
"ibuk!.. ibuk!.. ibuk!.. hiks... ibukkk!!!.. "
"bangunlah sayang!!.. aduh gimana ini?..., apakah yg di maksud wanita itu?.."
seorang wanita yg tampak masih muda mondar-mandir khawatir karena mendengar racauwan wanita yg berbaring tak sadar diri.
"aduh..., knp kau bodoh sekali sih ana,. " wanita itu menepuk kepalanya, berjalan mendekati wanita yg masih mengigau menyedihkan.
"tunggu di sini sebentar ya sayang!.."ana nama wanita itu, dengn mengelap peluh wanita berbaring itu, setelah itu langsung pergi.
ana berlari ke kamar di samping nya, dan dengn cepat masuk keruangan itu tampa permisi membuat orng yg di dalam tersentak kaget.
" mama knp, ngagetin aja?.. "tanya suami ana, Farel.
bukannya menjawab malah menarik wanita yg bersetelan baju dokter.
" knp tante!.."
"dea, itu wanita yg di bawa dimas mengigau hingga menangis, dia memanggil ibuk, ibuk, ibukkk.. gitu... " ana menjelaskan dengn menirukan sekaligus.
__ADS_1
"mungkin dia mencari ibuk ini?.. " dea sambil menunjuk wanita tua yg terbaring lemas dengn sebuah pembalut di area perutnya yg tertutup selimut.
"mungkin saja, ya sudah ayok ke kamar sebelah... lagi pula kk ini sudah di obati... " paksa ana khawatir tampa aba² menarik dea, Farel hanya menghela nafas melihat kelakukan istri nya yg begitu khawatir pada orng yg sama sekali tak di kenal.
"lama sekali dimas?... sebenarnya siapa yg ia bawa ini?.. " tuan Farel pusing sendiri mendapatkan kondisi yg mendadak seperti ini, dia lagi santai² duduk dengn istri nya, ana.
tpi entah dari mana dimas anak pertamanya, membawa seorng wanita yg di balut pakaian Muslimah, dan seorang wanita tua dengn keadaan yg pingsan, memang wanita dengn paras cantik itu tadinya baik² saja, tpi entah bagaimana bisa ikut pingsan saat sampai, membuat mereka semua shok.
dan yg lebih parahnya, dimas meminta merawat mereka dengn memanggil dea yaitu ponakannya sendiri, sedangakan dimas harus ke bandara untuk menjemput adek perempuan nya, opah dan omanya yg baru sampai.
mau tak mau orng tua dimas mengikuti dimas yg meminta untuk merawat mereka yg sangat lah prihatin apalagi wanita tua yg blm di ketahui namanya yg di perutnya penuh darah, ana mau ikut pingsan juga tadi saat melihat darah yg bnyk, tpi ia memaksakan diri untuk sadar dan menghubungi dea untuk kerumah mewah nya.
"gimana dea!.. gimana keadaannya, tante takut klau wanita ini pacarnya dimas, bisa gawat klau dia kenapa²... " cerocos ana tak henti² membuat telinga dea sakit.
"tante berhenti lah mengoceh, inikan mau dea periksa.. " sungut dea kesal, memang yg pertama dea priksa tdi wanita tua itu yg sudah sangat parah, membuat dea blm memeriksa wanita cantik ini.
"tante?.. " panggil dea setelah memeriksa wanita yg berwajah pucat itu, dea pun ikut pucat wajahnya.
"kamu knp dea, knp ekspresi mu seperti itu?.... " tanya ana merasa aneh ekspresi dea yg tampak shok.
__ADS_1
"di.. dia hamil.. " jawab dea terbata² karena masih shok tak percaya.
"apa!!!... "bukan ana yg berteriak tpi tuan Farel yg ada di antara pintu masuk.
kedua wanita itu menoleh ke tuan Farel yg tampak tak percaya juga, begitu juga dengn ana yg fikirannya yg sudah fantasi jauh.
" om, dan tante jangan salah paham dulu, mana tau ini bukan anak bng dimas, tpi wanita yg ia temukan di jalan dengn ibuknya yg sakit itu.., jadi bng dimas yg merasa kasihan dan langsung membawanya ke sini.. "penjelasan dea yg berhasil menenangkan mereka.
" huh, untung saja berhasil, semoga saja ini benar bukan anak mu bng, klau iya... matilah kau!... "dea hanya bisa berharap dalam hati.
" berapa bulan kandungannya dea?.. "tanya ana yg sudah tenang.
" kemungkinan sih satu atau dua bulan, dea blm tau pasti tpi perkiraan seperti itulah tan... "balas dea.
" seperti nya dia tidak mengigau lagi!.. "
"hmm, karena dea kasih ini tan, agar tenang walaupun di alam bawah sadar nya, dan juga dea akan menyuntikkan cairan yg membuat kandungan mbak ini lebih kuat, karena kandungnya lemah tan, mungkin sebelumnya mbak ini terlalu kelelahan dan stres juga bisa menggoncang kesehatan janin.. " jelas panjang dea.
"yaudah, ayok kita keluar biar kan dia beristirahat, kita akan cerita di ruang tamu sambil menunggu dimas pulang membawa citia dan opa, oma datang... " ujar ana, sambil menggandeng suaminya yg masih berwajah masam, karena blm tau kebenaran ini semua, takut itu anak dimas.. jelas itu yg di rasakan tuan Farel sekarang, dia sangat tau watak dimas yg tidak suka ikut campur masalah orng, tpi kali ini membuat tuan Farel curiga.
__ADS_1