Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 34


__ADS_3

hari ini adalah hari yg sangat tidak di nanti kan oleh indah berbeda dengn bastian yg terlihat semangat saat ingin ke Indonesia walaupun tidak di tunjukkan secara langsung, dan 1 minggu ini indah di larang keluar mansion bahkan hanya sekedar bekerja saja tidak di kasih, untung indah sudah memberitahu kedua sahabat nya itu klau dia akan pulang, walaupun sahabat nya itu cukup kaget knp indah pulang mendadak, tpi indah blng dia akan menceritakan semuanya tampa ada di tutup tutupi lagi tpi setelah dia pulang ke Italia lgi, kedua sahabat nya yg mengerti hanya bisa pasrah mengiyakannya.


"kita naik pesawat pribadi?.. " tanya indah pada bastian yg kini berjalan tegap di samping nya tak lupa beberapa bodyguard di belakang nya.


"ya!.. "


"ck.. udah mau jadi laki aja dingin nya gk berubah, gimn jadi laki ku nanti sama aja seperti engk punya suami.. "indah yg merasa sikap bastian yg blm berubah sepenuhnya.


saat ingin masuk ke pesawat pribadi bastian tiba² suara dering telpon indah terdengar membuat indah mengurungkan niatnya yg akan naik.


" nomor tidak di kenal!.. "saat melihat tidak ada yg tertera di hpnya.


"kalian duluan saja, aku mau angkat telpon dulu.. " ujar pada bastian dan bodyguard nya.


tpi bastian memerintah bodyguard nya untuk tetap terus mengawasi indah sedang dia naik terlebih dahulu.


"halo.. ini siapa ya?.. " tanya indah langsung gk mungkin jan dia mengucapkan salam agamanya nanti klau beda agama gimn, takut tersinggung itu aja maksud dari indah.


"hey.. calon janda.. hebat kau ya setelah pertemuan kita kau menghilang bagaikan di telan bumi... " cerocos seseorang di balik telpon, indah sedikit menjauhkan telpon karna suara pria itu sungguh memekikkan telinga nya.


"oalah ternya kau rupanya calon duda... knp sih ganggu aja.. , oh ya dapat dari mana nomor ku.?.. " indah merasa penasaran perasaan dia sudah mengganti nomor ponsel nya, jadi darimana si calon duda ini tau.


"kau meremehkan kemampuan ku, aku ini kan pintar.. kemana pun kau berada di situ ada si calon duda, dan pastinya ada si calon janda juga.. " ucapan dimas yg entah kemana arahnya.


"kau mulai stres ya.. udah aku tutup.. soalnya aku mau pulang... " ujar indah yg sebenarnya malas berurusan dengn pria ini.

__ADS_1


"pulang kemana?.. ke hati ku ya?...tenang dimas si mas mas kamu akan selalu membukakan hati ku untuk mu... "ucap dimas mengoda indah, sedangkan indah malah berfikir sejak kapan musuh kuliahnya ini pintar mengoda dirinya.


" serah mu lah.. aku mau pulang ke Indo.. bay.. bay.., oh.. ya assalamu'alaikum.. "


tut..


tampa menunggu jawaban dari dimas indah langsung mematikan ponselnya, karena males mendengarkan omong kosong si calon duda itu.


di lain tempat..


"waalaikumsalam... wah parah. langsung di matikan... "


"kau tau dah, aku tu suka sama mu, tpi aku takut kau akan menolak ku jadi aku mendekati mu hanya dengn cara ini, bermain² dengn mu seperti sahabat tpi kadang seperti musuh.. hihi.. " pria itu tersenyum geli membayangkan kebersamaan nya saat² masa kuliah bareng si Spanyol.


dimas merupakan orang yg berasal dari indonesia, merupakan keluarga yg terpandang, dia menggantikan posisi papanya yg sedang sakit saat ini, entah kebetulan atau tidak dia malah berjumpa dengn indah yg merupakan salah satu sekertaris rekan bisnisnya, padahal saat masa kuliah mereka habis. indah sama sekali tidak bisa di hubungi tpi beberapa bulannya dia malah berjumpa di Italia ini, sungguh membuatnya senang.


.


setelah menutup telpon nya ia pun naik dan di ikut bodyguard yg tidak jauh darinya yg dari tadi mengawasi nya, walaupun indah risih mau gimn lagi dia blm punya hak buat ngatur mereka karna blm terikat apapun dengn bastian.


"lambat.. " ucap bastian singkat dan tampa ekspresi, datar.


indah tak menanggapi ucapan bastian tpi malah bertanya.


"kalau keluarga ku engk setuju gimn?.."bastian yg tdinya memejamkan matanya kini terbuka dan menatap indah yg berada tidak jauh dari nya.

__ADS_1


" mereka harus mau.. "


"engk bisa gitu juga tuan bastian yg terhormat!.. "


"bisa!.. " indah kesel mendengar ucapan bastian yg seperti tak mengerti dirinya, tampa bnyk protes lagi, indah memejamkan matanya dengn posisi duduk.


beberapa saat bastian melihat indah yg ternyata sudah tertidur pulas di kursi membuat bastian berdiri dan menuju ke arah indah, perlahan-lahan bastian mengangkat tubuh indah dan berjalan ke kamar yg memang ada di pesawat ini.


bastian menaikkan selimut hingga menutup dada indah, sebelum bastian pergi dia perhatian lekat² wajah indah yg tertutup kain itu.


"aku tau kau pasti blm bisa menerima ini semua, tpi aku janji akan menjadikan ratu di istana ku, aku jatuh cinta apa mu tpi aku engk tau itu kapan, tpi aku yakin perasaan ini adalah klau aku sungguh-sungguh ingin menjadi dirimu milik ku.. hanya milik bastian putra Willem shander, satu² nya nyonya di istana ku... "bastian mendekat kan wajahnya dgn wajah ayu indah yg terlihat sangat lelap dalam tidurnya bahkan tidak terganggu yg bastian lakukan saat ini.


cup..


" aku mencintaimu, kau hanya miliku dan akan tetap jadi milikku.. "setelah mengecup kening indah lalu bastian pergi dengn wajah dinginnya kembali, berbeda saat dia berbicara sendiri dimana penuh perasaan dan kelembutan.


wlaupun bastian tidak langsung terus terang pada indah kalau dia jatuh cinta pada indah, tpi bastian yakin indah pasti akan tau kalau di memang cinta pada indah dengn prilaku dan sangat ngotot untuk menikahkannya, itu hanya prediksi bastian saja tpi kita tidak tau kedepannya.


.


"dia tadi berbicara sama siapa.?.. " tanta bastian dingin kpda anak buahnya.


"saya tidak tau namanya tuan tpi saya tdi mendengar walaupun tidak terlalu jelas tpi nona sari tadi menyebutkan calon duda,... " terus terang anak buah bastian walaupun menurut nya agak aneh, apa ada nama valon duda?.


"kalian bisa pergi.. " usir bastian maksudnya pergi dari dekatnya bukan keluar pesawat ini.

__ADS_1


"ternyata dia ingin mendekati calon istri ku?..jangan harap,.." bastian tersenyum sinis dengn pandangan keluar jendela pesawat yg terlihat indah dari atas ini.


__ADS_2