
"Ricard," panggil Septi pelan.
"Ya,"
"Aku rasa hubunganmu dengan Alexa tidak bisa diteruskan." tiba-tiba saja kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir Septi.
"Kenapa?" Ricard mengernyitkan kening ketika mendengar ucapan Septi.
"Apa maksud mu?" Ricard tidak mengerti kemana arah pembicaraan Septi.
"Ku mohon, sebagai sahabat Alexa dan aku juga telah menganggap dia seperti adikku sendiri, lepaskan dia dari ikatan ini, jangan jerat dia terlalu lama, karena hatinya bukan untukmu, dan Alexa tidak tercipta untukmu." pinta Septi lagi.
Mendengar ucapan dari Septi, membuat Ricard terdiam. Ia berusaha memahami setiap kata yang terucap dari mulut wanita itu.
"Ya, kau benar!" ucapnya kemudian.
Wajah Septi merona ketika Ricard mengiyakan permintaannya.
"Jadi, kamu setuju dengan apa yang aku katakan?" tanya nya dengan kedua bola mata yang berbinar.
Ricard mengangguk.
"Terimakasih," ucap Septi lagi.
__ADS_1
"Sekarang aku harus mencari pengganti Alexa, karena kalau tidak, kedua orangtua ku akan kembali menjodohkan aku dengan wanita Dubai," raut wajah Ricard berubah masam ketika menyebut nama wanita Dubai.
"Memangnya kenapa dengan wanita Dubai? Bukankah mereka cantik-cantik?" Septi merasa Ricard tidak menyukai wanita Dubai.
"Keluarga ku berasal dari indonesia, dan aku juga ingin memilih calon istriku sama-sama orang Indonesia juga," jawab Ricard dengan yakin.
"Oleh karena itu ketika bertemu dengan Alexa, aku langsung menyukainya," lanjutnya kemudian.
"Sangat sulit untuk mencari wanita secantik dan sebaik Alexa," gumam Septi.
"Bagaimana kalau dirimu?!" sontak membuat Septi terkejut, mendengar ucapan Ricard.
"Apa? aku?" Septi seolah bermimpi mendengar pria itu memilih dirinya. Tanpa ia sadari sebelah tangannya menunjuk ke arah dadanya.
Ricard segera mengangguk, kemudian berkata, "Ya, kau mau kan, menjadi pendamping hidupku?" kali ini Ricard yang meminta.
"Wanita desa yang tidak punya apa-apa, iyakan, itu yang akan kau katakan." tukas Ricard memotong perkataan Septi.
Membuat Septi menunduk.
Perlahan Ricard meraih tangan lembut Septi, dan meletakkannya di dadanya.
"Bisa kau rasakan detak jantungku?"
__ADS_1
Septi mengangguk dengan menatap wajah Ricard, wajah yang pernah ia tatap dengan jarak yang begitu dekat waktu itu.
"Sebenarnya telah lama aku menyimpan rasa ini untukmu, tapi aku terus menyembunyikan nya."
"Rasa apa?"
"Aku menyukaimu, dan aku baru sadar setelah mendengar cerita dari Pak Hendra, bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan, dan aku tidak ingin apa yang telah terjadi padanya terjadi juga padaku dan Alexa, dan kau benar, aku harus segera melepaskan dia secepatnya." tutur Ricard masih dengan memegang erat tangan Septi didadanya. Dan septi pun membiarkan pria itu, karena ia juga merasakan hal yang sama.
"Apa kau juga merasakan rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan?"
Septi mengangguk.
"Ya, aku juga menyukaimu." lirihnya.
Dan jawaban Septi membuat perasaan Ricard berbunga-bunga. Tak dapat dihindari lagi, Ricard langsung membawa Septi yang duduk di samping nya, masuk kedalam pelukannya.
DAG DIG DUG.
DAG DIG DUG.
DAG DIG DUG.
Bunyi jantung keduanya seperti saling beradu, sehingga mereka bisa mendengarnya satu sama lain.
__ADS_1
"Ya Allah, terimakasih engkau tunjukkan kekuasaanmu, di depan mataku. Cucuku baru saja berdo'a dan engkau mengabulkan do'anya dengan mengirimkan jodoh lain kepada nak Ricard. Aku yakin setelah ini Saga dan Alexa pasti akan segera bersatu kembali." bisik Kakek Syarifudin yang kebetulan melihat Ricard dan Septi di teras ndalem.
"Puji syukur padamu Ya Allah, yang maha membolak-balikan hati manusia," Kakek Syarifudin merasa sangat bersyukur. Akhirnya satu- satunya yang menjadi penghalang antara Saga dan Alexa telah hilang dan itu semua atas izin Allah.