..
bastian panik langsung berlari ke kemarnya, air matanya yg jarang meneteskan itu bahkan mengalir tampa bisa di cegah.
"sayang.. tolong, jangan tinggal kan aku!.. " pinta pelan bastian, yg tak sanggup melihat wajah indah seperti mayat hidup.
__ADS_1
setelah sampai bastian langsung merebahkan tubuh indah yg lemah itu, bastian mengambil beberapa pil agar mengeluarkan racun itu, walaupun tak sepenuhnya hilng tapi setidaknya bisa mengurangi.
bastian paham dengn racun ini yg akan berkerja dengn sangat halus, yg artinya kerja racun ini perlahan lahan, yg kadang timbul dan hilang.
"setidaknya ini bisa mengurangi racun nya walaupun tak mungkin bisa hilang sepenuhnya.. " bastian mengaduk pil yg itu hingga merata dengn air, lalu meminumkanmya kepada indah dengn perlahan.
owekkk...
indah yg menang tidak sadarkan diri tiba-tiba muntah cairan hitam, walaupun sedikit tpi hanya ini untuk sementara sebelum pesanannya datang.
"sebenarnya siapa yg telah meracuni mu sayang!.. " bastian sudah menebak ini pasti kerjaan orng dalam tpi masih blm tau siapa orng itu.
bastian telaten membersihkan seluruh tubuh indah dengn air hangat, bahkan tak ada raut jijik saat mengelap noda darah yg mengenai tubuh indah itu, setelah bersih bastian menggantikan bajunya.
pagi ini satu mansion benar-benar heboh tentang nyonya muda mereka yg kini jatuh sakit, bahkan bastian tak segan² meminta setengah anak buah yg ada di markas untuk bertindak mencari tumbuhan itu.
clara adalah dokter muda yg merupakan adex dari sahabat bastian yg kini ada di bekerja di luar negara ini.
clara yg tadinya asik makan pagi sendiri tiba-tiba mendapatkan telpon dari risa.
"halo knp risa?.. " saat clara mengangkat telpon nya.
__ADS_1
"datang mansion 5 menit.. bila telat nyawamu taruhan nya... "suara dingin risa terdengar jelas di pendengaran clara yg dengn susah layan menelan makanannya, klau sudah begini pasti ada yg penting.tampa menunggu lama clara langsung ke mansion bastian yg memang tidak jauh.