
Rian Hawiranata Kusuma, adalah nama asli dari Rian Arya. Seorang pria muda yang telah menghamili Tiara, mereka melakukannya atas suka sama suka.
Rian Arya sangat mencintai Tiara, hingga apapun ia lakukan demi rasa cinta kepada gadis pujaannya. Bahkan, Rian rela berhutang kepada teman-temannya agar bisa membelikan sesuatu yang diinginkan oleh Tiara.
Namun, selama beberapa hari ini, Rian sangat kesulitan untuk menghubungi Tiara. Sedangkan rasa rindu didalam lubuk hatinya telah tak tertahankan lagi.
Akhirnya Rian memutuskan untuk menemui Tiara di mansion nya. Walaupun dulu, gadis itu pernah melarangnya untuk menemuinya di area mansion.
"Anda siapa? dan ingin bertemu siapa?" tanya Pak Hendra, yang kebetulan akan pergi kantor.
"Perkenalkan namaku Rian Arya, teman sekelas Tiara!" jawab Rian dengan sopan, lalu menyalami tangan Pak Hendra.
"Beberapa hari ini Tiara tidak masuk sekolah om, apakah dia sakit?" lanjut Rian dengan bertanya.
"Tidak nak, Tiara baik-baik saja, hanya saat ini dia sedang berada di rumah Eyangnya! " jawab Pak Hendra.
"Mari, silahkan masuk nak!" ajak Pak Hendra, karena sejak tadi mereka c berdiri di depan pintu.
"Oh, tidak usah Pak, aku pulang saja!" sahut Rian seraya pergi setelah kembali bersalaman dengan Pak Hendra.
Bu Lusi, yang sedari tadi berdiri di belakang suaminya, hanya diam saja sembari menatap punggung Rian yang semakin menjauh.
'Oh, jadi dia yang namanya Rian, pantas saja Tiara tidak mau aku dinikahkan dengannya, dekil, kotor miskin lagi, untung saja Tiara segera memberitahuku, sehingga aku bisa mengatasinya dengan cepat.' batin Bu Lusi.
"Apa yang sedang Mama pikirkan?" Pak Hendra bertanya ketika melihat istrinya termenung, Dan itu membuat Bu Lusi terkejut.
"Tidak Pa, Mama hanya kepikiran Tiara, apa kabarnya dia sekarang?" jawab Bu Lusi beralasan.
"Ya, sudah! nanti malam kita jenguk dia!" Pak Hendra mengusulkan.
"Baiklah Pa, Mama senang sekali mendengarnya." ucap Bu Lusi dengan penuh semangat.
Sedangkan Rian yang sedang berjalan kaki menyusuri trotoar, tampak sedang melamun. Rasa rindunya kepada Tiara benar-benar mengusik pikirannya.
"Kenapa tadi aku tidak bertanya dimana alamat Eyangnya Tiara?" gerutu Rian seraya memukul kepalanya sendiri.
Karena Karena berjalan seraya melamun, Rian terserempet oleh sebuah mobil yang sedang melintas, untung saja mobil itu tidak sedang dalam kecepatan tinggi.
Tubuh Rian berguling-guling di jalan, akibat diserempet oleh mobil tadi.
"Pak, berhenti Pak! Kita nabrak orang!" seru Alexa, kebetulan pengendara mobil itu adalah Alexa.
__ADS_1
"Baik, Nyonya!" sahut Pak sopir seraya menghentikan mobilnya.
Alexa segera berlari menghampiri Rian yang masih terkapar dijalan.
"Aduh…, tanganku!" Rian mengerang seraya memegangi tangan kanannya yang cidera.
"Maaf, kau tidak apa-apa? dimananya yang sakit?" Alexa tampak panik melihat keadaan Rian yang mengaduh kesakitan.
"Pak sopir, cepat bantu bawa ke mobil!" perintah Alexa.
" Kita kerumah Sakit, sekarang!" perintah Alexa lagi ketika mereka telah berada di dalam mobil.
Sedangkan Rian hanya mengaduh kesakitan.
Sesampainya dirumah sakit, Rian segera ditangani. Rupanya luka Rian sangat serius. Tulang tangan kanannya patah akibat terbentur aspal. Namun, keadaannya baik-baik saja. Hanya tangan kanannya yang diperban, di selipkan ke dalam sebuah kain putih lalu di ikatkan di pundaknya.
"Sekarang pasien boleh pulang! ingat, minum obat secara teratur agar proses penyembuhannya lebih optimal." dokter lebih menyarankan agar Rian melakukan rawat jalan.
"Baik dok, terimakasih," sahut Alexa seraya pamit dengan menuntun Rian menuju kearah mobilnya.
Saat itu, Tiara yang hendak pergi kerumah Eyangnya, ia urungkan.
"Maafkan kami, kami tidak berniat menabrakmu, tapi kau yang berjalan di tengah." ucap Alexa dengan rasa iba.
Rian menghela napas dalam-dalam. Kemudian ia berkata,
"Aku tidak memiliki keluarga, aku hanya tinggal sebatang kara!" jawab Rian dengan kepala tertunduk.
"Kemana keluargamu?" tanya Alexa dengan rasa iba.
"Aku meninggalkan keluarga ku!" jawab Rian masih dengan kepala tertunduk.
"Kenapa? apa kalian ada masalah?" Alexa semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Rian.
"Sepertinya, aku tidak harus menjawab semua pertanyaan darimu!" Rian menatap wajah Alexa, didalam hati ia mengagumimu kecantikan Alexa.
"Oh, maaf! aku tidak bermaksud untuk… oh, iya, kenalkan namaku Alexa, namamu siapa?" kini Alexa mengalihkan pembicaraan.
"Namaku Rian, Rian Arya!"
"Sebuah nama yang bagus,"
__ADS_1
Setelah mengantarkan Rian kerumahnya, seraya memberikan sejumlah uang untuk biaya berobat, Alexa undur diri.
Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara sebuah benda yang terjatuh.
"Rian, biar ku bantu saja," Alexa mengambilkan segelas air putih untuk Rian.
"Terimakasih," ucap Rian, lalu meminumnya.
Kemudian, Alexa segera membersihkan pecahan gelas yang terjatuh.
Karena merasa bersalah, Alexa memutuskan untuk membantu Rian, termasuk memasak makanan untuk hari ini. Kemudian membantu membersihkan tempat kost yang ditempati oleh Rian.
Dan, itu membuat Saga benar-benar khawatir. Karena sebelumnya ia mendapatkan telpon dari Eyang Netty, bahwa cucunya itu tidak sampai dib tempatnya. Berulang kali ia berusaha untuk menghubungi Alexa, akan tetapi tidak tersambung. Membuat Saga bertambah khawatir.
"Kenapa tidak aku cek saja posisinya!" gumam Saga yang langsung menghubungi alat pendeteksi lokasi yang telah ia pasang sebelumnya di mobil Alexa.
"Rupanya disana kau bersembunyi," gumam Saga dengan sebuah senyum yang mengembang di sudut bibirnya.
Ya, memang sejak pernikahan Saga dengan Tiara, itu membuat Alexa selalu menjauhinya, bahkan Alexa pindah ke kamar tamu, karena tidak mungkin baginya untuk berbagi kamar dengan Tiara. Walaupun mereka adalah kakak beradik.
Sebenarnya Eyang Netty telah meminta Alexa untuk tinggal bersamanya saja. Namun, Alexa menolak.
Tak lama kemudian, disaat Alexa sedang duduk santai bersama Rian dan sopirnya, mereka dikejutkan dengan kedatangan Saga yang secara tiba-tiba.
Melihat istrinya sedang bersama pria lain, itu membuat Saga terbakar api cemburu. Cepat-cepat Saga menghampiri Alexa.
Niatnya yang hendak marah kepada istrinya, segera ia urungkan ketika melihat dengan jelas pria yang saat ini sedang duduk bersama Alexa.
"Rian! benarkah ini dirimu Rian?" sontak membuat Alexa dan Rian menoleh ke arahnya.
Melihat kedatangan Saga, tiba-tiba Rian beranjak dari tempat duduknya. Ia berniat untuk menghindar dari Saga. Secepat mungkin, Saga memegang tangan Rian. Dan itu membuat Rian mengaduh kesakitan.
"Kau kenapa adikku?" tanya Saga dengan rasa bahagia bercampur haru.
Adik yang selama ini ia cari ternyata berada tidak jauh dari mansion nya. Namun, Rian yang telah mengubah identitasnya membuat Saga kesulitan mencarinya.
"Adik? apa maksudnya ini?" tanya Alexa diantara kebingungan nya. Ia seperti orang bodoh berada diantara Saga dan Rian.
Dua pria yang saat ini sedang berpelukan.
"Ya, dia adikku yang pergi meninggalkan rumah beberapa tahun yang lalu." jawab Saga seraya melepas pelukannya.
__ADS_1
Setelah saling menjelaskan alasan dari peristiwa masing-masing, akhirnya Saga membawa Rian pulang ke mansion nya. Walaupun sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari adiknya. Namun, karena kalah paksa, akhirnya Rian menurut saja untuk tinggal bersama nya.