
tidak sampai kurung satu hari mereka sangat senang mendapatkan tumbuhan yg memang cukup langka membuat mereka harus bergerak dengn cepat dan dengn jumlah bnyk untuk mendapatkan nya.
"kalian kembali ke markas!.. biar saya yg membawa tumbuhan ini pada king kalian.. " ujar tuan tom pada mereka.
"baik tuan!!.. " kompak mereka dengn patuh, lalu pergi dari sana, begitu juga tom yg pergi mengendarai mobil dengn kecepatan penuh menuju ke mansion bastian.
jarak yg lumayan jauh membuatnya lama sampai di sana.
"mungkin hanya ini yg dapat aku lakukan demi menembus kesalahan di masa lalu ku.. " gumam tom dengn melirik tumbuhan yg sudah di masukan kotak agar aman, lalu menatap lurus kembali.
tom merasa bersalah kepada indah. membuat turun tangan sendiri mencari tumbuhan itu, yg memang langka klau bukan bastian mengerahkan hampir seluruh anak buahnya mencari tumbuhan itu, tom sudah yakin mungkin ia tak akan menemukan tumbuhan itu dengn cepat.
.
"tuan, tuan tom telah berhasil menemukan tumbuhan itu... " ujar risa menundukkan kepalanya saat bastian membukakan pintu dengn setelah ala islam.
walaupun risa terkejut melihat perubahan kingnya, tpi dia tak berani bertanya atau berkata hal yg spele membuat mati,..
"hm, suruh dia keruang pribadi ku, aku akan menyusul, lewat telpon saja, karna aku akan keluar dari kamar... aku tugas kan kau menjaga istri ku dengn baik..., bawa Clara juga masuk.. untuk jaga².."perintah bastian masuk kembali ke kamarnya, meninggalkan risa menelepon tuan tom dan Clara, sesuai dengn arahan bastian.
tak lama kemudian bastian keluar dengn baju yg sudah berganti bukan baju muslim lagi.
"jaga istriku!!... " sekali lagi bastian memperingati risa, tpi kini sudah ada Clara juga yg menundukkan kepala.
"baik!.. "
.
"gimn?.. "tanya bastian saat memasuki ruang pribadinya yg tak pernah orng masuk, tempat ini adalah tempat pembuat racun dan penawar, yg memang bastian sangat ahli dalam hal seperti ini.
__ADS_1
" saya mendapatkan nya.. sebaiknya kita buat sekarang, karna kau pasti taukan racun itu mematikan?.. "ujar tom sambil membawa tumbuhan itu di atas meja dan membukanya.
" hem.. "singkat bastian langsung membuat dengn hal² orng yg tak tau. (termasuk author sih hehe😁😅)
.
" hay.. "senyum sinis dengn menyapa tak berdosa.
" tolong, lepaskan kami!.. kami tidak salah!.. "pekik mereka yg terkurung dalam jeruji besi.
" hahaha... mimpilah kalian, itu akibatnya klau kalian bermain² di dalam mansion ini... "tawa wanita itu pecah dan tak lupa senyuman mengejek.
" kami tak salah!.. kami tak bersalah cici!.. "
"sialan kau cici, bukan kah kau pembantu juga?.. knp kau tak terkurung seperti kami!.. " maki seseorang dari bnyk nya pembantu.
sedangkan cici orng yg di maki dan di bentak hanya bisa geleng-geleng pelan, dengn senyuman remehny tak pernah pudar.
"aku!.. penggoda?.. " dengn tiba-tiba mengubah wajahnya dengn polos dan menunjukkan diri sendiri.
"y kau penggoda ******!!.. harusnya kau juga berada di dalam seperti kami juga bukan?.. tpi knp kau ada di luar sel ini?.. ha.. klau bukan nya kau telah menggoda tuan kami!.. " cerocos wanita yg sedikit tua dari cici.
"siapa nama mu?.. " tanya cici dengn perlahan mendekati sel itu, untuk melihat jelas siapa wanita itu, walaupun dia bekerja di mansion ini tpi karakternya yg tak bergaul sesama pekerja, ada! namun sedikit selebihnya cici suka bersama risa.
"aku viona... " jawabnya dengn bangga.
"baiklah Viona!.. karena kau telah memaki ku dari tadi, padahal yg lain pada ketakutan loh.. karena sebentar lagi hidup nya tak aman, tapi kau malah ingin mencari kematian dengn cepat..." ujar cici menatap Viona dari bawah sampai keatas.
sedangkan yg lain ketakutan melihat wajah cici yg serius dan menyeramkan dengn seringai tak pernah mereka lihat, yg mereka tau cici adalah pembantu seperti mereka yg ceria dan sopan tpi sekarang beda sekali yg mereka lihat.
__ADS_1
"cih... siapa kau... "
dor...
akhhhhhh!!..
teriakan satu sel wanita itu terdengar jelas sangat ketakutan saat melihat Viona yg mati di tempat, bahkan mereka yg dari tadi diam karena ketakutan pun menjerit semakin takut karena darah Viona yg kemana-mana, bahkan mengenai tubuh mereka.
"peringatkan pertama, bila membangkang, aku tak akan segan membunuh kalian, begitu juga dengn kalian!.. " sambil melirik di jeruji basi milik para pembantu laki-laki juga.
mereka semua ketakutan melihat cici bagaikan malaikat pencabut nyawa mereka.
"ayo mengaku siapa yg meracuni nyonya muda, maka yg lainnya akan selamat,.. " ujar cici duduk tidak jauh dari mereka sambil meminum minumannya.
"ayo mengaku lah.. " walaupun dalam hati cici sudah yakin mana mungkin mereka mengaku begitu saja, lebih baik mati bersama.. itulah yg di fikir kan cici.
"kalian mengaku lah.. aku tak ingin mati, aku tak bersalah... mengaku lah kalian.." bentak wanita pada para pembantu lainya.
"iya mengaku lah.. kami tak ingin mati!.."
"klau sampai kami mati aku bersumpah akan mengutuk orng yg telah membuat aku seperti ini.. " geram mereka karena tak ada yg mengaku.
cici hanya menonton mereka, saat mendengar keributan di sel wanita dan pria itu, meminta mengaku karena mereka ingin hidup.
"aku tau di antara kalian pasti ada satu atau dua penghianat di sana.. " batin cici sambil bersantai menunggu arahan dari king nya, walaupun cici akan kena semprot karena telah membunuh satu tawanan king nya, tapi dalam keadaan seperti ini cici pasti yakin king nya tak akan marah.
"sial kali hari ini, seperti aku akan mati seperti diriku yg bodoh itu... " sambil melirik temannya yg sudah tewas.
"kau bodoh bngt vio, semoga tuan menyelamatkan aku dan membunuh seluruh manusia di mansion ini. termasuk ***** satu i*tu.. " umpat seseorang dlm hati sambil sesekali mencuri pandang pada cici.
__ADS_1