
flashback on
bastian duduk santai di sofa itu sambil menunggu indah yg permisi ke toilet sebentar, tpi dering telpon nya mengganggu diri yg tadinya seperti memikirkan sesuatu.
"ada apa?.. " tanya bastian saat sudah mengangkat telponnya.
"tuan... penghianat itu ada di sini, mereka bawa anggota tuan, seperti nya ingin membunuh anda dan seluruh penghuni hotel secara masal.. " suara erick begitu jelas di pendengaran bastian yg sekarang sudah mengeraskan rahang nya dan menahan emosi agar tidak meledak disini.
"sialan mereka!!.. sherlock lokasi kalian,halang mereka!..jangan sampai mereka sampai ke sini!.."perintah bastian dengn tegas.
setelah mendapat lokasi yg dikirimkan oleh erick, bastian pun langsung meluncur ke sana dengn emosi yg meluap-luap, walaupun begitu dia masih memikirkan keselamatan indah, karna sebelumnya bastian sudah memerintah 5 anak buahnya untuk menjaga indah saat di toilet jadi dia sedikit lega saat meninggalkan indah tampa pengawasan nya.
off
"mati!!.. kalian semua!!.. "teriak bastian seperti orng keserupaan yg membantai puluhan anggota penghianat itu.
dor..
dor..
dor..
suara tembakan terdengar jelas di jalan yg tampak sunyi itu, tampa ada yg lewat satupun.
dor..
" akhhh, sialan kau,. "marah si penghianat itu.
" bunuh mereka semua!!.. "perintah si penghianat itu pada anak buah nya.
" siap bos!!.. "
dor..
dor..
dor..
dor..
puluhan besi panas itu langsung bersarang di tubuh mereka.
akhhhh...
__ADS_1
akhhhh...
akhhhh...
bastian dengn lincah menyerang si penghianat itu dengn bertubi-tubi bahkan bastian tak memberinya celah sedikit pun dia untuk membalasnya.
bughhh...
si penghianat itu jatuh membentur aspal yg kasar itu, dengn keadaan sudah babak belur saat dirinya ingin memerintah anggotanya untuk mengeroyok bastian tpi dia di kejutkan saat melihat mayat anak buah nya yg sudah tergeletak dengn bersimbah darah.
"knp?..terkejut!!.. " ucap bastian dengn tatapan remeh pada si penghianat.
"kalian!!.. " marah nya menatap bastian dan anak buah buah bastian yg masih bnyk, paling hanya beberapa yg cendera berat yg lainya ringan semua tampa ada satupun yg tewas.
"kau kalah!!.. " ucap bastian sambil memancungkan jempolnya kebawah.
"tidak!!!.. " teriaknya merasa ajal nya sudah mendekat tampa berfikir di menembakan pistolnya kearah mereka dengn sembarangan arah.
dor...
"akhhh!!.. " tpi itu semua gagal saat tiba-tiba peluru dengn begitu cepat meleset ke arah lengannya membuat pistolnya itu langsung terjatuh.
bastian, erick dan anak buah yg lain langsung menoleh kebelakang mereka ternyata yg memberikan tembakan itu adalah bayu yg baru datang.
"maaf terlambat!!.. " cengir bayu.
"oh jelas aku memang sibuk!!.. " percaya diri bayu tampa mengira klau itu ada sindiran buat dirinya.
erick yg jengah pun diam sambil memperhatikan bos mereka yg kini mengajukan beberapa pertanyaan pada si penghianat itu.
"siapa bos kalian yg sebenarnya?.. " tatapan dingin dan menusuk bastian tak pernah berubah Sama sekali.
"hahaha!!.. sampai mati pun engk akan aku kasih tau!!.. " tawa penghianat itu mengelegar di jalan sepi itu.
bugh...
bastian merasa geram pun langsung memberikan bogem mentah padanya.
"uhuk.. uhuk.. hanya segitu kemampuan mu!.. " tatapan sinis si penghianat yg keadaan yg sudah sekarat.
bastian benar-benar geram melihat si penghianat ini trus saja menutup mulutnya untuk menyembunyikan siapa dalang di balik ini semua.
bugh.. bugh.. bugh.. bugh..
__ADS_1
"hentikan tuan!.. klau anda trus memukul nya dia akan mati!!.. " ucapan bayu menyadarkan dirinya hampir saja membunuh si penghianat ini yg padahal sama sekali tidak ingin membuka mulutnya.
bastian kembali menatap orng itu yg kini sudah benar-benar sekarat mungkin untuk melarikan diri saja pasti tidak bisa.
"kalian urus mayat itu, buang saja ke laut!.. " perintah bastian pada anak buahnya.
"baik tuan!!.. " serempak mereka yg ingin berbalik.
"tunggu!!.. "
ucapan bastian membuat meraka berhenti lalu berbalik untuk menatap bosnya yg kini seperti marah.
"ada ap.. "
"kalian berlima bukan kah harus menjaga indah!!.. " ucapan erick terpotong saat mendengar suara bentakan bastian yg seperti marah besar.
lima orng yg ditunjuk itu pun gemetaran ketakutan, apakah mereka melakukan kesalahan?.
"i.. iya tuan.. " jawab salah satu dari mereka yg gemetaran ketakutan.
dor..
akhhhh..
"jadi siapa yg jaga indah!.. bodoh!!.. " bentak bastian marah sekaligus khawatir karna meninggalkan indah di hotel sendirian tampa ada pengawasan dari dirinya.
mereka berlima sekarang paham knp bosnya itu marah besar ternyata karena mereka tidak menjaga wanita bos nya ini yg memang sudah di tegas dari sebelum pergi ke hotel itu agar mengawasi indah kmn pun ia berada.
"ma.. maaf tuan, kami lalai karena saat mendapatkan kabar klau si penghianat itu ada disini juga bersama anggota jadi kami tampa berfikir ikut kesini juga, dan so.. soal nona indah... "ucap salah satu dari mereka yg kini meringis kesakitan karena tembakn yg bastian berikan apanya tadi.
" kami engk tau.. "ucap dari mereka lagi dengn nada pelan.
" sialan kalian!!.. "marah bastian yg ingin menembak mereka lagi.
dor..
bastian dan yg lain menoleh kebelakang yg ternyata si penghianat membunuh dirinya sendiri dengn pistol nya yg tadinya terjatuh tidak jauh dari nya.
" sialan!.. penghianat itu lebih baik mati dari pada buka mulut"maki bastian benar-benar marah.
brakkkk...
suara benda jatuh yg begitu nyaring membuat mereka mengalihkan pandangannya ke salah satu bangunan yg tidak jauh dari sana.
__ADS_1
mereka semua terkejut begitu pun dengn bastian yg tampak tidak percaya.
"i.. indah"