Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
76


__ADS_3

tak..tak..tak...


suara ribut orang² langsung diam saat melihat seorang pria yg gagah dengan tatapan tajamnya melihat pria² yg banyak berada di depannya.


senyap..., bahkan tak ada yg berani mengatakan sepatah kata pun,saat melihat ketua yg paling mereka takuti dari dulu.


walaupun dalam hati mereka sangat penasaran,karena pagi² seperti ini mereka dikumpulkan, bahkan ada kamera yg terhubung langsung ke tv besar markas di setiap negara,hal itu membuat mereka semakin penasaran,karena kalau sudah seperti ini, pasti ada yg sangat penting.


Bastian yg melihat semua sudah siap,dia pun langsung mengatakan tujuannya mengumpulkan mereka.


"tujuan saya mengumpulkan kalian semua hanya satu!..."suara Bastian menggema di setiap telinga mereka,suara yg dingin dan tajam dengan melihat mereka semua.


"hari ini saya Bastian putra shander menyatakan...."


entah kenapa mereka deg² kan mendengarnya, seperti benar² penting,tak kecuali orang-orang Bastian yg di berbagai negara pun ikut penasaran


"bahwa hari ini kalian semua saya BEBASKAN!!!..."


Jederrrrr


mereka terkejut bukan main mendengar itu, berarti mereka sudah tak terikat kontrak antara anak buah dan tuannya.


"tapi tuan knp?.."tanya salah satu dari mereka semua yg berani,karena seperti sudah enak kerja seperti ini yg membuat mereka tak mikir lagi untuk mendapatkan uang banyak walaupun kerjanya bahaya.


"itu keputusanku!...kalian bisa mendatangkan Andre dia akan membayar kalian karena sudah berbakti padaku selama ini..."jawab Bastian dingin langsung turun dari panggung itu,di ikuti Bayu yg tak terlalu terkejut dengan pernyataan ini karena sudah tau dari awal.


bnyk yg membantah karena merasa sayang kalau mereka keluar dari dunia gelap ini,tapi siapa mereka?..hanya sebuah orang kecil bagi Bastian yg tak banding dengan Bastian yg punya segalanya,jadi hanya pasrah mengikuti semua ini.


setiap negara sudah Bastian perintahkan agar memberi uang bagi orng² nya yg selama ini mengikuti nya.


"tuan.."


Bastian dan Bayu yg ingin masuk keruang kerja di markas pun langsung berhenti karena Eric memanggil nya.

__ADS_1


"dapat?.."dingin Bastian.


"dapat tuan, nyonya masih di daerah Italia..."ujar Eric sambil menunjukkan titik letak indah alias sebuah kalung yg ternyata Bastian kasih titik koordinat lokasi dimana pun indah berada.


Bastian baru ingat pernah memberikan kalung itu,tapi karena kemarin dia sangat terkejut mendapat indah yg hilang membuatnya tak kepikiran kearah sana,dan dia baru ingat saat selesai sholat subuh tadi.


"bagus!...untuk kali ini,tolong ikut dengan ku...setelah itu kalian bebas.."ujar Bastian menatap mereka.


"tapi kami..."


"aku ingin hidup sederhana dan bahagia dengan keluarga kecil ku,kalian pun harus seperti itu..mulai lah hidup normal sebagaimana orang biasa,aku hanya ingin hidup tenang tanpa harus ada yg namanya pertumpahan darah lagi..."ucapan Bastian yg tidak dingin tapi ekspresi nya tetap datar.


"baik!.."mereka sebenarnya berat karena bertahun² mereka mengabdi pada Bastian ya walaupun dingin dan kejam tpi itu bagi orang yg telah mengusiknya saja.


.


"ibuk!..maaf indah ya!..hiks..,bangun buk.."indah duduk di kasur besar itu dengan dari tadi menatap buk Jum yg masih tertidur.


"ibuk!..ibuk sudah sadar... tunggu ya indah panggil dokter Dea dulu..."ujar indah cepat tpi sebelum pergi tangannya langsung di cekal oleh buk Jum.


"nak!.."suara buk Jum pelan dengan tatapan bersalah.


"knp buk!..,ibuk istirahat saja..atau ibuk mau minum,atau atau makan...oh obat buk... atau.."


"maaf..."ucapan buk Jum menghentikan indah yg nyerocos dari tadi.


"knp ibuk minta maaf,ibuk engk salah,dan knp ibuk nekat sekali sih...apa ibuk mau bunuh diri..indah engk suka loh ibuk kyk gitu...tolong buk jangan buat indah khawatir... hiks..hiks.."suara indah yg pertamanya marah kini di akhiri suara khawatir.


"maaf nak.."buk Jum mencoba menenangkan indah yg memeluknya dengan menangis.


"jangan buat kyk gitu lagi ya buk!.."indah menghapus air matanya dan menatap buk Jum yg tersenyum dan mengangguk.


"gitu dong..itu baru ibuk indah yg indah cayang...cayang..cayang...bangtttt..."

__ADS_1


ujar indah sambil bercanda,di ikuti gelak tawa buk jum pelan.


.


"apa masih jauh..."


"sebentar lagi tuan!.."Bayu dan Eric mencoba sesabar mungkin pada mantan king eh maksudnya teman,ya Bastian sudah menganggap mereka teman dan tak ada bawahan dan atasan,tpi itu masih berlaku pada keduanya yg menanggap Bastian tetap kingnya walaupun mafia mereka sudah di bubarkan.


ada rasa ketidakrelaan kerena Bastian membubarkan mafia yg sudah dari kakek nya terdahulu,kini harus bubar karena Bastian lebih memilih ingin hidup sederhana dan bahagia, walaupun selama ini Bastian selalu bekerja di dunia hitam tpi dia tak akan jatuh miskin hanya karena tak berurusan dengan dunianya itu.


kini Bastian akan mengelola dunia nyata yg lebih halal dari sebelumnya.


"knp lama sekali..."gerutu Bastian kesel dengan berkali melihat jam tangan nya sesekali membolak-balik hp nya.


hah..


mereka di buat pusing oleh Bastian yg dari tadi nnyk terus, mungkin hampir 20 kali bnyknya,bahkan mungkin lebih hanya bertanya " kapan sampai?".


benar² seperti bukan king mereka yg dulu,dingin,kejam tak berperasaan bahkan irit berbicara tpi kini menggerutu di depan mereka dengan nada kesel bahkan terlihat lebih cerewet,membuat mereka sedikit kelelahan mendengar nya.


"apakah ini karma atau keberuntungan?.."bayu hanya menggumam pelan,karena dia dulu berdoa supaya Bastian berubah , agar tak kejam dan tak irit bicara lagi,tpi Bastian yg berubah membuatnya repot juga,bahkan benar² repot.


"keberuntungan!.."sahut pelan Eric mendengar gumaman Bayu.


"benarkah,kalau seperti itu aku ingin istri cantik dan baik...,"pinta Bayu langsung di pukul oleh Eric.


bugh...


"sssthhh..,apa sih.."ujar Bayu sambil mengelus bahu nya kena pukul Eric.


"aku juga mau...hahah..."ujar Eric di susul gelak tawa tpi langsung menutup mulutnya sambil melirik Bastian dari kaca yg ternyata tak terganggu,malah tersenyum sambil melihat handphone.


"bener² berubah..."serentak keduanya dalam hati,sudah tau siapa yg di lihat oleh Bastian di layar itu.

__ADS_1


__ADS_2