Indah Milik Psikopat Kejam

Indah Milik Psikopat Kejam
eps 74


__ADS_3

sebuah mobil melaju dengn kecepatan tinggi menuju bandara yg cukup jauh dari rumahnya.


"ya Tuhan, semoga indah dan ibuk itu tak apa² .. " gumam pria yg cukup tampan deng wajah cemasnya yg dari tadi selalu berdoa, dia adalah dimas.


cittttt....


mobil berwarna silver mewah itu berhenti mendadak lalu keluar dengn gagah namun buru².


"mati aku!!.. "batin dimas saat melihat adek kesayangan nya dan kedua opa dan oma nya sepertinya merengut kesel di salah satu bangku halte dekat bendara.


" ma... "


"kk kemana aja sih, lama bnget!.. citia udh bilang ya harus cepat.. ini malah lama, udah malam, dingin, ngantuk juga.. y kan oma, opa!... " kesel citia langsung masuk ke mobil meninggal dimas yg blm sempat berbicara.


"oma, opa!.. maaf!.. " dimas menundukkan kepalanya, dia terlambat membuat adek dan oma opanya, menunggu lama.


"hm, engkpp, dimas pasti bnyk pekerjaan kan?.. udah ayok masuk... " ujar oma lembut dengn senyum di wajah keriputnya, memeluk dimas sebentar lalu masuk.


"udah jangan di dengerin adek mu yg cerewet itu,kamu tau kan sifat nya memang seperti itu..., ayok pulang!.. " kini gantian opa yg berbicara.


"iya, opa.. makasih.. " dimas tersenyum.


.


sebuah ruangan yg sangat minim cahaya, sunyi dan senyap, hanya sebuah ketikan keyboard yang terdengar di ruangan itu, sesekali desisan marah.


brakkkk....


bastian memukul meja dengn kuat, membuat meja langsung retak, dia mengusap wajah dengn frustasi karena sama sekali tak mendapatkan jejak di mana indah.


matanya kini berfokus pada foto kecil di atas meja itu, yg tak lain indah yg terseyum manis, diam² bastian memotret seminggu yg lalu saat dia dan indah menjalani rumah tangga dari awal lagi, foto indah yg tersenyum di balkon nya malam hanya menggunakan jaket tebal, hijab tampa cadar, yg tersenyum melihat binatang.


bastian teringat masa² indah nya bersama indah akhir² ini.


"abi.. " pekik indah memanggil bastian.


"ke..kenapa sayang," bastian sedikit kekurangan nafas karena berlari.

__ADS_1


"kaki ku pegel bi!.. " sambil memperlihatkan kaki yg mulus.


"jadi, mau di pijitin nih... "senyuman mesum bastian langsung muncul.


" abi!!.. apa engk cukup ya, udah buat aku sampek engk bisa jalan nih.. "lotot indah kesel.


" hahahaha.. "tawa bastian pecah langsung melihat betapa gemesnya istri nya ini.


" uluh² sayang.. jangan mayah yah, .. haha.. "


"haha...,aku rindu kamu sayang, kamu di mana?.. " bastian tertawa pelan mengingat kebersamaan akhir² ini.


hari sudah larut tpi bastian masih blm tidur, selama ini dia tidur selalu bersama indah membuatnya tak bisa tidur sendirian.


"sayang.. hiks..kamu dimana?.. "


mengejutkan lagi² bastian menangis karena indah.


"bukankah kita akan membangun rumah tangga yg lebih harmonis?.. tolong sayang, kembali lah, aku tak bisa hidup tampa mu.. hiks... ya Allah, maaf.. "


dengn sempoyongan seperti orang mabuk dia masuk ke kamar dan langsung masuk kamar mandi, tak. berapa lama bastian keluar dengn keadaan segar.


bastian membentang sajadah?... dia. sholat?..


"assalamu'alaikum warahmatullah... "


bastian bersimpuh diatas sajadah, lagi² di sholat karena sebuah masalah.


"ya Allah, apakah kau tak bisa membuat hamba mu ini bahagia?.. knp kebahagiaan itu selalu engkau rengut.. knp?.. knp?.. maaf ini semua salah ku, maaf.. tolong jaga istri dan anak ku ya Allah, dangn nama Allah hamba akan mengakhiri ini semua dan berada di jalan mu... "


bastian berdoa khusyuk, dengn menangis tersendu² di atas sajadah.


"indah, aku tak bisa hidup tampa mu, tolong.. kembali lah.. " gumam bastian pelan dengn maaf sayup tak bebrapa lama itu tertidur di atas sajadah.


.


"dek?... " panggil dimas tapi citia langsung melongos masuk meninggalkam dimas begitu saja.

__ADS_1


"dia masih marah!.. " oma


menggelengkan kepalanya melihat citia adek bungsu dimas yg umurnya masih 17 thn itu merajuk padanya.


"hah.. iya oma, bukannya senang berjumpa dengn abangnya tpi malah marah... " ujar dimas beriringan masuk bersama dengn opa omanya.


"sebentar lagi minta beliin bonekanya tuh.. " celatuk opa becanda.


"mungkin opa, ayok masuk pasti mama sana papa nungguin dari tadi... "


mereka masuk dan sudah di suguhkan oleh citia yg mengadu, karena di lihat dari tatapan mata mamanya yg seperti akan menelan nya hidup².


"mom, dad.., apa kabar?.. " tuan Farel berdiri dan mengalami kedua orng tua istrinya itu, begitu deng ana langsung memeluk orng tuanya.


"kamu apain adek mu dimas?... " tanya ana menatap dimas yg seperti mau pergi dari ruang tamu.


"biaslah ma, cuman telat dikit, mama dan papa tau kan aku telat kenapa?.. " ujar dimas berhenti dan menatap adeknya dengn kesal.


ana tau itu, membuatnya membujuk citia seperti tak Terima karena tak memarahi abangnya.


"mama sama aja,.. " dengus citia langsung masuk ke kamarnya di lantai atas.


"sa.. "


"mungkin dia capek, biarkan saja.. " ucapan Farel menghentikan ana yg ingin mengikuti citia.


"mom dan dad.. istirahat lah, ini sudah larut, kamar tempat biasa di sana sudah di bersihkan ana tadi... " tutur farel pada mertuanya.


"makasih nak... " mereka pun pamit masuk kemar meninggalkan Farel, ana dan dimas disana.


"mau kemana?.. " tanya Farel menatap putranya hendak pergi.


"melihat keadaan nya... " ujar dimas.


"engk usah, besok saja, ini sudah malam, dan besok kamu dimas harus menjelaskan siapa mereka berdua.. " ujar ana karena ini sudahlah malam.


"hm.. baiklah..." pasrah dimas masuk kekamar tamu karena indah dimas tempatkan di kamar nya tadi, terpaksa ia tidur di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2