Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 51


__ADS_3

tak berapa lama setelah peristiwa urut itu selesai, bastian dan indah mendengar suara orng yg berlari dengn Bergerombolan.


"apa itu?.. bukan binatang buas kan?.. " indah was was, bahkan bersembunyi di balik tubuh bastian yg tegap,bastian malah tersenyum bukanya seperti indah yg terlihat khwatir.


"sayang di sini saja, biar aku yg kedepan,.. " ujar bastian yg ingin melepaskan tangan indah yg memegang baju belakangnya.


"engk!.. engk boleh.. klau nanti binatang buas gimn!..aku engk mau ya jadi janda muda... " ujar indah khwatir sampai tampa sadar mengucapkan kalimat itu yg membuat bastian tertawa keras.


"hahaha... tenang saja, sayang ku engk akan jadi janda muda kok hanya jadi istri tua saja... "


"maksud mu kau ingin mencari istri lagi... " muka indah sudah tak enak di pandang menatap murka bastian.


"hehe.. engk kok.. engk jadi kok, ngapain aku nambah istri lagi sedang aku udah punya yg cantik, manis dan baik hati.. " bastian mencoba merayu indah yg sedang merajuk.


"oh... " indah tak peduli.


melihat indah yg memalingkan wajah dengn cepat bastian keluar dari gubuk itu.


"tuan!!..." hormat anak buah bastian yg banyk di sekitar gubuk itu.


"apakah anda baik² saja tuan?.. " tanya bayu khawatir apalgi melihat ada luka² yg kasih blm sembuh.


"baik, gimn kalian bisa tau saya di sini?.."tanya bastian penasaran karena jarak antara mobil tenggelam itu lumayan lah jauh.


" kami tadi menyelusuri sungai ini dan tidak terlalu jauh kami mendengar suara teriakan wanita tuan,..dan mungkin itu adalah... "


"aku paham.. " potong bastian cepat.


brakk..


"bastian apakah... "indah berhenti berkata saat melihat banyknya laki² di gubuk tua ini, indah yg khawatir di dalam gubuk terpaksa keluar karena tak mendengar apapun di luar tpi dia malah di kejutkan bnyknya anggota bastian.


semua orng tekejut sekaligus terpana saat pintu gubuk di buka paksa oleh indah yg tak memakai cadar itu.


"jaga pandangan kalian, atau aku congkel kedua bola mata kalian... " bastian menggeram marah karena bisa² anak buahnya menatap indah dengn terpesona, mereka semua ketakutan langsung menundukkan kepalanya, tak berani melihat, mereka masih sayang nyawa walaupun wajah indah yg putih bersih itu yg membuat mereka terpana tpi mengingat siapa pawangnya, membuat mereka mundur alon² lah.

__ADS_1


bastian menghampiri indah dan memeluk nya posesif seperti tak rela indah menapakkan wajahnya dengn anak buahnya.


"knp keluar?.. " suara bastian tidak lagi tegas melainkan pelan dan lembut.


"aku hanya khawatir, kalau kau sudah di lahap binatang buas.. beneran jadi janda muda aku nanti.. " bastian hanya pasrah mendengar celoteh indah yg asik membahas janda muda.


"lepaskan knp kau memelukku di depan mereka.. " indah yg risih ingin melepaskan tpi apa daya kekuatan bastian jauh lebih kuat walaupun dlm keadaan sakit.


"apakah kalian ada yg membawa kain atau selendang?.. " bastian mengabaikan indah dan malah bertanya pada anak buahnya yg tak berani menatap mereka berdua.


"ada tuan,.. " jawab salah satu di antara mereka maju dan memberikan kain itu dengn pandangan menunduk.


"bersih?.. " tanya dingin bastian.


"be.. bersih kok.. tuan" pria itu tergagap-gagap takut.


bastian mengecek kain itu , setelah memeriksa bersih dan aman bastian tampa banyk bicara langsung memakainya di wajah indah.


"apa yg kau lakukan?.. " kaget indah tiba-tiba kain itu di jadikan cadar.


"tapi.. "


"jangan membantah.. ayok pulang.. " indah pasrah mengikuti bastian begitu pun dengn anak buah bastian yg ikut keluar dari hutan itu.


.


"istirahat lah, besok baru kita pulang ke rumah abi, sementara kita di sini dulu.. " ujar bastian mengelus kepala indah pelan yg terlihat lelah.


"hm.., tpi jangan lupa kabarin abi sama umi aku takut mereka khawatir... " indah merasa bersalah pada kedua orng tuanya karena pasti mereka khawatir kepada dirinya dan bastian.


"baiklah, istirahat lh, nanti ada pembantu yg membawa makanan dan baju untuk mu.., aku pergi dulu.. " sebelum pergi bastian mengecup singkat kening indah dan langsung pergi setelah menutup kamar itu yg meninggalkan indah yg masih mematung.


indah tersadar setelah ada beberapa pelayan yg masuk dengn membawa makanan dan baju.


"siang nyonya!.. " tiga pelayan itu tunduk hormat para indah.

__ADS_1


"siang, jangan seperti itu.. berdirilah dengn benar.. "


mereka bertiga tersenyum mendengar penuturan lembut indah tak seperti yg mereka bayangkan tentang indah.


"Terima kasih nyonya... " kompak mereka.


"jangan panggil nyonya panggil indah saja, seperti nya kita seumuran... "


"maaf nyonya kami masih ingin hidup.. " indah hanya menghela nafas, pasti mereka takut dengn bastian, membuat indah membiarkan mereka mau memanggil dirinya apa.


mereka bertiga menjalani tugas yg sudah di perintah kan bastian, memastikan indah makan dan membantu membersihkan tubuhnya, setelah selesai mereka bertiga ingin pamit tpi di cegah oleh indah.


"ada yg bisa saya bantu nyonya.. " tanya salah satu dari mereka.


"ya, aku butuh satu orng saja.. yg dua lagi boleh keluar... "


dua orng yg tak di butuhkan pun pamit dengn hormat kini tinggal wanita yg lumayan cantik lah bagi indah ada di hadapan.


"nama mu siapa?.. " tanya indah menginterogasi.


"dila nyonya.. " wanita bernama dila itu menundukkan pandangannya karena tak berani menatap indah yg seperti akan membahayakannya.


"baiklah dila, aku ada sedikit permintaan, apakah boleh... tpi ini rahasia.. mau kan?.. "


glek..


satu hal yg membuat wanita itu ketakutan karena seumur dia hidup dengn bastian menjadi bawahan tidak ada yg namanya main rahasia² an, bila ada yg penting tpi merahasiakan nya bisa nyawa yg jadi taruhannya.


"maaf nyonya saya... "


"plissss, ini penting bagi ku... " wajah indah pucat karena di pusing.


dila menjadi bimbang antara membantu atau tidak, tpi melihat wajah indah yg pucat membuatnya menyetujui permintaan indah walaupun dia engk tau itu apa.


"makasih... " tampa segan indah memeluk dila membuat dila kaku dan menegang terkejut, bukan karena pelukan tapi sesuatu yg di bisikan indah.

__ADS_1


__ADS_2