Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 45


__ADS_3

karena khawatir dengn kondisi indah yg semakin memburuk, membuat bastian mengusir mereka dari kamarnya, walaupun mereka ingin membantu proses penyembuhan nya tpi bastian sama sekali tak ingin di bantah, membuat mereka keluar dengn perasaan tak menentu.


"semoga berhasil, ya Allah padamu ku meminta pertolongan kali ini kabul kan lah permintaan manusia penuh dosa ini.. " lirih bastian yg akan memasukan cairan yg berwarna hijau sedikit kehitaman itu ke dalam mulut indah.


tak lama cairan itu masuk tiba-tiba indah seperti kejang² sebentar, bastian yg melihat itu langsung mendudukkan indah dengn sebuah ember di tangannya,lalu indah langsung memuntahkan cairan hitam pekat.


owekkk... owekkk...


cairan itu begitu pekat dan bau busuk tpi tak membuat bastian merasa risih dia malah memijit tengkuk indah agar semua racun itu keluar dari tubuhnya, perlahan warna di area wajah dan dada indah kembali seperti semula sebagai mana warna kulit nya yg putih tpi pucat.


bastian melihat racun itu sudah keluar membuatnya tak bisa klau tidak meneteskan air mata bahagia, perlahan ia membaringkan tubuh indah membuang racun yg di ember itu ke kamar mandi dengn tak lupa membawa air hangat lalu membasuh seluruh tubuh indah, agar wangi kembali.


"aku tinggal dulu ya sayang... cup.. " dengn ciuman singkat laku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sendiri yg memang blm mandi seharian ini.


"ini lebih baik.. " ujar bastian saat sudah selesai mandi dan kini menuju tempat tidur yg di mana indah yg masih blm sadar diri.

__ADS_1


bastian naik di kasur itu lalu memeluk indah bagaikan berlian yg sangat berharga yg harus di istimewakan.


"maaf kan aku sayang!.. maaf!.. aku mencintaimu tolong saat kamu bngun jangan pergi dari ku.. aku tak ingin kehilangan mu.. " bastian memeluk indah erat dengn kepala indah berasa di dada bastian, tangan bastian sebagai bantal kepala indah sedang satu lagi mengelus perut datar indah! dia sangat² mencintai indah sekarang bahkan berkali-kali lipat. saat mengetahui ia akan menjadi seorang ayah.


"maaf kan ayahku, dia tak tau klau ini hanya jebakan paman bajingan itu, maaf sayang karnanya membuatmu sengsara selama ini dan tak merasakan kasih sayang orng tua kandung sendiri.. maaf sayang.. "


"memang kamu tak mendapatkan kasih sayang saat kecil, apa bedanya dengn diriku mempunyai orng tua tpi bagaikan tak punya orng tau, kamu pikir aku mendapatkan kasih sayang seperti orng lain rasakan.. sayang!. jawabannya salah, aku di didik dengn keras tak boleh lemah, mommyku.. dia sudah bilng sama daddy agar tak terlalu keras padaku tpi daddy tak mendengarkan, bahkan tubuhku yg terluka hingga aku pingsan akibat latihan yg begitu keras barulah daddy menyuruh anak buahnya untuk membawaku kerumah sakit.. "


"hahaha, kalau aku tak pingsan aku yakin pria itu akan menjadikan aku robot dengn sesuka hatinya saja.. " bastian bercerita dengn tertawa tersakiti bahkan air matanya mengalir bahwa itu sebagai tanda betapa sakitnya dulu hingga membuatnya kejam seperti ini.


"sayang!.. ka.. kamu.. " bastian tak bisa berkata-kata langsung memeluk erat indah dengn menangis di di sana.


"maaf!!.. " suara indah hampir tak terdengar tpi masih sanggup bastian denger, indah sebenarnya sudah sadar saat bastian masuk ke kamar mandi, indah sangat tak menyangka ia masih di berikan kehidupan lagi.


saat indah ingin duduk tpi tubuhnya yg lemah membuatnya iya hanya dia saja, saat mendengar seseorang keluar kamar mandi indah pura pura tidur sampai di mana bastian memeluk nya dan bercerita panjang tentang semuanya.

__ADS_1


"ternyata kehidupan nya lebih pahit dari pada kehidupan ku.. "batin indah, walaupun tak merasakan kasih sayang orng tua kandung tapi dia sangat lah di sayangi di keluarga angkatnya, beda dengn bastian punya keluarga utuh tapi seperti menyiksa di setiap waktunya.


kembali lagi..


"tolong jangan tinggalkan aku sayang.. hiks.. maaf!. "


"haus!.. " ucap pelan indah, membuat bastian baru sadar kalau indah pasti kekuarangan cairan dan makanan.


"sabar ya sayang!.. tunggu di sini!.. sebentar aku akan kembali... "


cup.. cup.. cup.. cup...


sebelum pergi bastian mengecup seluruh wajah indah dengn perasaan senang pergi keluar kamar, meninggalkan indah yg melongo di buatnya.


"dia manis sekali?.. " indah heran prilaku bastian yg sungguh berlebihan, apa dia tadi mau mati y?.. fikirnya karena melihat tingkah aneh bastian.

__ADS_1


__ADS_2