
di sisi lain..
bastian mengeram marah karena dia di ikuti banyak mobil mungkin sekitar 20 mobil mengejarnya dengn berbagai peluru yg meleset.
indah hanya bisa meringkuk ketakutan, dia merasa ajalnya sudah sangat dekat apalagi bastian mengemudi bagaikan kesetanan tampa rem.
"tenang lah,kita akan selamat... " di saat genting seperti ini sempet² nya bastian menenagkan indah dengn cara mengelus kepala indah dengn pelan, indah menggguk ketakutan sebagai tanda respon atas ucapan bastian.
bastian kembali fokus kedepan dan sesekali melihat kebelakang yg ternyata mereka sudah sangat dekat.
keadaan jalan sangat sunyi bahkan sangat menyeramkan dengn jurang terjal di antara jalan dan pepohonan yg menjulang tinggi, sudah di pastikan bahwa di bawah jurang itu pasti ada sungai yg mengalir dengn deras.
suasana semakin tegang saat melihat di depan jalan sudah ada beberapa mobil yg menghalangi jalannya.
"sial.. " umpat bastian geram.
indah yg tadi meringkuk ketakutan kini melihat sekitar karena mobilnya tiba-tiba berhenti, iya kira dia sudah selamat tpi setelah melihat mobil mereka di keliling oleh pria² bertopeng membuat indah takut dan gemetaran.
"ya.. Allah " hanya satu nama yg teringat saat lagi keadaan seperti ini.
"tenang sayang, kamu di sini saja, aku akan keluar.. " lagi² bastian mencoba menenangkan indah.
"keluar kau pengecut!.. " teriak salah satu pria yg tubuhnya seperti algojo dengn wajah yg tak terlihat.
"cih.. kalian yg pengecut beraninya main keroyokan... " bastian yg baru keluar dari mobil dengn gaya gagah dan cool, indah di dalam mobil hanya melihat sambil memohon keselamatan pada Tuhannya.
"hahaha... udh di ambang kematian masih aja sok cool,.. " pria itu tertawa sejenak lalu menatap tajam bastian.
"kali ini kau akan mati!!.. serang!!.. "" teriak pria itu menggema di sunyi malam ini.
seluruh pria bertopeng langsung menyerah bastian membabi buta, tampa ampun mereka menyerang dengn tenaga penuh.
bastian tidak hanya diam saja di membalas serangan mereka, untung dia membawa pistol kemana pun membuat nya sedikit merasa menang walaupun hanya secuil.
fokus bastian teralihkan dengn pria bertopeng itu menyerbu mobilnya juga yg berisi indah yg ketakutan.
"buka!!... buka pintunya!!.. "karena merasa di abaikan pria itu langsung mengambil batu untuk memecahkan mobil itu namun sayang tampa di duga peluru meleset pas di kepala pria itu.
__ADS_1
dor....
" akhhhh.!!.."darah pria itu muncrat kemana-mana, indah sungguh tak tau apa yg harus iya buat, badannya gemetaran takut.
"ya-ya A-Allah s-selamatkan ka-kami.. " indah mengucapkan itu dengn nada gemetaran bahkan air mata sudah turun dari tadi di balik cadar nya itu.
"apa yg harus aku lakukan?.. "batin indah seolah bertanya kepada diri sendiri.
" sialan kau!!.. serang dia!!.. "pria yg dia akui sebagai bos mereka mengamuk karena bastian membunuh satu persatu anak buahnya.
dengn tenaga yg tidak terlalu bnyk kerena tubuhnya juga terluka akibat mereka yg main keroyokan.
" sial.. "umpat bastian menggeram karena terjebak di situasi yg tak menguntungkan.
nafas bastian terengah-engah dia menatap mereka dengn tatapan membunuh dengn tempat sekitar bnyk genangn darah dan mayat di mana².
bastian merasa tidak punya pilihan lain selain menghindar, dia melirik mobil yg indah berada aman di sana, bastian sedikit lega akan itu, karena pria bertopeng ini benar-benar mengincarnya.
"siapa sebenarnya kalian?.. " tanya bastian menatap mereka yg tidak terlalu jauh, kini posisi bastian berada di depan mobil dia sendiri.
melihat bos mereka tertawa membuat anak buah yg lain ikut tertawa.
bastian hanya bisa mengepalkan tangannya di balik badannya.
"aku tanya sekali lagi siapa kalian!.. " bastian bertanya dengn nada marah padahal dlm hati sudah was wasan, bukan takut tp hanya menduga-duga apa mereka orng yg sama?.
"wow... santai brader, knp marah² hm?.. "
ucapan pria itu sungguh memancing amarah bastian yg sudah ingin meledak saat ini.
"katakan!!.. " bentak bastian tertahan sungguh ingin melahap orng² di depannya, emng tidak bnyk lagi karena sebagian sudah masuk alam baka di buat bastian.
"kau tak ingat kami?.. " bukan menjawab tpi malah bertanya.
bastian menggeram marah, berarti benar mereka adalah orng yg sama membunuh kedua orng tuanya, walaupun penghianat itu sudah di tangkap tpi ada sebagian orng luar yg ingin mengabiskan mereka saat itu.
"sebenarnya siapa dalang semua ini?.. "
__ADS_1
melihat mereka yg lengah tampa bnyk bicara bastian masuk ke mobil dan menancap gas di depan mereka. membuat pria itu terkejutnya dan mmenyingkir agar tidak ketabrak.
"kejar dia!!.. sialan kalian kenapa lengah ha!!.. " pekik bos mereka.
mereka semua dengn cepat mengejar mobil bastian yg melaju dengn kencang.
"sial.. " lagi² bastian mengumpat kesel.
indah meringkuk ketakutan bahakn mencuri pandang pada bastian yg kini sungguh memprihatinkan dengn luka² di bagian tubuh.
"mereka!!.. " enth gimn lagi rasa amarah bastian kali ini sangat tidak bisa di gambar kan, saat melihat ternyata ada anggota pria bertopeng itu di depan mereka, kini mereka benar bener terjebak.
"sayang!.. gimna pun keadaan nya kau jangan pernah pisah dengn ku, paham.. " bastian menatap indah sekilas.
"iya, tpi apa yg harus kita lakukan?.. " dari sekian lamanya akhirnya indah membuka suara.
"terjun!.. "
"apa!!.. "
"pegangan kuat!!.. " indah kali ini tidak protes dia memegang apa saja yg dapat ia pegang sama memejam mata memohon keselamatan, tpi dia pasrah kali ini, mungkin seperti ini ajal nya dia.
"ma, pa.. indah nyusul kalian... selamat tinggal umi abi..."
seketika bastian langsung membanting stir, dan tampa beban mobil langsung terjun ke jurang itu.
pria bertopeng itu berhenti dan langsung keluar dari mobil saat melihat betapa nekatnya bastian.
"gimn?.. "
"kita pulang, dan bilang saja sama tuan bahwa dia sudah mati dengn istrinya!.. "
"tapi!.. "
"jangan membantah!.. " bentak bos mereka.
tak ada yg membantah lgi, setelah itu mereka meninggal tempat itu di mana bastian dan indah terjun bebas di bawah sana.
__ADS_1