
Alexa duduk sendiri di dalam kamarnya Seraya tangannya asyik mengotak-atik beranda ponsel, berkali-kali Alexa keluar masuk aplikasi. Namun tidak satupun yang ia temukan di dalam sana, seolah seperti sedang kebingungan Alexa mencari-cari sesuatu yang ia simpan di dalam ponselnya.
"Loh, Kok bisa hilang perasaan aku simpan di dalam sini," gumam Alexa ketika ia tidak menemukan apa yang ia cari di dalam sebuah aplikasi di ponselnya.
"Apa mungkin aku salah simpan atau tidak sengaja kehapus?" Alexa bertanya kepada dirinya sendiri.
Sementara itu di ambang pintu Eyang Netty memandang Alexa dengan perasaan bersalah, sebenarnya ia tidak ingin melakukan semua itu namun apalah daya dia hanya tidak ingin cucunya berlarut-larut di dalam mengenang masa lalunya. Walau bagaimanapun Alexa harus bangkit dan kembali menata masa depannya dengan baik.
Ya, Eyang Netty yang telah menghapus semua foto Saga yang memang sengaja disimpan oleh Alexa di dalam galeri ponselnya. Foto itu diambil ketika mereka masih bersama dipenuhbsa Bahagia dan rasa cinta yang sangat besar di antara keduanya Namun siapa sangka pada kenyataannya mereka harus berpisah.
"Alexa Ada Apa Denganmu?" Tanya Eyang Netty setelah duduk di samping cucu nya.
Seketika Alexa menoleh ke arah yang Eyang Netty yang telah duduk di sampingnya seraya mengelus pundaknya, dengan tersenyum Alexa menjawab,"Tidak Eyang, aku tidak apa-apa, "
"Sepertinya kamu sedang mencari sesuatu? " tanya Eyang lagi.
"Eyang, Alexa tidak mencari apapun hanya saja ada sesuatu yang mengganggu di pikiran Alexa, " jawab Alexa sedikit berbohong karena ia tidak ingin Eyang akan menegur dirinya saat mengetahui bahwa ia sedang mencari foto Saga.
"Benarkah, hanya itu?" Tanya eyang lagi, walau sebenarnya yang mengetahui Alexa telah berbohong.
Sebenarnya Eyang Netty merasa Iba melihat cucunya kebingungan, Namun semua itu ia lakukan demi kebaikan Alexa. Yang sedang menarik nafas panjang secara perlahan.
"Apakah tugas skripsinya sudah selesai?" Tanya Eyang lagi mengalihkan pembicaraan.
"Sudah Eyang, hanya tinggal menyerahkannya saja kepada dosen." Jawab Alexa dengan senyum manis di bibirnya.
"Bagus, segera serahkan kepada dosenmu agar dengan secepatnya kelulusanmu bisa diumumkan, karena yang sudah tidak sabar ingin melihat pesta pertunanganmu dengan Ricard." Ucap Eyang malah senang cucunya telah menyelesaikan tugas skripsinya dan itu berarti sebentar lagi acara pertunangan itu akan segera digelar.
Mendengar ucapan eyangnya, membuat Alexa merasa mulai merasa tidak nyaman. Entah mengapa setiap kali mereka membahas tentang pertunangannya de,ngan Richard Alexa selalu berusaha menghindari. Ingin rasanya Alexa mengucapkan bahwa dirinya sama sekali tidak menginginkan pertunangan itu.
"Eyang, Alexa pergi dulu ya mau ke kampus, " ujar Alexa tanpa menghiraukan ucapan eyangnya.
"Ya, hati-hati di jalan Langsung berikan skripsimu itu kepada dosenmu kemudian tanyakan padanya kapan kelulusanmu akan diumumkan." Pesan Eyang kepada Alexa yang saat itu sedang berpamitan dengan mencium tangannya.
__ADS_1
Mendengar pesan dari Eyang Netty, Alexa hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tanpa berkomentar sedikit pun. Kemudian ia keluar dari kamarnya dengan ditemani oleh Eyang Netty yang berjalan di sampingnya.
Mereka menuruni tangga menuju ke ruang tengah Mansion itu, tampaklah di sana seluruh keluarga Ricard sedang duduk bersama seraya mau mengobrol saling bertukar pikiran, hal itu memang sering mereka lakukan hanya untuk mengetahui pendapat masing-masing tentang suatu hal yang yang mereka diskusikan saat itu.
Melihat kedatangan Alexa dan Eyang Netty semua keluarga Ricard menyambutnya dengan senang hati, terlebih lagi nenek Rima yang memang telah bersahabat dengan Eyang Netty saja masih muda jangan merasa sangat bahagia bisa tinggal satu atap dengan sahabatnya.
"Pagi Alexa!" Sapa Ricard dengan penuh rasa cinta.
"Pagi," jawab Alexa biasa saja walaupun Ricard dari tadi terus saja memandangnya, rasanya tidak pernah bosan Ricard memandang wajah cantik Alexa yang membuatnya merasa candu.
Tak tak hanya Ricard yang menyapa Alexa akan tetapi seluruh keluarganya, ayah ibu dan nenek Rima pun ikut menyapa Alexa.
Dan Alexa hanya tersenyum mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari keluarga Ricard andai saja itu adalah keluarga Saga ya pasti akan merasa sangat bahagia.
"Sudah siap?" Tanya Ricard menatap Alexa tanpa berkedip.
Alexa mengangguk dengan tersenyum ia menjawab," Iya sudah!" Jawab Alexa.
Mendengar jawaban Alexa membuat Ricard menghampirinya dan memegang tangannya yang lembut. Di depan keluarga Ricard, Alexa tidak bisa menolak ketika pria itu memegang tangannya.
Jika Alexa menolak dipegang oleh Ricard tentu saja semua orang yang berada di sana pasti akan merasa curiga bahwa dirinya sama sekali tidak mencintai Ricard, walaupun pria itu memiliki Sejuta Cinta Untuknya.
"Ayo kita berangkat!" Ajak Ricard kepada Alexa yang sedang melirik ke arah tangannya yang dipegang oleh Ricard.
"Ayo! " jawab Alexa.
Setelah keduanya berpamitan kepada semua anggota keluarga Ricard dan Alexa pun berangkat ke kampus dengan diantar oleh Ricard.
Bukan main senangnya hati Ricard kini ia bisa menikmati kebersamaan dengan Alexa, Ricard segera membukakan pintu mobil untuk Alexa layaknya seorang putri. Alexa hanya bisa menuruti apapun yang dilakukan Ricard kepadanya, perlakuan yang begitu lembut dan ramah serta penuh cinta yang memang ia rindukan selama ini.
Namun, semua itu tidak ia harapkan diperoleh dari Ricard melainkan ia sangat mengharapkan semua itu bisa ia peroleh dari saga, pria yang sangat dicintainya akan tetapi ia tidak yakin bahwa Saga juga mencintai sama seperti dirinya.
Sepanjang perjalanan menuju ke kampus
__ADS_1
Alexa anya diam saja, sekalipun ia tidak pernah membuka pembicaraan dengan Ricard, yang saat ini sedang menatapnya dengan heran.
"Kamu kenapa, apa ada masalah?" Tanya Ricard kepada Alexa sedangkan tangannya terus menyetir mobil.
Mendengar pertanyaan dari Ricard Alexa menggelengkan kepala kemudian perlahan ia menatap pria itu.
"Tidak, aku tidak apa-apa, kau tenang saja! " Jawab Alexa kemudian memalingkan wajahnya.
"Aku tahu kau sedang ada masalah saat ini ada yang mengganggu pikiranmu. Ceritakanlah, bukankah Sebentar lagi kita akan bertunangan dan kita harus saling bertukar pikiran dan saling mensupport satu sama lain." Ucap Ricard yang merasa ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh Alexa.
"Aku rasa sebelum kita resmi bertunangan biarkan aku menjalani hidupku sesuai keinginanku, biarkan aku menikmati apa yang seharusnya aku dapatkan," sahut Alexa serius.
"Boleh aku tanya sesuatu padamu? " lanjut Alexa dengan bertanya.
"Boleh! Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan Aku siap menjawabnya," jawab Richard meyakinkan Alexa.
Alexa menarik nafas panjang terasa berat ia menanyakan hal itu, yang mungkin akan menyinggung perasaan Ricard. Sedangkan Ricard masih asik memainkan setir mobilnya ke kanan ke kiri membuat mobil itu melaju dengan cukup kencang.
"Apa kau sudah ceritakan tentang diriku yang sebenarnya kepada keluargamu?" Alexa menatap kedua mata Richard.
SREEETTTTT.
Sontak membuat Saga mengerem mobilnya dengan mendadak, membuat mereka berdua hampir saja menubruk kaca depan mobil.
"Tidak, aku tidak menceritakan hal itu kepada keluargaku, aku rasa mereka tidak perlu mengetahui semua tentang dirimu. Cukup aku saja yang mengetahui hal itu." Jawab aja dengan bersungguh-sungguh.
"Kau telah melakukan hal yang salah kau telah memutuskan semuanya sendirian Bagaimana jika keluargamu merasa keberatan dengan status diriku " ucap Alexa dengan menundukkan kepalanya.
"Bukankah diriku yang akan hidup bersamamu akulah Yang akan menikahimu dan aku siap menerima dirimu apa adanya." Jawab Ricard dengan serius.
Alexa kembali terdiam Sejujurnya ia bertanya tentang hal itu karena Ia menginginkan pembatalan dari pertunangannya. Namun ternyata semua itu hanyalah sia-sia karena Ricard telah bertekad untuk melamarnya.
"Aku pastikan setelah pengumuman kelulusanmu aku akan melamarmu secara resmi dan kita akan segera bertunangan " ucap Ricard dengan penuh kesungguhan.
__ADS_1
Dan membuat Alexa kembali terdiam ya tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menolak lamaran Ricard.