
"ini sudah larut sebaiknya kita istirahat..."ujar risa yg ingin beranjak dari kursinya di ikuti cici tpi suara sering telpon risa membuat mereka menghentikan niat untuk ke kamar.
dahi risa mengkerut melihat nama yg tertera di telponnya, tampa bnyk bicara langsung mengangkat nya.
" halo, ada apa bayu?.. "tanya risa penasaran karena gak biasanya bayu menelepon dirinya duluan.
" kumpulkan semua orng untuk menyambut tuan bastian dan tuan tom sekarang.. "
"baik.." risa yg ingin menutup telponnya tpi di urungkan karena bayu yg mengangkat bicara lagi.
"oh ya jangan kasih tau nyonya muda karena tuan engk mau ganggu nyonya yg pastinya sekarang tidur kan.. "
"baiklah.. "
setelah itu sambungannya terputus menyisahkan cici yg sedang penasaran.
"kumpulkan semua orng, untuk menyambut tuan bastian dan juga tuan tom yg kesini..., jangan bnyk tanyak.. lakukan saja... " risa berbicara terlebih dahulu sebelum cici yg bnyk tanya.
cici mengangguk langsung pergi mengumpulkan semua pelayan sedangkan risa mengumpulkan semua bodyguard untuk berkumpul di halaman mansion.
.
"gimn?.. "
"sudah tuan.. "jawab bayu.
" hm.. cepatkan lagi jalannya.. "bastian sudah tak sabar untuk menjumpai indah yg hampir tiga bulan ini iya abaikan, bukan maksudnya untuk mengabaikan istri nya itu tpi sungguh masalah ini harus iya atasi segera sebelum semuanya terlambat.
" haha... anak muda emng seperti ini, baru di tinggal beberapa bulan saja sudah seperti kehilangan induk.."tuan geleng² menatap bastian anak ada tuan besarnya dulu, apa lgi mengingat saat bastian berada di rumahnya yg asik bertanya apakah susah berhasil menemukan dalang itu, hingga sampai mereka berhasil siapa dalang itu tampa bnyk bicara bastian langsung mengajak tuan tom ikut pulang.
"iya dong, istri cantik engk boleh di anggurin.. emng kyk uncle, istri cantik di anggurin jadi kabur lah... " bastian mengejek asisten ayah nya itu yg memang dulu akrab dengn nya.
tom hanya mencabik mendengar ejekan itu, menang di juga salah karena terlalu fokus bekerja pada ayah bastian membuat iya lupa waktu dan membuat istri kabur dengn pria lain, nasib bngt engk tuh.
"nanti kualat baru tau sama orng tua.. " emng tuan tom sudah tua mengingat umurnya hampir kepala enam.
"hahah.. maap deh.. maap.. " inilah kelakuan bastian yg sungguh bnyk perubahan di mata tom, dulu tom tak pernah melihat bastian yg becanda seperti ini,
"tuan sebentar lagi kita sampai.. " ujar bayu sudah memasuki mansion, yg ternyata sudah di sambut semua penghuni mansion kecuali indah yg memang tak bastian beri kabar.
__ADS_1
"selamat kembali tuan.. " semua orng membungkuk berbaris, bastian hanya mengangguk pelan dengn tatapan dinginya dan berjalan tegap yg di ikuti tuan tom, bayu yg di belakangnya.
"bagus... " sedikit melirik risa dan cici yg ternyata kerja cukup cepat, mereka tersenyum samar sambil membungkuk tanda Terima kasih atas ucapan itu.
bastian berlalu menuju ruang tengah,bersama tuan tom dan bayu, mereka duduk di sana dan beberapa pelayanan membawa minuman dan makanan lalu langsung minggir dari hadapan pria² yg cukup terkenal kekejamannya.
"kalian istirahat lah, aku ingin keatas.. " tampa menunggu jawaban mereka bastian langsung berdiri meninggalkan keduanya yg minum dan makan di sana, karena memang laper, bodoamat lah perut buncit akibat makan malam yg penting kenyang begitulah fikir mereka lagian mereka sering olah raga, jadi perut buncit minggir deh.
.
"sayang aku pulang.. " bastian sengaja memelankan suaranya karena ini sudah sangat larut dan hampir mau pagi jadi dia tak ingin menggangu istrinya itu.
bastian mendekati kasur yg tampak sebuah lendukan seperti ada orng yg tidur di balik selimut itu, perlahan bastian membuka selimut dengn senyuman tak pernah turun saat masuk ke kamar, tpi tiba-tiba senyuman itu langsung luntur karena tak menemukan indah sama sekali, bahkan dengn kasar bastian menyibak selimut itu yg memang tak menemukan indah melainkan hanya sebuah guling.
"sayang?.. " bastian memanggil indah cukup keras, dia berlari ke kamar mandi tpi sama sekali tak menemukan nya, bastian sudah berkeliling kamar tapi sama sekali tak ada tanda² keberadaan indah.
brak...
bastian membanting pintu kamar yg memang sudah kembali penjaga yg tadi berkumpul juga, mereka terkejut tiba-tiba pintu di tutup dengn kasar oleh bastian yg kini seperti marah besar, bahkan lagi² mereka terkejut karena bastian memukul mereka tampa ampun.
"di mana istriku ha!!... " teriak bastian memukul mereka bertiga tampa henti.
"ma.. maaf.. tuan., nyo.. nyonya tadi ada di kamar... akhhhh.. "
bugh..
"sialan kalian.. tak becus.. " bastian menarik kerah salah satu dari mereka, rencananya ingin mendaratkan pukulan lagi tapi terhenti, saat tuan tom dan bayu.. tiba-tiba datang.
"stop... apa yg kau lakukan pada mereka... " tom mencoba menjauhkan bastian yg masih di selimuti amarah, sedangkan bayu membantu mereka berdiri yg tampa sudah babak belur di buat bastian.
"di mana istri ku?.. " tanya bastian dengn dingin menatap mereka setajam silet.
"emng knp istri mu.. bukankah sekarang seharusnya sedang tidur..?.. " tuan tom masih bingung ini ada apa, tak lama tiba-tiba risa dan cici datang, dengn terburu-buru karena mendengar suara keributan di lantai atas.
"ada ap.. "
bugh..
bugh..
__ADS_1
belum sempet risa bertanya tpi mereka langsung kena bogem mentah dari bastian, tak peduli mereka perempuan,muda, tua.. dan anak kecil, bastian tak pandang bulu, karena orng yg sudah berani mengusiknya.
"ya ampun... mereka perempuan bastian.. " tuan tom dan bayu kaget tiba-tiba risa dan cici langsung di hadiahkan pukulan saat baru sampai.
"apa salah sami tuan?.. " cici bertanya dengn sedikit mengusap sudut bibirnya yg berdarah begitu juga risa yg tampak bingung knp mereka tiba-tiba di pukul, pasti ada sebabnya, fikir mereka.
"di mana istri ku?.. " tatapan tajam dan intimidasi tak lepas dari mereka.
"ada tuan di kamar.. " ujar cici sedikit bingung, bukan kah jelas klau nyonya mereka ada di kamar sedang tidur?.. trus knp sekarang bertanya dimana,.
"lihat.. dan cari sendiri.. "
cici dan risa masuk mencari setiap sudut yg memang tak ada, membuat mereka kini paham letak kesalahan mereka apa.
"maaf tuan.. kami gagal.. "
"bodoh.. " potong bastian.
"apakah selama aku pergi kalian tak memperlakukan nya dengn baik?.. "
"tidak.. tidak tuan,kami sangat memprilakukan nyonya bagaikan ratu di sini.." ujar cici cepat tak ingin bastian salah paham, bisa² mereka tinggal nama besok atau mungkin sekarang.
"kami tadi sudah memastikan kalau nyonya sudah tidur jadi kami pergi kedapur untuk makan, selebihnya kami serahkan itu pada penjaga.. " jelas risa yg tak ingin di salahkan kepada nya saja.
kini tatapan bastian mengarahkan ke tiga pria itu.
"jadi?.. "
"maaf tuan, tdi kami bertiga makan di didepan jadi kami meninggal nyonya di kamar.."mereka mengakui kesalahan mereka, mereka juga sadar mungkin karena mereka meninggal untuk makan sebentar, fikir mereka tidak papa, toh nyonya sudah tidur.. tpi siapa sangka ini malah petaka bagi mereka.
" bodoh, sialan kalian... "bastian menggeram marah, bahkan urat-urat nya sudah terlihat, sangking emosinya dia.
bugh..
bugh..
bugh..
lagi² mereka kena hajar oleh bastian seperti kesetanan saat ini, untung tom punya solusi klau tidak mungkin mati tu mereka bertiga yg sudah sekarat.
__ADS_1
"tenang.. bastian.. kita lihat CCTV saja, pasti kita dapat melihat kmn istrimu.. " bastian tampa bnyk bicara karena emosi nya masih belum turun sekarang.. dia langsung pergi ke ruang CCTV di ikuti tom, bayu, risa dan cici, sedangkan ketiga pria itu sudah di urus oleh anggota yg lain.. risa juga memerintahkan semua anggota mencari indah di daerah mansion, baik di luar maupun di dalam, jadi menjelang pagi mereka heboh mencari nyonya mereka yg katanya hilang.