
"abng engk mengancam dia kan?.. "
"dikit... "
clista hanya bisa tepuk jidak melihat kelakuan bastian yg seperti anak².
"bnyk perubahan?.. " batin clista sangat merasakan perubahan pada bastian setelah mengenali indah.
"abng mencintainya?.. " tanya clista serius menatap kearah bastian.
"ya, aku sangat mencintainya!. " jawab bastian mantap dan dengn semangat.
clista mengangguk mengerti karna setelah melihat dari mata bastian memang tidak ada kebohongan.
"knp harus mengancam nya?..knp tidk minta dengn Baik baik, abng tau kan itu salah satu yg membuat dia susah untuk mencintai abng atau menerima abng nantinya... "
sebelum menjawab bastian bisa menghela nafas lalu menatap gadis penolong nya itu.
"itu karena dia melihat ku menyiksa penghianat.. "
"dia melihat nya?.. " seolah bertanya dengn tak percaya.
"hm, dia melihat nya.. "
"clista yakin dia akan susah menerima abang dlm keadaan seperti ini " jelas clista sedikit merasa iba pada pria didepannya ini.
"dia tidak perlu mencintai ku, cukup aku yg mencitainya dan dia hanya milik ku seorang, milik bastian putra willem shander.. "ucap bastian serius dengn menekankan katanya.
clista hanya tersenyum tipis mendengar pernyataan itu keluar langsung dari mulut bastian yg dulu nya sama sekali tak tahu apa itu artinya cinta.
" katakan di depannya jangan di depanku, itu lebih baik biar dia tau klau abng sangat mencintainya... "bastian mengangguk lalu berkata.
" suatu hari nanti.. "
"kelamaan, perempuan itu perlunya pernyataan cinta bang bukannya seperti lelaki yg sudah memiliki nya tpi tidak mau mengatakan cinta, bisa saja hal itu yg menjadi masalah dlm keluarga nanti nya.. "
"lilis semakin hari semakin pintar berbicara ya?.. " bastian menaikan salah satu alis, dia juga sangat merasakan perubahan clista semenjak nikah dengn rifqi, tidak sekaku dulu.
"dan ingat lah, perempuan itu sensitif apalgi menyangkut masa lalu,abng harus tau klau senyuman indah yg selama ini kalian lihat itu palsu.. " clista yg tak menghiraukan ucapan bastian malah lanjut membahas indah.
"ha?.. maksudnya?.. " bastian tak paham.
"suatu hari nanti abng akan mengerti,.. " clista bagaikan membuat teka teki dalam ucapannya.
"tidak bisakah tidak membuat teka teki seperti itu lilis?.. "
"ingat satu lagi, jangan pernah buat dia melihat aksi kejam di depan matanya atau membuat dia terluka atau menangis, aku takut suatu hari nanti abng akan menyesal... " jelas clista melanjutkan ucapan nya.
__ADS_1
"lis_.. " ucapan bastian terpotong saat indah datang ke ruang tamu.
"loh kok sepi?.. kemana yg lain?..
" tanya indah duduk di salah satu sofa sambil menatap mereka berdua.
"apa yg kalian bicarakan?.. " karna saat dia datang mereka terlihat sangat serius berbicara.
"tidak ada!.. " jawab bastian cepat tak ingin indah tau.
"abi dan umi ada urusan sama seperti ay.. eh maksudku suami ku dia lagi ke perusahaan.. " jelas clista yg di anggukan indah.
seperti yg dibilng umi tadi, indah akan menemani bastian untuk keliling pesantren dan sekitarnya.
"nah itu, asrama santriwati klau yg di sana asrama santrwan.. " indah menberi tahu kepada bastian yg berada di samping nya.
indah yg merasa tidak mendengar suara bastian pun langsung menoleh kesamping.
"tuan!!.. " indah berhenti dengn menggerakkan tangannya kearah bastian yg temenung dengn menatap dirinya.
"benarkah senyum indah selama ini palsu?.. dan apa maksud dari perkataan lilis tadi?.. knp dia membuat teka teki seperti itu?.. dan maksud masalalu apa?.. aku sudah menyelidiki semua tentang indah, paling hanya ganjal saat kematian orng tuanya!.. tpi kejadian itu tertutup dengn kasus emng kesalahan alami?.. jadi dimn maksud lilis tadi?... "
"aakhhh!!... " bastian mengeram prustasi dengn mengacak rambutnya, indah sedikit menjauh dari bastian yg seperti kesurupan.
indah langsung membacakan ayat² Al-Qur'an agar setan dalam tubuh bastian pergi, bastian yg baru sadar apa yg ia lakukan melihat indah yg kini memejamkan mata dengn tangan kanan kearah dirinya dan tak lupa mulut komat kami baca ayat suci.
" pergi setan jahat!.. pulang ke tempat asal mu!.. "ucap indah menatap bastian musuh.
" ha?.. "beo bastian tak mengerti dengn kelakuan indah.
" aku bukan setan indah, aku ini manusia, bastian calon suamimu.. "jelas bastian agar indah tidak salah paham, dia manusia bukan setan.
" hay setan mana ada ngaku setan, pergi sana atau akan ku lenyapkan kau dari muka bumi ini... "indah terus menunding bastian yg di anggap setan.
" indah aku... "
"Allahu Laila haillah...... " indah mambaca ayat kursi dengn pandangan tak lepas dari setan bastian itu.
bastian yg merasa kesel karna di bilang setan pun oleh indah itu pun langsung ingin menangkap indah, tpi indah dengn gesit menghindar dari bastian dan lari.
"sini kau?.. " teriak bastian sudah kesel melihat kelakuan indah, entah apa yg membuat indah mengatakan dirinya setan.
"hey!.. dasar setan, udah setan mesum lagi... umi abi,..ada setan ngejer indah!!.. " pekik indah dengn terus berlari dari daerah pesantren, keadaan sunyi karena waktunya masih di kelas tpi santriwan maupun santriwati dapat melihat jelas mereka berdua yg seperti main kejar²ran.
"itu bukanya ustazah indah ya?.. " tanya si putri kepada kedua temannya.
"iya itu ustazah indah tapi klau pria itu..."isma menghentikan sejenak ucapannya karna berfikir.
__ADS_1
" dia bng bastian kawan kakak aku.. "sambung dhinda yg tak lain adik kandung clista, kedua sahabatnya hanya ber oh ria.
.
" ih dasar setan, knp kau mengikuti ku!!.. "indah mengeram marah pada bastian yg di anggap setan mesum.
" indah aku bukan setan, aku ini bastian... "bastian frustasi harus menjelaskan kepada indah bagaimana lagi.
" pencuri mana mau ngaku pencuri sama dengn mu setan mana ada ngaku setan, dasar setan... keluar dari tubuh tuan bastian!!.. "indah sudah mulai lelah berlari dengn trus nyerocos membuat nya capek.
" stopp!!.. "indah berhenti dengn salah satu tangan ke arah bastian (seperti ini✋) .. " bastian berhenti tidak jauh dari indah dengn nafas yg normal sedangkan indah seperti orng yg berhadapan dengn sakaratulmaut, ngos-ngosan.
"indah kau tak apa!.. " khawatir bastian yg ingin maju tapi dengn cepat indah mencegah nya.
"te..hah..tap.. hah.. di. hah.. situ.. " akibat nafas yg belum teratur membuat indah susah ngomong.
"oky.. oky, aku akan tetap disini, tapi jangn buat aku khawatir seperti ini!.. "
"eh.. setan bisa khawatir kah?.. "indah bertanya dalam hati dengn manatap bastian menyelidiki.
" kau benaran tuan bastian?.. "tatapan menyelidiki tak lepas dari bastian.
" iya ini aku, kau knp ?.. "bastian berucap dengn kesel.
" benarkah?.. "seolah masih blm percaya.
" ck.. iya ini aku, bastian!.. calon suamimu tpi dengn teganya kau bilang aku setan.. "gerutu bastian kesel, klau bukan calon istri nya pasti udah ia kuliti hidup² orng di depannya ini.
" klau kau tuan bastian knp tadi kyk orng keserupaan, berteriak seperti kesetanan?.. "
"ha?.. kapan?.. " bastian sama sekali tak menyadari apa yg ia lakukan tadi membuat indah menganggap bastian kesurupan.
"tadi!.. oh atau jangan² kau setan lupa lagi?.. " ujar indah tak nyambung.
"ha?.. setan lupa?.. apa ada?.. " bastian ikut jadi membahas setan gara gara indah.
"ya ada adalah, ini buktinya!.. " indah menunjuk dengn lirikan mata dan itu tertangkap oleh bastian membuat dia melotot tak percaya.
"kau ya?.. " geram bastian yg ingin menggapai tubuh indah tpi indah berteriak keras membuat bastian menoleh kebelakang.
"umiiii!!.. "
"mana?.. " bastian celinguk kebelakang nya, takut nanti tidak di restui karena dia ingin menangkap indah.
"eng.. " ucapan bastian berhenti saat melihat indah tak ada di depannya.
"ck.. awas kau wanita resek, kalau udah jadi istri ku huh.. abis kau... "bastian mengeram dalam hati tpi ada sesuatu yg hangat di dadanya seperti nya dia sangat suka melihat kelakuan indah yg membuat nya kesel tpi menyenangkan membuatnya tak akan melepaskan indah begitu saja dalam kehidupan nya.
__ADS_1