Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 66


__ADS_3

Kini hari itu pun tiba, hari yang sangat dinanti-nantikan oleh keluarga Richard dan Eyang Neti, yaitu hari pertunangan Richard dan Alexa. Hari yang akan menentukan hubungan mereka kedepannya, hari yang sangat indah dan penuh cinta. 


Para pelayan berlalu Lalang mengerjakan tugas masing-masing, ada yang menghias mansion, ada yang menghidangkan makanan dan ada juga yang menata ruangan. Semuanya bekerja dengan penuh kebahagiaan. Senyum indah terpancar di bibir mereka.


"Semoga hari ini akan menjadi hari yang indah bagi non Alexa," ujar salah seorang pelayan yang sedang menghidangkan makanan.


"Ya, semoga mereka berjodoh sampai ke pelaminan," sahut pelayan yang lain yang sedang menyiapkan minuman. 


Sedangkan Eyang Netty sibuk menyambut para tamu yang mulai berdatangan, mereka adalah kerabat dekat dan juga klien serta rekan bisnis Eyang Netty. 


Pada hari ini juga selain hari pertunangan Alexa dan Richard, Eyang Netty juga ingin memperkenalkan Alexa kepada para klien dan rekan bisnisnya bahwa cucunya itu akan menggantikan posisinya di perusahaan yang bernama BEAUTY GLOW.


Kecuali dua orang yang tidak Diundang oleh Eyang Netty, orang itu adalah Pak Hendra dan Bu Lusi. Eyang Neti sengaja tidak mengundang mereka karena ia tidak ingin kekacauan terjadi yang bisa saja dilakukan oleh putrinya yaitu Bu Lusi. 


Mengingat wanita itu selalu saja memiliki sifat iri, apalagi ketika melihat Alexa yang bertunangan dengan salah seorang dari keluarga kaya raya pasti akan membuatnya ingin melakukan suatu hal yang bisa mengacaukan acara itu. 


Sebuah mobil mewah berhenti di halaman Mansion, beberapa orang turun dari mobil itu mereka adalah Robert, Liliana, nenek Rima dan Ricardo Antonio. 


Mereka semua langsung disambut dengan meriah oleh keluarga Eyang Netty, tak henti-hentinya Ricard tersenyum menikmati indahnya suasana itu.


"Selamat datang di Mansion kami! " Eyang Netty menyambut kedatangan mereka dengan penuh kebahagiaan.


"Aku tidak pernah menyangka kita akan benar-benar menjadi besan, aku merasa semuanya seperti mimpi." Sahut nenek Rima dengan penuh kebahagiaan pula. 


Eyang Netty menggandeng nenek Rima memasuki Mansion, sementara tiga orang lainnya mengikuti dari belakang. Secepat mungkin mereka semua berbaur dengan kerabat Eyang Netty, para klien dan juga rekan bisnis nya. Dalam sekejap mereka telah berbincang-bincang dengan sangat akrab setelah berkenalan terebih dahulu.


Suasana benar-benar meriah dan penuh kebahagiaan serta kebersamaan. Ricard sesekali memandang ke arah pintu utama sepertinya ia sedang menantikan seseorang yang akan datang di acaranya.


"Semoga saja dia tidak lupa hari ini aku mengundangnya untuk hadir di acara pertunanganku, " Ricard bergumam pelan hampir tak terdengar. 


Ricard melirik arlojinya, waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Namun, orang yang ditunggunya belum juga datang. 


Sementara Alexa ia sedang dihias secantik mungkin oleh seorang penghias yang disewa oleh Eyang Neti, sepatah kata pun tidak pernah terucap dari bibir Alexa meskipun penghias itu seringkali berceloteh.

__ADS_1


"Amboy, cantik sekali bikin Aku pangling!" Seru penghias itu mengagumi kecantikan Alexa.


Tidak heran jika penghias itu mengagumi Alexa, karena kecantikannya Memang luar biasa. Meskipun berkali-kali dipuji oleh penghias itu Alexa tetap tidak bergeming, pikirannya melayang-layang entah ke mana. 


Semua itu tidak luput dari perhatian Mbok Mirah yang selalu mengawasi Alexa sejak tadi, Mbok Mirah memahami apa yang dirasakan oleh Alexa karena ia yang selalu bersama Alexa sejak bayi. Mbok mirah menganggap Alexa sebagai anak angkatnya sendiri. 


Melihat Alexa yang hanya diam saja akhirnya Mbok Mirah menghampirinya, dia duduk di sebelah Alexa menatap wajah cantik wanita yang masih muda di sampingnya.


"Cantik sekali kamu Alexa, kecantikanmu mengingatkanku kepada ibumu, Bu Riyanti waktu masih muda dulu saat itu ia sedang mengandung dirimu." Mbok Mirah mengingat waktu pertama kali ia bertemu dengan Bu Riyanti.


"Mbok!" Panggil Alexa Seraya memandang lekat wajah wanita tua itu.


"Ya, ada apa? " sahut Mbok Mirah dengan bertanya.


"Bagaimana menurut Mbok, jika kita dijodohkan dengan seseorang yang tidak pernah kita cintai sedangkan kita hanya menganggapnya sebagai sahabat saja?" tanya Alexa mengungkapkan isi hatinya. 


Mendengar pertanyaan dari Alexa membuat Mbok Mirah terkejut, Mbok Mirah membalas memandang wajah Alexa berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


Alexa terdiam, kegelisahan mulai melanda hatinya, ia bingung haruskah menjawab pertanyaan Mbok Mirah, sedangkan perasaannya sama sekali tidak merasakan kebahagiaan dengan pertunangannya yang sebentar lagi akan digelar. 


Alexa sebenarnya ingin menjawab tetapi ia urungkan, karena pada saat itu seorang penghias masih berada di sana mendandani dirinya. 


Melihat Alexa yang terdiam tanpa menjawab membuat Mbok Mirah mengambil kesimpulan bahwa Alexa tidak menginginkan pertunangan itu terjadi. 


Kemudian Mbok Mirah bangkit dari duduknya meninggalkan Alexa yang sedang dihias.Mbok Mirah berjalan menuruni tangga berniat mencari Eyang Netty, diantara kerumunan para tamu. Benar saja saat itu Eyang Netty sedang bersenda gurau dengan para tamu undangan nya. 


"Maaf nyonya, Saya ingin bicara sebentar." bisik Mbok Mirah ketika ia sampai di dekat Eyang Netty. 


"Ya, ada apa?" tanya Eyang Netty dengan berbisik pula. 


"Saya tunggu di sebelah sana Nyonya," Mbok Mirah menunjuk salah satu sudut mansion yang terlihat sepi karena terhalang gorden. Mbok Mirah merasa tidak enak hati jika harus mengatakan diantara ramainya para tamu. 


"Baiklah," sahut Eyang Netty. Lalu kembali bersenda gurau dengan para tamunya. 

__ADS_1


"Silahkan dicicipi makanannya!" seru Eyang Netty kepada para tamunya. 


"Saya tinggal dulu ya," lanjut Eyang Netty lalu pergi menemui Mbok Mirah yang telah menunggu nya di sudut Mansion. 


"Ada apa?" Tanya Eyang Netty ketika telah berada di depan Mbok Mirah. Menatap wanita tua itu dengan penuh tanda tanya. 


"Nyonya, Saya sarankan lebih baik pertunangan ini dibatalkan." ucap Mbok Mirah memberanikan diri. 


Mbok Mirah bertekad akan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi demi kebaikan Alexa. 


"Jangan sembarangan bicara!" sergah Eyang Netty dengan menatap tajam ke arah Mbok Mirah. 


"Pertunangan ini akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, karena aku yakin ini adalah keputusan terbaik untuk cucuku." lanjut Eyang Netty lagi. 


"Tapi Nyonya, Alexa sama sekali tidak mencintai tuan Ricard. Jadi bagaimana mungkin mereka tetap dijodohkan, apa jadinya nanti jika terlalu memaksakan hubungan itu,"


"Cinta, aku tidak percaya dengan adanya cinta, karena cinta hanya akan membuat seseorang kehilangan akal sehat, contohnya adalah putri ku sendiri, demi cinta dia rela korbankan apa saja, dan apa yang dia dapatkan hanya penderitaan saja hingga akhir hidupnya." Sahut Eyang Netty panjang lebar. 


"Dan Aku tidak ingin itu semua terjadi kepada Cucuku!" lanjut Eyang Netty dengan tegas. 


"Tapi,nyonya– ?" 


"Ini keputusan ku, dan tidak bisa diganggu gugat, Ricard adalah pria terbaik untuk cucuku!" tukas Eyang Netty lalu pergi meninggalkan Mbok Mirah di sudut mansion. 


Mbok Mirah hanya bisa menghela napas melihat Eyang netty yang tetap kekeh pada pendiriannya. 


**********************************************


Raisya merasa sangat bahagia mendengar kabar kepulangan Alexa ke Indonesia, sehingga dirinya tidak perlu repot-repot mengirim Tiara ke luar negeri untuk menemui Alexa.


"Lakukan tugasmu dengan baik dan jangan pernah mengecewakan diriku!" Perintah Raisha kepada Tiara yang pada saat itu telah siap menemui Alexa.


"Baik, akan aku lakukan semua sesuai dengan perintahmu! " sahut Tiara dengan yakin. 

__ADS_1


__ADS_2