Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 81


__ADS_3

"maaf ya bi,gara² ummhh..”indah blm sempat menyelesaikan ucapannya tpi Bastian langsung membungkam nya dengan bibirnya.


"abi..hamph..hah..hah.."baru sebentar nafas indah sudah naik turun, Bastian hanya bisa melihat indah yg mengambil nafas dalam-dalam.


"dengerin Abi.."Bastian menangkup wajah indah dan kini mereka saling tatap.


"jangan pernah merasa bersalah seperti itu,Abi malah bersyukur Abi yg merasakan mual,engk enak badan,Abi engk mau istri Abi ini yg merasakan semua itu,dari apa yg Abi rasa ,Abi bisa tau gimn seorang wanita yg dengan susahnya mengandung, apalagi mengandung sampai melahirkan itu pasti sangatlah susah..."tutur Bastian lembut dengan menatap mata indah dalam.


"makasih bi,.."indah tersenyum dan langsung memeluk Bastian, sedangkan Bastian tak henti² memberikan kecupan ringan di kepala indah.


"bi?.."


"Hem.."balas Bastian yg asik menghirup rambut wangi indah.


"apakah kita jadi pindah?.."tanya indah sedikit ragu mengatakannya.


"ya.."jawab singkat Bastian.


"lalu gimn dengn__"ucapan indah berhenti karena dia benar-benar tak ingin membahas ini tpi dia harus tau tentang ini.


Bastian langsung melepaskan pelukannya dan menatap indah yg tampak tak melanjutkan kata² nya.


"katakan lah.."ujar Bastian.


"Hem,kalau kita pindah ke indo ,terus gimn dengan mafia Abi.."suara mengatakan mafia semakin mengecil,dia sangat takut Bastian tersinggung hal ini.


hah..


tiba-tiba terdengar suara helaan nafas Bastian, membuat indah semakin grogi dan merasa bersalah karena telah lancang bertanya seperti itu.


"tenang lah,mafia itu sudah Abi bubarkan.."Bastian mengelus kepala indah agar wanita itu tak tegang.

__ADS_1


indah mendengar kata bubar terkejut,dan dengan cepat iya bertanya.


"knp?.."


"Abi hanya ingin menghilangkan dunia hitam itu,dan hidup damai dan sederhana bersama keluarga kecil kita kelak..."


"maaf bi!.."indah merasa bersalah karena dia pasti Bastian rela membubarkan anggota yg sangat banyak itu.


"knp minta maaf malah Abi senang Abi bisa keluar dari dunia hitam itu,Abi ingin hidup tenang,lagi pula Abi tak pernah ingin hidup seperti itu tpi karena tuntutan keluarga lah yg membuat Abi seperti itu..."jelas Bastian agar indah tak menyalakan dirinya.


"benarkah?.."


"iya umi sayangku,cantik ,baik,engk pelit,dan ibu untuk anak² ku kelak ..."gombal Bastian kelewat dengan senyum tak kalah manis membuat indah hanya bisa tersenyum malu.


"oh iya,satu lagi ketinggalan..."


"apa itu?.."tanya indah penasaran.


"iss,Abi!!..."rengek indah kyk anak kecil yg tak terima di Katai cerewet.


"iya engk cerewet kok..."


"tpi sangat sangat sangat cerewet..."lanjut Bastian dalam hati tertawa puas.


"jadi kapan kita pulang bi,umi udh kangen sama keluarga Jonathan.."ujar indah mengalihkan topik.


"beberapa hari lagi,.."jawab Bastian kini malah sudah tidur di paha indah,dengan membuka baju tidur indah dan mengecup berkali-kali perut indah yg sedikit membesar itu.


"apakah kita akan bawa buk Jum ikut?.."tanya indah dengan menyisir rambut Bastian dengan kasih sayang,bahkan tak merasa risih Bastian yg asik pada perutnya itu.


"Hem,kalau buk Jum mau..."Bastian masih kesal pada buk tpi mengingat indah telah menjelaskan semua yg ternyata buk Jum di ancam apalagi buk Jum yg menyelamatkan indah dari kaki tangannya crisvo membuat Bastian tak ada dendam lagi pada buk Jum tpi masih kesal saja yg blm hilang.

__ADS_1


"kalau gitu ayok kita kerumah Anggara,umi kangen sama anggota keluarga disana"harap indah pada Bastian.


beda dengan Bastian yg malah cemburu mendengar indah kengen dengan anggota Anggara berarti dengan Dimas juga kan?.


"engk!.."jawab Bastian malah menenggelamkan kepalanya di perut indah.


"lah, knp?..ayo lah kita sudah beberapa hari tidak kesana...ayolah bi..umi kangen pada mereka, sebelum kita pergi ke indo setidaknya kita berpamitan dulu pada mereka, apalagi kita akan menetap di sana!..,ayolah bi..."indah yg tak tau Bastian yg cemburu yg mulai kumat malah memohon agar kesana.


"ab...akhhh..."pekik indah kaget, langsung menjauhkan kepala Bastian pada perutnya.


"Abi knp sih kok malah gigit perut umi.."omel indah sambil mengelus perutnya yg memerah.


"itu namanya tanda cinta.."ketus Bastian Tampa peduli pada indah malah ingin melakukannya lagi.


"eits..engk,engk boleh lagi.."larang indah saat Bastian ingin melakukannya lagi.


"Abi ini knp,umi dari tadi ngomong tapi di abaikan ini malah gigit perut umi..."indah yg kalah kesel,dia tak sadar Bastian dari tadi cemburu.


"umi mau kerumah Anggara karena kangen pada keluarga itu kan?.."


"iya.."jawab indah singkat Tampa tau maksud pertanyaan Bastian.


"jadi umi juga kangen sama Dimas juga..."lagi² Bastian cemburu mendengar ucapan indah Tampa masalah itu.


"eh..."indah langsung mengerti kemana pikiran suaminya ini.


"ya engk lah bi,umi cuman kangen sama opa,Oma,citia, Tante,uncle,dan buk Jum aja kok,.."mendengar penuturan indah membuat cemburuan Bastian sedikit mereda,tapi tak bertahan lama saat indah melanju ucapannya.


"kalau Dimas umi cuman mau bicara² santai aja membahas masa² kuliah bi...engkpapa lah mengingat masa lalu,apa lagi ada yg umi sembunyikan,ini rahasia nya bi...hamphh.."


hati Bastian sudah terbakar cemburu langsung saja menyerang istrinya yg membicarakan laki² lain di depannya, Bastian tak membiarkan indah tenang malam ini,dan kini indah menyesal telah berbicara jauh yg ujung2 nya dia yg capek.

__ADS_1


dan terjadi yg seharusnya terjadi.


__ADS_2