
indah hampir saja berteriak karena tiba-tiba pintu keluar tertutup, tpi setelah melihat ruangan apa yg kini di tempatnya sekarang membuat penasaran nya berkali-kali lipat, perlahan indah berjalan menuju sebuah kain putih yg sangat besar.
"apa ini?.. " karna penasaran apa di balik kain putih ini, apalgi saat melihat ada bunga yg bnyk tpi sudah pada layu dan kering.
tpi sebelum indah menarik kain itu, dia malah menemukan buku yg tampak sudah berdebu, membuat iya mengurungkan niatnya untuk membuka kain putih itu, tpi malah mengambil buku itu, indah sedikit mengusap buku itu karna debu yg sudah menggumpal di sana, saat bersih dia menemukan sebuah tulisan yg terukir indah di sampul buku coklat itu.
"black rose?.. mawar hitam?.. apa maksudnya.. " monolog indah tak mengerti.
indah membuka halaman pertama yg langsung menjumpakan, asal usul black rose yg ternyata sebuah mafia terkejam di dunia.
"ini gila... aku pasti sudah gila... " indah membaca dan membalikan satu persatu halaman buku.
"dan ternyata dia adalah ketua mafia kejam ini... dia suamiku sendiri... ini tidak mungkin kan?.. " walaupun dalam hati mengatakan semua ini benar, apalagi mengingat kekejaman yg indah lihat di mata kepalanya sendiri membuatnya tak bisa mengelak lagi klau suaminya ini adalah mafia.
__ADS_1
"gila... " lagi² indah mengatakan pada dirinya bahwa dia sudah stres.
"ini sungguh... " indah tak bisa berkata-kata saat melihat gambar markas bastian yg berada di bawah tanah dengn luasnya yg tak tak terkira tpi dari titiknya bahwa markas ini terletak di tengah hutan.
pluk..
indah menutup buku itu, dengn menarik nafas panjang apalagi saat markas cabang yg banyak di berbagai negara termasuk di Indonesia yg pernah iya tempatkan itu dan melihat total anggota nya yg bnyk nol nya, membuat indah bingung sendiri itu berapa.
"hah... knp aku harus menikah dengn seorng mafia kejam... " rasa menyesal tpi mau gimn lagi, nasi sudah menjadi bubur tak bisa di ubah kembali.
"uhuk.. uhuk... hah... knp y akhir² ini aku sering merasa sakit di dadaku, seperti ada sesuatu disana yg menyakitkan organ ku.. " indah terbatuk batuk.. bahkan kadang indah terbatuk darah, entah apa yg terjadi padanya tpi dia masa sekali tak memberi tahu orng lain, karena fikir nya itu hanya batuk biasa.
"alhamdulillah... " ucap indah tak lagi merasakan sesak lagi, itulah penyakit nya yg kadang timbul dan kadang langsung hilang, maka dari itu indah berfikir hanya sekedar batuk lewat saja.
__ADS_1
karena sudah merasa tidak terasa sesak lagi, indah kembali melirik kain itu, indah sangat penasaran dengn apa isinya, sebenarnya indah sedikit takut melihat sekitar yg berdebu dan penerangan yg tak terlalu terang tapi masih dapat terlihat.
sebelum menarik kain itu, indah memperhatikan dengn saksama, ada sedikit keraguan di hatinya, takut bastian marah apa yg telah iya lakukan, karena sangat lancang mengusik sesuatu yg sangat rahasia ini.
tpi penasaran indah sungguh lebih besar dari itu tanpa memikirkan apapun dia pun langsung menarik kain putih itu hingga terlihat jelas apa yg di balik itu.
degh...
.
"nyonya mendengar pembicaraan kami?.. " suara cici agak sedikit pelan saat melihat vidio yg di putar jelas di meja makan itu.
video setengah jam lalu terlihat jelas dari layar, tpi tidak di kamar bastian yg sengaja bastian tidak pasangkan jadi tak tau apa yg indah lakukan selama ini, termasuk sering menagis dan mengumpat bastian yg tak pulang selama 3 bulan ini.
__ADS_1
"nah.. setelah itu dia tak masuk ke kamar, mungkin karena takut di tanya² oleh penjaga.. " sahut tuan tom yg ikut menonton sedang bastian sangat serius melihat arah indah yg tampak pergi dari sana.
"nyo..nyonya masuk ke ruang kerja... "kompak mereka tercengang karena indah berhasil masuk, sedangkan bastian tak menjawab melain langsung lari ke ruang kerjanya, ada kekhawatiran di hati bastian saat melihat indah masuk ke sana, jadi dia langsung meningalkan mereka yg masih tercengang, tpi mereka sadar tuan mereka sudah pergi, tampa mau ketinggalan mereka ber 4 langsung menyusul bastian yg tampak sangat cepat kesana.