Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 84


__ADS_3

bruk...


hah...


helaan nafas Risa,dengn membanting dirinya di kasur kecil itu,Risa menatap langit kamar lalu memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan penatnya saat sudah selesai membersihkan kontrakannya.


Risa pagi² pergi dari mansion Bastian,tpi sebelumnya itu dia sudah pamit pada mereka,jadi Risa tak segan langsung pergi begitu saja,kini dia ada di sebuah kontrakan yg tidak terlalu besar tpi cukup untuk dirinya sendiri,karena Risa bingung mau kemana sedangkan keluarga nya di tak punya.


sebenarnya Risa bisa saja menyewa apartemen dengan uang yg Bastian kirim di rekening nya dengan jumlah besar Bahkan bisa mencukupi kehidupan nya beberapa bulan ini,tpi dia engk mau boros dan ingin hidup sederhana,ya jadi lah seperti ini mengontrak apa adanya.


Risa membuka matanya karena merasa lapar karena saat keluar mansion Bastian ia blm ada makan alhasil dia kelaparan apalagi sudah membersihkan kontrakan yg membuat tenaga berkuras walaupun sedikit.


Risa bangkit dari tidurnya,masuk ke kamar mandi setelah selesai iya memakai celana jeans hitam dan baju kaos putih lengan pendek baru di lapisi jaket hitam dengan menutupi kepalanya, kalau orang melihat nya seperti kesan misterius.


Risa keluar dari kontrak,baru saja mengunci pintu tiba-tiba ada gadis² bandel mendekatinya.

__ADS_1


"heh lu,cupu!..."seorang gadis dengan penampilan yg kurang bahan dengn makeup yg menor itu menunjuk Risa.


Risa mengabaikan mereka,karena merasa tak mengenal dan ingin mengenal,hal itu tentu membuat ketiga gadis itu menggeram marah.


"heh..kau..akhhh...aw!!..aw!..sakit!!."jerit salah satu teman gadis menit itu.


"jaga tanganmu, sebelum tangan itu pindah kelantai..."kata² Risa yg dingin membuat ketiga gadis muda itu merinding tpi gadis yg di anggap ketua oleh kedua temannya itu tak terima dan mencoba mengabaikan kata² dingin Risa.


"kau!!..berani sekali menyakiti teman ku!!.."tatapan marah gadis itu,dengn menunjuk kearah Risa yg masih menyembunyikan wajah nya di balik tudung jaketnya,Tampa mau membukanya,sedangkan gadis itu tak berani membukanya karena melihat teman mereka yg kesakitan akibat wanita misterius itu dengn cepat melintir tangan teman mereka.


"mana bisa tenang,ini sama saja dia menginjak harga diriku.."ketus kia menatap Abel dengn tatapan kesel.


"sudahlah,jangan buat masalah lagi kia,apa kau tak ingat apa kata mami mu,jangan buat masalah bukan?..kau mau harus hidup melarat seperti anak terbuang seperti ini...hah,aku sungguh tak sanggup kia.."nasehat bila dengn dewasa,emang di antara ketiga dia lah paling dewasa tpi karena pergaulannya yg salah,membuat ketiga anak orang kaya itu tiba-tiba seperti di kejutkan dengn pernyataan besar karena orang tua mereka yg bersahabat membuat mereka harus di usir dari rumah dengn bermodal uang yg di berikan,bagi mereka itu sangat lah tidak cukup,tpi kata orang tua mereka bila mereka sudah berubah,dan tau gimn susah nya nyari uang,maka mereka boleh pulang kerumah.


ini sungguh hukuman sangat berat bagi mereka,memang mereka salah karena melakukan yg tak wajar,tpi mereka tak sengaja juga,saat itu mereka lagi di club' malam untuk merayakan jadian kia sama cowok nya ,mereka saat itu sudah mabuk dengn pasangan masing-masing,Bahakan hampir melakukan hal yg tak wajar bagi mereka yg masih berusia pelajar menengah, Untung orang tua ketiga gadis itu selalu memantau dan berhasil mencegah dan melaporkan ke tuan masing-masing, dan saat kejadian itu mereka di hukum agar hidup mandiri dengn fasilitas mereka di cabut,bukan Tampa alasan orang tua ketiga itu seperti itu,karena melihat kelakuan putri² yg sangat sudah keterlaluan membuat mereka tak ada pilihan selain membuat mereka mandiri dengn mengusir mereka.

__ADS_1


penjaga bayangkan selalu memantau mereka Tampa di ketahui ketiga gadis itu,mereka memantau dan melaporkan apa saja yg di kerjakan mereka,dan penjaga itu juga menjaga mereka dari hal² yg tak di duga nanti nya.


"CK.. baiklah²..tapi aku blm selesai dengn cup..puu...huh...sialan si cupu itu,kemana dia.."kia Melihat kebelakang yg ternyata Risa sudah menghilangkan dari tempatnya.


"sudah lah,ganti pakaian mu kita,sudah berapa kali aku bilang,rubah menampilkan mu gimana kita bisa pulang seperti ini,klau kau sama sekali tak berubah..."ujar bila yg sebenarnya kesel pada kia.


"bacot bngt sih,.."gerutu kia langsung masuk di kontrakannya.


sedangkan kedua sahabatnya hanya bisa menghela nafas melihat teman mereka yg tak bisa berubah, walaupun baru seminggu mereka hidup seperti ini tpi Abel dan bila sudah mulai berubah tak seperti kia yg masih keras tak ingin mendengarkan mereka.


mereka walaupun di usir tpi masing-masing orang tua mereka memberikan uang walaupun sangat lah minim bagi mereka yg sudah hidup mewah dari kecil tpi cukup bagi orang yg pandai mengirit dan tak menghambur² kan uang.


sedangkan Risa yg langsung pergi saat mereka lengah,Tampa menunggu lama langsung saja pergi karena dia sudah sangat lapar, apalagi sedikit capek tpi kejadian seperti ini rasanya Risa ingin menonjok muka mereka,untuk mereka masih kecil kalau sebaya seperti nya sudah Risa bantai abis..(wkwk,serem juga Risa y?😁)


"pagi² sudah ada pengganggu!.."Risa hanya kesel dalam hati,lalu masuk ke restoran karena perutnya sungguh sangat lapar kali ini.

__ADS_1


__ADS_2