Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 59


__ADS_3

"ini tidak mungkin dia kan?... " indah menggelengkan kepalanya tak percaya dengn air mata bahkan turun sendiri di pipinya tampa bisa di cegah.


"hiks.. hiks... ke.. kenapa wajah pria itu ada di si.. sini.. " indah tak sanggup berdiri kini langsung luruh di lantai dingin itu.


"tidak.. mungkin kan?.. " indah lagi² meracau tak mungkin, sambil memperhatikan wajah seorng pria yg tampak gagah dan muda bersama seorang wanita cantik di samping nya yg sedang tersenyum manis.


wajah pria itu persis seperti pria yg iya lihat saat kejadian celakaan kedua orng tuanya, sungguh membuat indah terpukul.


"jadi pria ini siapanya bastian?.. "gumam indah menatap intens foto besar itu, sungguh sangat mirip dengn pria yg ia lihat malam itu, walaupun indah saat itu masih kecil tpi iya sangat jelas mengingat wajah dua orng yg membuat kedua orng tua tersayang nya tewas.


indah termenung, dengn tatapan kosong kebawah, keadaan indah yg masih memakai baju tidur dengn lengan panjang dan hanya menggunakan hijab kurung, karena tdi niatnya hanya kedapur jadi di lupa memakai cadar, tpi siapa sangka di malah menemukan ruang rahasia bahkan isinya sangat mengejutkan.


indah meremas dadanya yg sesak, antara sakit hati dan sesuatu yg aneh di sana.


"hiks... klau bastian ada hubungannya dengn pria itu...aku tak akan mau melihat nya.. " rasanya indah ingin berteriak menghilang sesak di dadanya yg semakin menjadi.


"hiks... uhuk.. uhuk.. " indah terbatuk² dia berdiri dengn sempoyongan seperti tak bertenaga, rencananya ingin meninggalkan tempat ini, tpi siapa sangka bastian dan 4 pengikutnya datang secara tiba2 membuatnya terkejut karena bastian sudah kembali setelah 3 bulan ini tak jumpa.


"sayang!!.. " teriak bastian khwatir dan antara tak percaya,melihat indah sedang menangis, bastian lari dan langsung memeluk indah dengn erat.


"sayang kamu engk papakan?.. "


indah hanya diam, dia memejam matanya menikmati pelukan bastian, sepertinya dia nyaman seperti ini.


"sa.. "


"aku engk papa.. " suara indah yg pelan dan serak.


"kenapa... " bastian yg ingin bertanya kenapa indah menangis tpi terhenti saat indah melepaskan pelukan dan bertanya.


"dia siapa mu?... " sambil menujuk foto itu lagi.


bastian sudah menyangka klau indah sudah masuk di sini pasti indah sudah melihat foto itu, dan...


bastian melirik buku itu yg tampak tak berdebu, dalam hati ia khawatir dengn indah.


"yah aku sudah tau kau seorang mafia bukan?... " ujar indah mengejutkan mereka semua.


"sayang.. aku bisa jelaskan..in.. "


"kau tak menjawab pertanyaan ku... siapa mereka!!... " indah meninggikan suaranya, entah knp dia sangat emosian sekarang.


"dia kedua orng tua ku... "jawab bastian jujur.


degh..

__ADS_1


hati indah seperti hancur berkeping-keping, sungguh tak menyangka orng yg telah membunuh kedua orng tuanya adalah ayah suaminya sendiri yg tak lain adalah mafia juga.


" jangan mendekat, berhenti di situ.."teriak indah meminta bastian menjauh.


"ada sayang, ada apa dengn mu.. " bastian sungguh tak mengerti dengn indah yg tiba-tiba seperti ini, bahkan air mata terus mengalir deras.


"jangan bergerak ku bilang.. atau.. gunting ini akan melukaiku.. " indah yg melihat gunting di atas meja dekat buku itu langsung mengambil, dan mengarahkannya pada dirinya, fikiran indah kini kalut, karena shok dengn kenyataan ini.


"apa yg kau lakukan indah" marah bastian melihat indah yg tiba-tiba nekat seperti ini, bastian ingin maju namun di cegah oleh tuan tom.


"bastian, jangan mendekati nya seperti dia tak main² dengn ucapannya... "


suara tuan tom mengalihkan pandangan indah yg memang dari tadi fokus.


degh..


lagi² indah terkejut,..


"wajah nya!... "


"siapa anda tuan?... "


tuan tom menyatukan alis bingung karena tiba-tiba di tanya.


"berhenti... aku bilang berhenti... ka.. kau apakah kerja dengn pria ini?... " indah blm bisa memastikan klau pria ini juga termasuk dalm perencanaan pembunuh orng tuanya karena wajah tuan tom yg sudah tak muda beda dengn yg di foto itu yg tampak muda jadi indah langsung jelas tau klau pria itu lah pelakunnya.


"iya.. saya asisten tuan mendiang arvando... " ujar tuan tom menghentikan langkahnya, karna gunting tumpul sudah ingin menusuk perut indah bila dia melanjutkan langkahnya.


"hiks... ka.. kau, pria itu juga... " indah tak bisa lagi menahan amarah nya yg seperti sudah melebihi batas.


"apa maksudmu sayang?.. " bastian yg binggung dengn indah begitu dengn yg lain yg tak paham.


"jangan panggil aku sayang, aku mau kita bercerai... aku engk mau punya ayah mertua yg membunuh orng tuaku dan seorang suami mafia!!!...... " teriak indah seperti seseorang kehilangan akal.


jederr.....


mereka semua terkejut mendengar itu,bastian tak Terima indah yg meminta cerai seenaknya.


"tidak.. aku tak akan menceraikan mu sampai matipun... " tatapan bastian sangat tajam menatap indah.


"aku engk perduli... yg penting aku mau pisah aku engk mau punya mertua pembunuh dan suami seperti mu... " bantah indah tak Terima, air mata semakin deras mengalir, dia tak Terima.. ini tidak adil baginya.


"indah!!!... "bentak bastian membuat hati indah semakin sakit, bastian bingung antara maju dan menghentikan indah yg benar-benar sudah tidak waras kali ini.


sedang tom hanya terdiam mendengar kata pembunuh keluar dari mulut indah dia merupakan anggota mafia juga yg masih di ketuai oleh daddy bastian dulu, arvando... mereka suka membunuh tpi mereka melihat juga siapa yg mereka bunuh, bukan asal² bunuh.

__ADS_1


"kami memang pembunuh tpi itu berlaku pada musuh dan penghianat jadi siapa orng tuamu... " ujar tom yg masih santai dalm ucapan.


"sudirman!.. pasti kau mengenalnya kan, dia menggunakan nama samaran yaitu alex... "


degh...


bastian sudah menduga saat melihat foto keluarga indah yg tampak mirip dengn uncle alex dan ternyata itu benar.


tom tak bisa klau tidak terkejut, dia sangat kenal dengn alex itu.


"jadi kau anak alex?.. " tanya tom penasaran antara percaya dan tak percaya.


"ya!.. aku anaknya, apakah kau terkejut mendengar nya, karena anak orng kau bunuh dengn bos mu itu di depan matamu... apakah kau akan membunuh ku juga.. "


tuan tom tak bisa berkata² mendengar itu, emng terdengar kasar tpi itulah indah yg sudah benar gila gara mereka.


"apa maksudnya uncle, apa benar uncle dan daddy yg membunuh uncle alex?..bukankah kata daddy uncle alex berhenti?.. dan pergi jauh... jawab uncle.. "tanya bastian menatap tom serius.


" ya benar kami yg telah membunuhnya... "jujur tom.


" kalian... "


"tpi kami punya alasan... " ujar tom cepat sebelum bastian yg ingin menghajarnya dan pasti dia kena maki oleh indah bila tidak cepat memotong pembicaraannya.


"papaku tak mungkin seorng penghianat... " ujar indah duluan, karena tak ingin tuan tom menuduh ayahnya.


"ya, alex emng tak penghianat, dia juga tak ikut campur tentang dunia bawah, dia orng baik dan ramah, di bekerja di perusahaan shader dulu.. menjadi salah satu pekerja disana yg jabatan lumayan tinggi... " ujar tom yg mulai cerita.


"lalu kenapa kalian membunuh mertuaku?.. "


"aku hanya menjalankan perintah bastian, apa daya nya seorng yg memang sudah bekerja menjadi bawahan yg pastinya akan di suruh sesuai kemauan tuannya... "


"aku memblongkan rem mobil alex sesuai perintah, saat sebelumnya aku sudah memantau klau dalam 1 mobil itu ada 3 orng, alex, istrinya dan anak perempuannya... yg mungkin itu adalah istri mu bastian... "


"jangan memutuskan ucapanku, karena mungkin setelah aku bercerita.. kita dapat lihat siapa sebenarnya dalangnya... " ujar tom cepat melihat bastian ingin berbicara, sedangkan bayu, risa dan cici hanya melihat dari belakang mereka sama sekali tak ada niat untuk ikut campur yg memang mereka tidak tau.


"sebenarnya tuan arvando hanya menargetkan alex saja, tpi seperti nya sifat ketidak sabaran tuan arvando membuat nya langsung memutuskan untuk langsung melancarkan aksinya... "


"tuan bahkan rela datang ke Indonesia hanya untuk melihat alex mati di depannya,...itu karena tuan krisvo atau adik kandung tuan arvando, menghasut tuan , entah apa itu saya pun engk tau, yg jelas membuat tuan rela membunuh pekerjanya bahkan mamamu ikut Imbasnya indah... "


"maafkan uncle... karena itu bukan kemauan uncle itu semua terpaksa.... " tom memandang indah yg sangat menyedihkan sekarang.


"jadi.. dia lagi..." bastian hanya bisa menahan amarah sekarang, dia tak menyangka di balik kematian kedua orng tua indah ternyata hasutan uncle kandungnya sendiri, walaupun bastian memang tak akrab dengn nya tpi masih menganggap dia itu paman nya.


tpi setelah mengetahui kebenarannya kematian orng tua indah dan orng tuan bastian bahkan pria bertopeng itu juga ulah nya membuat, emosi bastian sudah di umbun², karena ingin meledak sekarang juga, tpi bastian memikirkan indah yg pasti sangat shok dan pasti blm bisa menerima kenyataan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2