
"gelap sekali... "
"tenanglah, lorong ini emng seperti ini, tpi saat keluar kita akan selamat!.. " ujar cici dengn menggenggam tangan indah sebelah kiri sedangkan risa sebelah kanan.
indah mengangguk pelan tanda mengerti.
"knp kalian berdua memegang ku seperti ini, aku tak akan kesasar!.. " indah yg sedikit risih pada kedua kepercayaan suaminya ini yg benar-benar tak ingin melepaskan tangannya dari tadi.
"ya karena nyonya.."
"karna nyonya berharga bagi tuan maka kami melakukan hal yg sama.. " potong rida cepat sebelum cici menjelaskan panjang lebar, wajah risa tak berubah datar dan dingin.
indah hanya bisa pasrah mengikuti mereka berdua yg benar-benar menjaganya bagaimana berlian tak ingin lecet.
"hm! , apakah suamiku akan selamat?.. " tiba-tiba indah bertanya lagi walaupun pandangan lurus kedepan yg gelap hanya di terangi obor di sekeliling lorong itu.
"tenang lah nyonya, king itu hebat mau ribuan orng pun yg menghajar nya tetap dia yg akan menang... king ku gitu loh.. " cici mengagung²kan bastian, bagaikan pahlawan.
inilah mengapa risa tak ingin cici yg menjelaskan ia klau menjelaskan selalu berlebihan walaupun kenyataan engk gitu² amat.
"tak bisa kah kalian tidak memanggil nyonya!.. aku ini sepertinya seusia seperti kalian, panggil nama aja... " dengn santainya indah berkata seperti, tampa indah sadari ekspresi kedua wanita itu yg melotot tak percaya.
"manggil indah gitu?.. " tanya cici penasaran.
"iya.. "
"hahaha... maaf nyonya tak bisa, nyonya tetaplah nyonya di antara kita sangat lah beda jauh... " cici hanya bisa tertawa paksa.
"bisa mati!.. klau memanggil istri king sebutan nama!.. "batin cici masih sayang nyawa.
" tpi... "
"maaf nyonya seperti nya hal itu tidak penting di bahas!.. dan sebentar lagi kita keluar dari sini... sebaiknya kita berjalan cepat takut mereka mengejar dari belakang... " ucapan risa yg dingin itu membuat indah tak lagi berbicara, dia hanya diam sambil melihat tak jauh dari tempatnya, samar samar dapat melihat tangga.
"itu apa?.. "
"tangga!. " jawab risa singkat lalu berjalan duluan.
"cici!.. aku yg naik duluan! nyonya di tengah sedangkan kamu di belakang!.. "ujar risa yg di anggukin cici paham, sedangkan indah bingung, kemana tembusnya jalan ini setelah menaik tangga.
" ayok!.. "ajakan cici membuat indah sadar dengn perlahan dia naik.
" hati² nyonya.. "indah nya memutarkan bola matanya dengn jengah, mendengar nada khawatir itu dari mulut cici.
__ADS_1
tidak terlalu tinggi, indah dapat melihat ada sinar matahari di lobang atas.
" itu jalan keluar,.. "senang indah karena dia sesak berada di lorong ini yg finim udara.
akhirnya indah sampai di atas, dia di bantu risa naik.
" makasih!.. "
"hm.. " balas risa lalu membantu cici naik.
"akhirnya kita selamat!.. " cici yg kesenangan sama dengn indah tersenyum bahagia walaupun kadang di khawatir dengn bastian di sana.
"engk nyangka tembusnya di hutan!.. " kagum indah saat hutan yg masih terlihat asri.
"tak jauh dari sini ada jalan dan di sana ada mobil kita,... " ucap risa.
"sebenarnya kita mau kemana?.. " tanya indah penasaran dari tadi.
"yg jelas tempat aman.. udah engk usah di fikirkan, ayok kita pergi sebelum malam.. " saat melihat suasana yg sudah mulai menggelap.
baru ingin melangkah mereka di kejutakan bnyk pria berjas hitam dengn gambar ular putih di belakang mereka.
"kita di kepung!.. " cici yg panik melihat banyk nya orng² yg mukanya bringas semua.
"sialan!!.. " umpat risa.
"penghianat!!.. " kompak risa dan cici bersamaan dengn nada pelan penuh amarah.
indah bingung dan khawatir dengn posisi yg terjepit seperti ini, ia tak pandai bela diri hanya bisa mengandalkan risa dan cici, tpi klau sebanyak ini indah jadi semakin khawatir mereka engak sanggup mengalahkannya.
tiba-tiba ada pria yg muncul yg indah tak kenal tpi sangat risa dan cici kenal yg tak lain kepercayaan tuan crisvo, merupakan kaki tangannya.
"apa kabar kalian berdua?.. " pria itu menyapa dengn tersenyum, beda dengn risa dan cici hanya menatap kebencian pada pria itu.
"kalian sudah terkepung! , serahkan wanita itu,dan kalian selamat... oh ya klau mau bergabung dengn anggota tuan tom juga boleh... " tawar pria itu.
"jangan mimpi kau Rio!.. " tatapan risa semakin dingin menatap pria itu.
"hahaha, wah tak di sangka kalian setia juga dengn pria bodoh itu!.. " rio tersenyum sini.
"heh, yg kau bilang bodoh itu suamiku, kau itu yg bodoh!, tak punya pikiran!, beraninya main kroyokan, wanita pula itu.."indah mengucapkan itu dengn nada tak suka, dia tak Terima suaminya di katai seperti itu.
" waw!.. merdu sekali suara mu sayang!.. "bukannya takut rio semakin menjadi².
__ADS_1
" sialan kau!.. "risa ingin menghajar rio tpi terhenti tiba-tiba rio berteriak yg membuat mereka jantungan.
" buk jum!!... kemarilah!!.. "
tak lama wanita tua muncul di sisi kanan rio, keadaan yg menundukkan karena ta berani melihat orng yg sudah sangat mempercayai nya.
indah mematung tak percaya begitu dengn risa dan cici yg cepat sadar siapa penghianat itu.
"dasar wanita tua tak di untung!.. bukan kah kau selama ini setia pada tuan bastian kenapa kau berhianat sialan!!.. " emosi cici di umbun² rasanya ingin mencakar wajah buk jum itu.
"maaf kan saya!.. " buk jum mengangkat wajahnya langsung bertatap dengn mata indah yg terlihat sendu.
"penghianat hukumnya mati!.. " risa berkata dengn dingin.
"knp ibu melakukan ini buk!.. " indah berusaha agar tidak menangis, di kecewa pada buk jum, jelas itu, wanita yg sudah di anggap nya ibu sendiri tapi malah ingin menghancurkan nya dari belakang.
"maaf nak!.. " buk jum menangis di ingin maju tpi mendapat teguran berupa deheman pria yg membuat nya melakukan ini semua.
"eheemm,.. " rio menguap bosan dengn drama di depan.
"oh ya, aku kasih bocoran nih, klau buk jum loh yg ngasih racun itu... "
degh...
sontak saja mereka terkejut, apalagi buk jum yg sudah pucat pasih.
"ja.. jadi ibu pergi saat itu bukan karena saudara ibu ada yg meninggal?.. " indah sungguh sangat kecewa kali ini, air matanya sudah mengalir deras.
"ti.. tidak nak!, ibuk tidak seperti itu.. hik, maaf kan ibu.. ibuk bisa jelaskan... nak indah.. ibuk.. "
"berhenti memanggil ku nak indah, aku bukan lagi anakmu.., hiks.. " bentak indah yg telanjur kecewa,buk di buat terkejut hanya bisa menagis minta maaf di hadapan indah tpi indah tak mendengar kan nya sama sekali.
brugh...
satu tendang risa membuat buk jum tersungkur menyedihkan, ada rasa tak tega indah saat melihat buk jum seperti itu tpi indah mengingat jelas perkataan bahwa buk jum penghianat dan masalah semua ini, membuat indah menutup rasa kasiannya menjadi benci.
"maafkan ibuk nak, ibu salah tpi keluarga ibuk... "
bugh...
satu pukulan rio membuat buk jum langsung pingsan.
"bawa wanita berisik ini ketepi.. " perintah Rio yg merasa buk jum sangat lah berisik karena teriakannya dan hampir saja membongkar semuanya.
__ADS_1
"buk!.. " gumam indah lagi² dia merasa kasian pada buk jum walaupun sudah ingin membunuhnya saat itu, tpi entah knp indah merasa buk jum tak salah sepenuhnya nya.
"mungkin buk jum terpaksa melakukan itu.. "Tiba-tiba itu terlintas begitu saja di pikiran indah.