Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 64


__ADS_3

"sebaiknya kau istirahat bastian, ini sudah sangat larut... "


hah..


"anak ini sama seperti ayahnya yg keras kepala.. " batin tom hanya bisa geleng-geleng melihat bastian tak menghiraukan dirinya yg dari tdi berbicara.


jam sudah menunjukkan pukul 2 dini tpi bastian dan tom blm juga menyelesainkan membuat penawaran yg memang butuh waktu, tpi demi istri tersayang bastian rela tak beristirahat dari siang tadi, bahkan hanya sekedar makan saja tak sempat.


yg ada di fikiran bastian hanya bagaimana menyelamatkan istri dan anak dalm kandung indah, walaupun sudah ratusan kali tom menegur bastian agar beristirahat walau hanya sebentar tpi sama sekali tak di indahkan bastian sama sekalian.


drettt.. drettt..drettt


tom yg lagi duduk sambil meminum kopi agar tidak tertidur, tiba tiba saja ponselnya berbunyi membuat nya terkejut.


"dasar ponsel sialan, buat orng terkejut saja.. " gerutu tom yg memang terkejut.


"apa!!.. " sentak tom yg memang kesel karena di ganggu.


"nyonya!.. " dingin risa tak mempan dengn sentakan tom itu.


"knp dengn istri bastian,.. " ucapan tom sukses membuat bastian berhenti membuat penawar di langsung menoleh, dan begitu juga dengn tom yg melihat ke arah bastian.


"..... "

__ADS_1


"baiklah, jaga nyonya kalian.. oh ya suruh Clara agar memberi obat agar racun itu berhenti menyebar!.. " perintah tom setelah mendengar penjelasan risa di sebrang telpon.


"baik.. "


"racun itu sudah menyebar?.. "


"ya!.. sebaiknya kita cepat, kita tak punya waktu lagi.... " ujar tom langsung melanjutkan pekerjaan nya.


sedangkan bastian sudah yakin klau racun itu semakin menyebar makan dari itu dia tak berhenti dari tadi, klau semisal dia berhenti ia yakin penawar itu tak akan siap.


.


"duh, gimn ini?.. " Clara khawatir melihat kondisi indah semakin memburuk, wajahnya yg sudah pucat di campur membiru di area wajah hingga ke dadanya.


"apa yg terjadi bila warna itu menyebar di seluruh tubuh nyonya?.. " tanya risa sambil menatap warna yg terus bergerak, menandakan itu racun semakin menyebar, bahakan risa bisa merasakan dingin nya tubuh indah.


hah..


"aku tau arti itu... " ujar cici menatap sedih nyonya mudanya itu, padahal baru ia lihat king yg dulunya kejam nya tak ketulungan kini berubah sedikit² karena seorng wanita, tpi sekarang apa?.. Tuhan seperti ingin mengembalikan sifat king nya itu seperti dulu mungkin akan lebih parah kau semisal orng yg ia cinta meninggalkan dirinya seperti ini.


"gimn dengn mereka?.. " tanya risa yg menatap cici yg berada di depannya, memang posisi mereka bertiga ada di sofa kamar bastian sedangkan indah masih di posisi yg sama yaitu berbaring di kasur dlm keadaan yg semakin buruk.


"masih sama tak ada yg mengaku!.. " ujar cici mls dia masih kesel dengn wanita yg ia bunuh itu.

__ADS_1


"sangat susah, ternyata.. " gumam risa sambil mengetuk dagu dengn jari. telunjuk nya.


"sebaiknya kita urus itu kebelakang saja, yg terpenting sekarang gimn dengn nyonya kalian... " ucapan Clara membuyarkan mereka berdua yg sedang mikir.


mereka bercerita mengenai masalah kondisi indah yg tak ada perubahan sama sekali walaupun sudah memberikan pil penghambat racun agar tak menyebar tpi bagaikan tak mempan sama sekali.


"kau tidur lah Clara pasti kau mengantuk,. " ucap risa sedikit perhatian.


"kau perhatian sekali risa.. " binar Clara yg memang mengantuk, dia tak biasa tidur selarut ini, walaupun pernah tpi sama saja tubuhnya butuh istirahat juga, bukan seperti dua wanita di depannya yg sudah terbiasa jadi mau tidur atau tidak itu bukan masalah bagi mereka.


baru saja Clara ingin berbaring di sofa panjang itu, Tiba-tiba ada yg membuka pintu, dengn langkah terburu-buru menghampiri mereka.


"gimn?.. " tanya tom pada mereka bertiga tidak seperti bastian langsung menuju di tempat tidur tempat indah berada.


bastian ingin menangis melihat indah yg entah seperti apa sekarang, pucat dan wajah sudah membiru.


"tutup mata mu uncle.. " ujar dingin bastian, tom yg tak tau apa² langsung menutup mata dan berbalik agar tak melihat bastian yg entah lagi ngapain.


cici juga ingin menutup mata karena ia fikir tuannya ingin melakukan hal yg tak baik di pandang oleh dirinya.


"ngapain nutup mata, kita kan perempuan.. tuan paling hanya mengecek sudah sampai mana racun itu menjalar... " bisik Clara pada cici sambil melirik bastian yg memang lagi melihat racun itu.


"hehe.. benar.. "

__ADS_1


"sudah sampai di sini!.. " ada raut khwatiran penuh, saat melihat racun itu hampir menyebar di perut indah.


"aku tak akan biarkan anak ku tak selamat.. "


__ADS_2