Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 89


__ADS_3

mereka tiba saat waktu sudah sore,karena menggunakan jet pribadi membuat mereka cepat sampai,tampa istirahat Oma sangat kekeh ingin langsung menuju makam anak dan menantunya, Bastian melarang karena sudah sore lebih baik istirahat dulu tpi Oma benar² tak menggubriskan cucu nya itu,membuat opa yg juga rindu pada anak nya meminta pada Bastian untuk meminta alamat nya klau dia tak mau menemani nya.


"lebih baik opa minta alamat nya,biar kami saja yg pergi..."


"engk opa,klau opa dan Oma pergi indah mau ikut juga,liat makam mom dan dad.."ujar indah yg juga ingin kesana karena blm pernah menemui mertua nya itu,beda dengn Bastian yg sudah sempat menemui kedua orang tua indah sebelum nikah Tampa indah tau.


"umi pasti capek.."hanya satu alasan Bastian menolak mereka,karena mengkhawatirkan kondisi indah saja.


"umi baik² aj kok...,ayo kita pergi sebelum malam..."ujar indah yg langsung masuk mobil begitu juga dengn yg lain,menyisahkan Bastian yg tampak hanya menghela nafas ,dengn terpaksa mengikuti mereka.


tak butuh lama,mereka sampai di pemakaman yg luas, tak lupa mereka berhenti di sebuah toko bunga sebelum nya.


mereka semua turun,dengn bodyguard yg masih setia tpi tidak mengikuti bosnya,tpi berpencar untuk melihat situasi di kuburan ini aman atau tidak.


mereka berjalan lebih dalam,kuburan yg sangat terawat dan cantik,tak terlalu jauh Meraka berhenti di dua makam yg tampak mencolok dari yg lain.


"a-apakh ini?.."suara Oma sudah bergetar,dengn menatap Bastian lalu menatap dua kuburan itu, Bastian mengangguk sebagai jawaban nya,karena Bastian juga masih sedih dengn kepergian orang tuanya dengn tragis di depan matanya.


air mata Oma semakin deras di berjongkok di depan kuburan anaknya begitu juga opa namun opa masih mencoba menahan air matanya agar tak banjir,tpi sia² air mata itu lolos sendiri Tampa di cegah.


"hiks..hiks,ma-maaf kan mommy nak, mommy bukan mommy yg baik untuk mu,maaf.."Oma memeluk kuburan anaknya dengn menangis tersendu²,opa hanya bisa mengelus punggung istrinya yg menggetar,opa mencoba kuat walaupun di dalam sangat rapuh,siapa yg bisa bertahan dengn kenyataan yg pahit ini, putri kecil mereka yg sekarang sudah mempunyai anak bahkan menantu tpi mereka sama sekali tak melihat wajah asli anaknya,betapa menyedihkannya itu.

__ADS_1


"nak,maaf Daddy yg tidak becus menjagamu,maaf.."opa membatin sedih dengn terus menatap gundukan besar itu.


indah yg berdiri juga tak bisa klau tidak menangis,dia menangis di pelukan Bastian, sedangkan Bastian tidak ada air mata sama sekali tpi hanya sebuah tatapan datarnya menatap kuburan kedua orang tuanya.


Karen juga sedih,karena dia sudah memiliki kekasih membuatnya juga memeluk Bayu yg juga seperti Bastian tak memiliki air mata tpi tatapan sedih masih tersirat di dalamnya.


"maaf nak..maaf!..hiks.."Oma semakin histeris,tapi opa mencoba menenangkan Oma,dengn menunjuk ke gundukan sebelahnya yg tak lain kuburan Daddy Bastian.


"dia menantu kita sayang!.."tutur opa pada istrinya.


mata Oma sudah bengkak menatap suami anaknya lalu berkata"terimakasih atas semua yg kau berikan pada anakku..dan terimakasih sudah memberikan cucu yg terbaik bagi ku.."setelah kata² itu keluar Oma pun langsung pingsan begitu saja,membuat mereka panik, apalagi cuaca yg mendukung dengn tetes Dami tetesan air turun dari langit, mendung bercampur akan malam.


.


"jelas lah sayang,orang tua mana yg sanggup melihat anak kesayangan nya sudah lebih dahulu pulang dari mereka,apalagi perpisahan mereka yg sangat tak menyenangkan itu..."


"hm,oh y tante dan uncle kok engk ikut bi?.."tanya indah yg tak ingin membahas itu lagi,karena klau di ingat membuatnya sedih.


"uncle seperti nya ada kendala di perusahaannya jadi mungkin mereka akan berziarah ke sini,saat waktu nya udah pas..."jawab Bastian menghirup wangi rambut indah dengn memejamkan mata.


indah be oh ria mendengar itu,tpi lagi² iya bertanya.

__ADS_1


"bi?.."


"apa sayang?.."Bastian yg masih fokus pada wangi rambut indah.


"wanita tadi siapa?.."indah sedikit ragu bertanya tpi dia sangat penasaran soal wanita yg mereka jumpai tadi sebelum nginap di hotel.


Bastian terdiam sejenak, sebenarnya dia malas membahas si ****** itu tpi karena indah bertanya mau tak mau Bastian jawab.


"dia saudara tiri Lilis sayang.."


"ha?..masak iya..Dewi bi?..eh maksudnya clista bi?.."indah Bahkan ingin membenarkan posisi nya yg akan menatap Bastian tpi Bastian malah memeluk erat membuat indah yg bisa


bergerak.


"iya.."


"knp dia seperti orang..."indah menghentikan ucapannya karena segen mengatakan wanita itu gila.


"Olivia namanya sayang,dia itu dulu sangat jahat pada Lilis dan dhinda,tpi dimana suatu kejadian membuat Abi berhasil menangkap ibu Olivia Karena dia ingin membunuh Lilis saat itu dan memindahkan perusaahan Lilis dengn namanya,tpi semua itu gagal dengn rekan wanitanya yg ternyata sahabat Lilis juga,dan saat itu Abi langsung saja mengurung mereka,tpi tidak dengan Olivia yg kabur dengan pria² kaya, karena urusannya bukan pada anaknya, membuat Abi membiarkan dia berkeliaran di luar sana Tampa peduli ibunya yg sudah bunuh diri di markas..."cerita Bastian panjang lebar.


"apa yg Abi lakukan hingga dia bisa bunuh diri?.."tanya indah penasaran walaupun bisa menebak apa yg Bastian lakukan.

__ADS_1


"kamu tau aku seperti apa dulukan sayang?..jangan di bahas Abi engk mau kamu takut,udah ayok tidur aja..."indah mengangguk dengn langsung berbaring dan tak lama ia pun tertidur, sebelum Bastian tertidur dia menatap wajah damai indah lalu ikut memejamkan matanya.


__ADS_2