
dila pelayan itu keluar dari kamar bastian yg dimana indah yg menempatkannya sekarang.
"maaf nyonya indah, aku bukan lah pembantu yg dapat di sogok apapun yg kau pinta atau inginkan aku akan laporkan pada king kami, dan soal rahasia itu.. maaf mungkin kau akan membenci ku setelah ini... " dila membantin sedih karena merasa bersalah padahal tadi indah memohon agar tidak ada yg tau selain dila saja, tpi dila bukan lah pembantu yg sama seperti pembantu² lain, apabila di sogok atau apapun itu langsung nurut, dila dan sebagian pelayan di sini itu semua nya memiliki beladiri yg tinggi walaupun profesi hanya sebagai pembantu tpi gaji engk main².. mereka juga termasuk anggota black rose yg berarti mawar hitam merupakan organisasi bawah yg di ketuai oleh bastian sendiri.
dila menyelusuri lorong dengn pria² bersenjata berlalu lalang mengerjakan tugas masing-masing, markas di Indonesia tidaklah besar seperti markas yg di Italia tpi menurut orng biasa itu sungguh besar bagaikan istana, dan anggota nya pun lebih bnyk di markas utama.
"ada keperluan apa dila?.. " tanya petugas keamanan yg sedang menjaga pintu pribadi bastian.
"saya ingin berjumpa king.. "ujar dila dingin menatap kedua pria itu.
" king lagi sibuk dia tidak ingin di ganggu!.. "
"baiklah... bila kau terus menghalangi ku jangan salahkan king menyesal karena sudah ketinggalan informasi tentang queen kita... " dila sedikit mengancam mereka yg kini tampa berfikir.
"baik, tunggu sebentar.. " salah satu pria itu masuk.
.
"jadi benar mereka orng yg sama!.. " rahang bastian mengeras rasa nya ingin membunuh mereka tpi masih blm tau siapa dalangnya.
__ADS_1
"benar king, penghianat kita sama sekali tidak membuka mulut dan mereka semuanya tewas sekarang... mungkin kita akan susah untuk mencari siapa dalang semua ini... "ujar bayu.
" apakah erick tidak bisa melacak nya sama sekali?.. "
"tidak king.. mungkin mereka punya hacker yg lebih unggul dari kita... "
"cih.. engk berguna.. " bastian mendecih karena blm bisa menemukan titik terang tentang masalah nya ini.
"apa kita perlu mencari tuan tom king?.."usul bayu mendapatkan ide.
" bagus, asisten daddy itu juga pintar tpi dia selama ini kan menghilang mungkin kita akan susah juga menemukannya.. "ujar bastian.
" iya king, tpi kita masih ada harapan lalu kita mengungkapkan ini semua.. "bastian mengangguk pelan.
" permisi king.. "hormat penjaga itu.
" bila tidak penting, siap² kehilangan kepala mu.. "ucap bastian dingin.
glek..
__ADS_1
pria itu dengn susah menelan salivanya.
" maaf king, ini masalah queen.. "ujar pria itu takut².
bastian sontak langsung berdiri di ikut bayu juga, bastian kaget tiba anak buahnya membahas indah, emng knp?.
" knp dengn istri ku?.. "wajah bastian menggelap.
" it.. itu, dila pelayan kamar queen yg ingin berjumpa king, katanya ingin membahas tentang queen.. "
"knp kau mengatakan itu lambat sekali, cepat suruh dila masuk.. " Tiba-tiba bastian naik darah, mungkin takut ada sesuatu yg terjadi pada indah.
"baik.. " pria itu bergegas keluar dengn perasaan lega.
"cepat masuk, oh y klau kau mengatakan hal yg tidak penting siap² lah kepala mu sebagai jaminan.. " pria itu sedikit mengancam dila yg acuh dan lalu masuk, tpi sebelum masuk dila mengatakan sesuatu.
"bila kepala ku hilang aku pastikan kepalamu juga hilang... " setelah itu menghilang dari balik pintu yg menyisahkan pria itu menggeram.
"sabar bro.. " ujar teman di sebelahnya.
__ADS_1
"sialan kau!.. " marah pria itu.
"aneh, di suruh sabar malah maki aku, dasar engk tau di untung... "batin teman pria itu merengut kesel.