Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 40


__ADS_3

Sejak tinggal bersama Eyang Netty, Alexa di didik dengan sedemikian rupa, banyak hal yang diajarkan kepada Alexa. Bahkan, Eyang Netty tidak segan-segan mendatangkan dua orang guru private sekaligus. Mereka ditugaskan untuk menggembleng Alexa dalam mengejar paket sekolah yang telah jauh tertinggal. 


Dimulai dari paket A, B dan C..


Namun, Alexa tidak patah semangat, ia tetap belajar dengan tekun, meski sedikit terlambat itu lebih baik daripada tidak sama sekali. 


Hari-hari Alexa hanya dihabiskan untuk belajar dan berlatih, karena Alexa sendiri memiliki keinginan untuk menjadi orang yang terpandang di kemudian hari. 


Berkat kerja keras Alexa, hanya dalam waktu dua tahun, ia telah berhasil meraih ijazah sekolah paket C, yang berarti ia telah lulus dalam mengejar paket C, atau setara dengan sekolah menengah atas. 


"Syukurlah  Alexa, akhirnya kau lulus juga!" ucap Eyang Netty penuh kebahagiaan, ketika ia menerima ijazah paket C dari salah seorang guru private. 


Apalagi saat ia memeriksa hasil penilaian ujian Alexa, senyum Eyang Netty semakin berkembang. Ketika ia melihat seluruh nilainya tidak kurang dari angka seratus. 


"Eyang bangga padamu, kau telah membuktikan kalau Alexa yang sekarang bukanlah Alexa yang dulu," ucap Eyang Netty lagi. Tak henti-hentinya ia mengecup kening cucunya itu. 


"Semua ini berkat bimbingan Eyang dan Kakak-kakak yang baik ini." sahut Alexa seraya tersenyum kepada kedua guru private yang sedang duduk berseberangan dengannya dan Eyang Netty. 


"Tetap saja nak, jika tidak ada kemauan serta kerja kerasmu, maka semua itu tidak berarti apa-apa," ucap Eyang lagi. 


"Ya, semua ini berkat jerih payah Alexa serta semangatnya yang tidak tertandingi." sahut Salah seorang guru private itu. 


"Ya, sekuat apapun kami mengarahkan, jika tidak ada kemauan yang keras dari Alexa, maka semua itu percuma saja, tidak akan membuahkan hasil." timpal yang satunya lagi. 


Alexa hanya tersenyum ringan mendengar berbagai pujian dari Eyang dan guru private nya. 


Sungguh Alexa merasa sangat bersyukur, karena telah dikirimkan kepadanya, orang-orang yang baik dan siap mendukung dirinya. 


"Nyonya, kami mohon pamit dulu," ucap guru private itu mewakili temannya. 


"Baiklah, terimakasih banyak atas bimbingan kalian tehadap cucuku!" 

__ADS_1


"Sudah menjadi kewajiban kami nyonya," sahut yang satunya. 


"Alexa, jika butuh bantuan, jangan segan-segan untuk menghubungi kami ya," ucap yang satunya lagi. 


"Baik kak, terimakasih sebelum dan sesudahnya," sahut Alexa masih memandang kedua guru private nya dengan sebuah senyuman manis. 


Seraya pergi melangkah pergi dari mansion itu, kedua guru private itu bersenda gurau. 


"Sungguh wanita pujaan, sudah cantik, sopan konglomerat lagi." ucap salah satu dari guru private itu. 


"Ya, walau dia janda, aku mau kok sama dia." sahut yang lainnya. 


"Uh, dasar!"


Terdengar lah suara canda tawa dari keduannya, yang masih bisa didengar oleh Alexa dan Eyang Netty.


"Bagaimana? terlepas dari Saga, masih banyak yang memperebutkan mu!" seru Eyang Netty menggoda Alexa yang hanya tersenyum. 


"Apa? Dubai?" Alexa terkejut, karena baru kali ini ia mendengar tentang dubai. 


"Ya, benar! Kau akan meneruskan pendidikan mu disana, kota dubai akan membawamu ke jenjang kesuksesan." Eyang Netty merasa yakin, kalau Alexa Mampu menggantikan posisinya sebagai pemilik Beauty Glow. 


Ya, Beauty Glow, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan kecantikan. 


Beauty Glow Corp telah lama didirikan oleh mendiang orang tua Eyang Netty, dan semakin sukses dari tahun ke tahun. Sampai saat ini belum ada satu perusahaan pun yang mampu bersaing dengan Beauty Glow Corp. 


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


Hai, Readers ku tercinta. Terimakasih telah mengikuti karya recehku. Terimakasih banyak telah memberiku dukungan. 


Setiap like, komentar, gift iklan dan juga vote, sangat berarti bagi ku. 

__ADS_1


Sebuah puisi kupersembahkan untuk kalian semua Reader's ku, LOVE YOU. ❤


{ PADA BINTANG KU TITIPKAN RINDU }


By. ERICK EZANDOS


Manakala hujan tak lagi turun......awan malam pun ceria.....kutulis sajak buatmu....


Dengan alunan musik nostalgia aku bercumbu diatas kertas usang buku memoriku


Ku tuang segala rasa tentang dirimu


Rasa cinta yang tulus rasa mesra yang romantis......


Aku ingin kau hadir saat ini......sayang


Kejora kerlip indah di semesta aku menatapnya dengan syahdu....


Aku berharap dentingan melodi itu terdengar dengan hadirnya dirimu......


Aku melayang jauh mendekapmu.....


Senyummu manis menawan......aku rindu.......diatas bangku tua di sudut taman aku menantimu ......sayang......aku sangat merindukanmu


Secangkir kopi pun kurang tuk mengejarmu dalam khayal......sebungkus rindu ku persembahkan hanya untukmu....


Awan Pun kian menghitam rembulan tak sempat datang.....


Bintang yang tampak cemerlang menjauh sudah....


Kulihat bait berserakan di kertas kusam itu.....entah apa yang tersurat.....

__ADS_1


Ku mengharapmu datang saat ini.....Para Readers ku. 


__ADS_2