Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 85


__ADS_3

"bener buk?.."indah menatap buk Jum serius dengn sesekali membolak-balikan tubuh buk Jum.


"astaga nak..."


"astaghfirullah buk.."indah membenarkan ucapan buk Jum.


"astaghfirullah nak..maaf,ibuk lupa.."buk Jum hanya cengengesan, mungkin karena sudah lama hidup di luar seperti ini, membuat nya lupa.


"gkpp.."indah menjawab dengan senyum tpi dia lanjut berkata"tpi buk Jum gkppkan?.."


"ibuk gkpp nak,cuman sedikit engk enak badan,nanti juga sembuh kok.."buk Jum mengelus² kepala indah dengan sayang.


"ngapain nyari ibuk?.."buk Jum menatap indah lalu mengarah kecitia yg di samping indah.


"kangen dong!..apa lagi coba!,oh ya Giman luka ibu?.."tiba-tiba nada indah berubah khawatir.


"engkpapa,udh mulai kering kok.."jawab buk Jum dengn senyuman lembut.


"Alhamdulillah..."


"nak indah sendirian ke sini?.."tanya buk Jum yg tak melihat Bastian.


"sama Abi buk,tuh di depan sama keluarganya..."ujar indah.


"oh gitu,nak indah dan nak citia udh makan?.."tanya buk Jum.


"udh kok buk.."jawab citia tersenyum,begitu dengn indah hanya mengangguk.


.


"Oma, Bastian udh kenyang.."tolak Bastian,dengn mengelak suapan buah lagi.

__ADS_1


sungguh tak menyangka buah sebanyak tadi hanya menyisahkan seperempat, bahkan kulit buah sudah menumpuk di sisi meja.


"cucu Oma harus bnyk makan agar sehat dan jaga istri mu dan anak mu..."lagi² alasan itu yg di berikan oma.


"mom,sudahlah,kesian ponakan ku...udh kenyang pasti..."ana mencoba membujuk mommy nya yg benar-benar kelewat.


"apa nya kasian,mom engk nyiksa cucu Oma kok..."Oma masih bersikeras menyuapi Bastian,tpi Bastian hanya bisa menutup mulutnya erat,klau bukan ini Oma sebelah mommy nya, mungkin detik ini juga wanita tua di hadapannya sudah pindah dunia lain,tpi mengingat dia akan berubah dan tak ingin mengecewakan indah, Bastian memaksa diri agar tak melakukan tindakan di luar batasnya.


tiba-tiba suara halus,dan merdu dan bahkan seperti malaikat penyelamat Bastian.


"Abi,Ki..."


grepp..


"aakh.."indah reflek teriak,karena terkejut,baru saja dia mendekati mereka tpi tiba² Bastian menuju ke arahnya Tampa aba-aba memeluk nya.


"sayang, tolong Abi.."lirih Bastian pelan yg hanya di dengar indah saja.


indah melihat situasi apa yg terjadi,dan ternyata,oh..good,indah nya melongo dlm hati bahkan tak percaya juga.


"bi lepaskan dulu,malu ih..bnyk keluarga Abi..."ucapan indah sama sekali tak dengar olah Bastian yg malah semakin lengket pada indah.


"ya ampun.."indah frustasi sekarang.


"opa,Oma , Tante.. maaf ya,ini suami ku engk mau lepas...."indah benar² malu mengatakan itu,tpi mau gimana lagi.


"engkpp sayang,Tante malah bersyukur Kamu datang,klau tidak entah apa yg terjadi pada suamimu.."ana mengatakan itu sambil melirik Oma yg juga menangkap lirikan dari anaknya.


"kamu menyindir mommy,ana?!.."wajah Oma tak senang sekarang.


"eh..mana ada mom,mom nih salah pengertian,bukan gitu ana hanya..."

__ADS_1


"alasan!.."ketus Oma cepat sebelum ana melanjutkan ucapannya.


"berhenti kekanak-kanakan mom,aku tau kamu kangen pada cucu kita,tpi engk gini juga,untung cucu kita yg satu ini baik, menerima perilaku Kamu apa adanya,klau Dimas kamu gituin mungkin dia sudah kabur dari tadi..."kini opa yg menasehati istrinya ini.


"baik?.."kompak indah dan buk Jum dlm hati.


"seandainya mereka tau gimana Aden sengguhnya..."batin buk Jum hanya melihat saja.


"ya dia baik,tpi tidak waktu dulu..."kini indah yg membatin sedikit tak terima Bastian di katakan baik, walaupun Sekarang udah mulai berubah sama saja sifat aslinya masih lah ada.


"jangan suka membatin yg tidak² tentangku sayang.."suara Bastian yg halus tepat di telinga, membuat indah menegang,dan merinding.


.


"akhirnya aku bebas dari siksaan Oma...hahaha,tak menyangka melihat Bastian tersiksa seperti itu, membuat ku sedikit puas..."kini Dimas berada di mobil dengn bergumam tak jelas kadang tertawa sendiri.


"huh...untung aku cepat kabur,klau tidak!.. entah gimana nasib ku saat itu..."dengn melirik perutnya,dengn membayangkan perut nya yg penuh terisi buah² Han atau makanan lain membuat dimas mual sendiri.


kriukk..kriukkk..


"wah,ternyata perutku langsung merespon,minta jatah ternyata...hihi.."benar² seperti orang tak waras,malah cekikikan sendiri di mobil sambil menuju restoran terdekat.


setelah sampai Dimas langsung turun,baru saja membuka pintu restoran, tiba-tiba saja ada yg menabrak nya membuat Dimas terhuyung ke samping,begitu juga wanita itu.


bugh...


"heh, kalau jalan pakai mata.."ketus Dimas dengn membersihkan bajunya yg kena tabrak.


wanita itu melirik dan ingin melanjutkan kembali langkahnya tpi sebelumnya itu dia berucap"jalan itu pakai kaki,bukan pakai mata,apakah anda berjalan pakai mata?.."suara dingin wanita bertudung jaket itu,dengn wajah tak terlihat hanya terlihat sedikit rambutnya yg menutupi wajahnya itu.


ucapan wanita itu membuat Dimas langsung tercengang,(dimas kena mental gays..hehe,canda dimas😅).

__ADS_1


"berani sekali dia,apakah dia engk tau aku ini siapa?..."kesel Dimas saat sosok wanita misterius itu menghilangkan dari pandangan nya.


Tampa memikirkan itu dia kembali melanjutkan langkahnya masuk,karena perutnya benar² tak bisa di ajak kompromi Sekarang.


__ADS_2