
pandangan indah mengarahkan ke jendela pesawat kini hari mulai gelap membuat pemandangan dari atas sangat lah cantik dengn lampu yg berkelap kelip di bawah sana.
"tuan sebentar lagi kita lepas landas.. " ucap petugas pesawat.
"hm.. " balas bastian yg sama sekali tak melirik petugas itu yg tak lain bodyguard nya juga, setelah mendapat balasan dari si tuannya petugas itu langsung keluar dari ruangan itu.
indah yg tadinya melihat pandangan keluar tpi telinga nya mendengar jelas apa yg mereka katakan membuat indah langsung bertanya pada bastian.
"jadi kita sudah mau sampai?.. "
"iya.. "jawab bastian singkat, indah hanya mendengus kesel karena bastian tidak meliriknya sama sekali malah fokus dokumen, yg entah apa isinya.
pesawat pribadi lepas landas secara aman tampa ada kendala sedikit pun, indah bahagia akhirnya dia sampai di tanah airnya walaupun hanya kurang 2 bulan dia berada di Italia tpi dia sangat kangen pada kedua orng tuanya apa lgi dengn baby raya.
"alhamdulillah, akhirnya sampai.. " indah kesenengan langsung menuju keluar dan meninggal bastian yg hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah indah yg begitu semangat.
"nona hati².. " karna indah yg berlari di tangga membuat anak buah bastian menghadap indah agar perlahan turunnya.
indah mengetahui anak buah bastian yg baik padanya pun mengangguk dan berjalan normal.
satu hal yg membuat indah melongo tak percaya di tengah tangga saat melihat anak buah bastian yg berbaris rapi di bawah sana dengn sebuah mobil berwarna hitam dan juga seseorang yg indah kenal.
"knp berhenti di sini?.. ayok.. " indah Tersentak kaget tiba tiba bastian sudah berada di samping nya.
"engk usah pegang².. bukan muhrim.. "dengn melepas kan tangan bastian dari tangannya.
bastian tersenyum tipis mendengar itu.
" klau udah nikah boleh dong... "kedip sebelah mata bastian menggoda indah.
" auah... gelap.., cepat jalan duluan.. "indah menghiraukan godaan bastian.
" gelap dong sayang, namanya juga sudah malam.. "bastian tak henti² menggoda indah yg sudah mulai merenggut kesel.
__ADS_1
" baaassstiiiaaann.. "tekan indah geram.
" oky² baby, jangan marah, yok jalan.. bareng.. "
"tampa pegang tangan!.. " ujar indah.
"iya tampa pengang tangan.. " janji bastian.
"aku bangga pada dirimu hanya sekedar berpegangan tangan saja kau menolak klau bukan yg muhrimmu... " bastian hanya bisa tersenyum tipis karna dia harus menjaga image nya di depan anak buahnya.
mereka berdua berjalan beriringan dengn setiap anak buah bastian yg membungkuk hormat, lalu sampai di mobil bastian yg sudah menanti mereka.
"malam tuan dan nona sari.. " hormat bayu.
"tidak perlu seperti itu juga pak bayu.. oh ya klau di sini panggil indah saja, gk usah pakek embek nona² segala karna saya bukan nona anda.. " ucap indah yg tak suka terlalu di hormati hingga seperti itu, sedangkan bastia tersenyum tipis bahkan sangat tipis hingga tidak ada yg menyadari nya sama sekali saat mendengar kata sederhana keluar dari mulut indah.
"tidak nona, saya emng harus menghormati anda seperti menghormati tuan karna anda calon istri nya, bila sudah jadi istri tuan putra maka kami semua akan memanggil anda bukan nona lagi melainkan nyonya muda.. " ucap bayu formal, indah yg tak sanggup mendengar ucapan bayu pun meminta untuk cepat pergi dari sini, bastian hanya menuruti dan lalu pergi dari sana dengn anak buah mengikuti mereka tpi ada yg sebagian kembali ke markas mereka.
"tidak, kita akan makan malam dan menginap di hotel basoknya kita baru ke rumah orng tuamu.. " jawab bastian menatap indah yg juga melihatnya.
"knp engk sekarang aja, aku udah kangen sama mereka... " cemberut indah, karna dlm fikiran nya tadi dia akan berjumapa dengn orng tua nya setelah sampai di sini tpi ternyata tidak karna harus menunggu besok.
"sabar, apakah calon istri bastian ini tidak sabaran untuk menikah dengn pria tampan dan kaya ini?."goda bastian dengn percaya dirinya.
indah melotot dan menepis tangan bastian yg mengelus kepalanya.
"engk ada ya.. " sewot indah yg tak Terima klau dia di bilnga tidak sabaran untuk cepat menjadi nyonya shander.
"hm.. baiklah.. " bastian yg tidak lagi menggoda indah yg seperti sudah merajuk padanya bahkan memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
mobil bastian sampai dengan depan hotel dengn beberapa bodyguard juga ikut turun.
"ini kamar mu, klau ada apa-apa panggil aku atau teriak aja karna di depan bodyguard selalu jaga.. " ucap bastian pada indah yg kini sudah berada di depan pintu hotel kamar indah.
__ADS_1
"hm.. baik.. makasih.. " lalu mengambil kunci kamarnya tpi malah ditahan bastian membuat indah menatap bastian kesel.
"apa engk mau di temani?.. "
"engk!.. "
brakk
indah langsung berbalik dan menutup pintu dengn kuat membuat menimbulkan bunyi yg nyaring, sedang bastian malah tertawa bahagia karna berhasil membuat indah selalu kesel padanya.
anak buah bastian apa yg di lakukan dari tadi langsung menatap king mereka dengn tatapan tidak percaya.
"king tertawa?.. apakah sebentar lagi kiamat?.. " itulah pikiran bodyguard di sana merasa merinding.
bastian berhenti tertawa karena saat anak buah nya menatap tak percaya padanya, bastian langsung mengubah ekspresi nya dengn datar dan dingin lalu menatap mereka yg kini menundukkan ketakutan.
"jaga calon istri ku, sempat ku dengar dia kenapa².. siap-siap lah kalian.. "
glek..
"ba.. baiklah tu.. tuan.." mereka tergagap-gagap menjawabnya saat mendengar ancaman bastian dengn tatapan dingin kearah mereka.
huh...
mereka bernafas lega saat melihat bastian masuk kekamar sebelah.
"aku klau berhadapan dengn king rasanya oksigen terkuras oleh king.. " ujar salah satu bodyguard.
"bener banget!.. " sahut salah satu bodyguard.
"kalian jangan bergosip nanti lengah kita bisa kecolongan, bisa mati kita nanti.. "
bodyguard itu langsung dia mendengar suara tegas kawan mereka juga, dan kini mereka fokus menatap waspada di sekitar karna takut ada serangan tiba-tiba yg akan merugikan mereka juga.
__ADS_1