Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 42


__ADS_3

Tibalah Alexa di bandara internasional jakarta, Soekarno Hatta international Airport.


Dengan seluruh tekad dan segenap impian, Alexa memantapkan langkahnya memasuki area bandara.


Disaat Alexa sedang duduk di sebuah kursi yang terletak di ruang tunggu, tiba-tiba terdengar sebuah suara menyapa dirinya.


"Hai, Lexa!" seru suara itu yang terdengar sangat familiar di telinga Alexa.


Antara rasa terkejut dan bahagia, Alexa tersenyum lebar saat melihat siapa yang datang menyapa dirinya.


"Mbak, Septi! Apa kabar?" Alexa memeluk Septi.


Ya, Septi temannya dari desa ciganjur, secara tidak sengaja mereka bertemu disana.


"Kabar baik Lexa! kamu sendiri apa kabar?" Septi bertanya pula.


"Baik, Mbak! ngomong-ngomong Mbak mau kemana?"


"Dubai!" jawab Septi singkat.


"Wah! Sama dong kita," seru Alexa kegirangan, akhirnya ia tidak sendiri lagi pergi ke kota itu.


"Kamu juga mau ke Dubai? Untuk apa? Suami kamu mana? Mmm mau honeymoon ya?" goda Septi, sontak membuat raut wajah Alexa berubah sedih. Namun, kesedihan itu tidak bertahan lama, karena pada detik berikutnya Alexa telah tersenyum kembali.


Kemudian ia berkata.


"Kami sudah resmi bercerai Mbak!"


"Loh, kenapa?" Septi terkejut mendengar perceraian Alexa dan Saga.


Alexa menggelengkan kepala, namun tetap dengan senyum yang ia paksakan. Sekuat-kuatnya Alexa berusaha untuk melupakan semua kenangan nya bersama Saga, tetap saja jauh di dalam hatinya ia merasakan sakit, bagai diiris sejuta sembilu. Waktu dua tahun ternyata tidak cukup untuk melupakan semua tentang pria itu.


"Mungkin bukan jodoh Mbak!" jawab Akexa, ia sengaja menutupi semua kebenaran itu, agar tidak tersebar luas di kalangan masyarakat.


"Tapi, penampilan kamu beda banget, kamu pasti dapat kerja yang gajinya sangat besar, ya kan?" Septi merasa penasaran dengan penampilan Alexa yang jauh berubah.


"Maaf, Non Alexa, ini Nyonya besar memberikan ini untuk Anda." ucap seorang pengawal yang baru saja sampai di tempat itu.


Rupanya Eyang Netty melupakan sesuatu, hingga memerintahkan pengawal pribadinya untuk menyusul Alexa.


"Ya, terimakasih!" jawab Alexa seraya meraih benda itu yang ternyata sebuah foto almarhumah Bu Rianti sewaktu masih muda. Kira-kira seusia Alexa saat ini.

__ADS_1


"Ibu!" seru Alexa seraya mencium foto itu berkali-kali, lalu mendekap erat di dadanya.


Kemudian pengawal itu pun pergi.


"Nyonya besar? Maksudnya?" Septi kembali dibuat bingung.


Alexa tersenyum, lalu menceritakan semua hal yang mempertemukan dirinya dengan Eyang Netty yang ternyata adalah neneknya sendiri.


"Wih! Ternyata temanku ini seorang konglomerat!" Septi berdecak kagum.


"Ya, alhamdulillah, sekarang sudah jadi konglomerat, padahal dulunya kolong melarat!" Alexa pun mengikuti selorohan Septi.


Tak lama kemudian, suara informan terdengar memberikan informasi kalau sebentar lagi pesawat yang akan menuju ke kita Dubai, akan segera lepas landas.


Alexa dan Septi pun bergabung dengan pasangan penumpang yang lain, menaiki badan pesawat.


'Selamat tinggal Indonesia, selamat tinggal Saga!' bisik hati Alexa sebelum memasuki pintu pesawat.


Kemudian Alexa dan Septi duduk di kursi yang sama.


"Apa rencana kamu di Dubai?" Septi membuka percakapan di antara mereka, setelah beberapa saat lamanya melihat Alexa terdiam.


"Aku akan meneruskan pendidikan ku di UNIVERSITAS UOW!" jawab Alexa dengan yakin.


"Terimakasih Mbak! Kalau Mbak sendiri?"


"Sama! Aku ingin memperdalam ilmu designer disana!" jawab Septi santai.


Ya, selama ini Septi memang bercita-cita ingin menjadi seorang designer ternama. Namun, karena tidak adanya biaya untuk meneruskan pendidikannya, Septi terpaksa berhenti setelah tamat di bangku SMA.


Dan baru kali ini ia bisa melanjutkan kembali pendidikannya setelah berhasil mendapatkan beasiswa bidik misi dan hanya bisa digunakan di UNIVERSITAS UOW, Dubai.


"Baguslah kalau begitu, nanti kita bisa membentuk TIM." ucap Alexa, telah terbayangkan di benaknya, akan bekerja sama dengan Septi.


"Tim?" Septi belum mengerti arah ucapan Alexa.


"Ya, tim! Kebetulan perusahaan Eyang ku bergerak dalam bidang Fashion dan kecantikan, nanti kita bisa bekerja sama di sana!" jawab Alexa menawarkan gagasan sebuah kesepakatan.


"Boleh banget… !" Septi merasa beruntung bertemu dengan Alexa kembali.


Tanpa mereka sadari, pesawat telah jauh membawa mereka meninggalkan ibu kota jakarta, kota penuh kenangan bagi Alexa.

__ADS_1


**********************************************


Di Bandara Internasional Dubai (DXB).


Alexa turun dari pesawat dengan melemparkan pandangannya ke seluruh arah bandara tersebut.


Bola mata Alexa melirik kekiri dan kekanan mencari-cari seseorang yang dimaksud oleh Eyangnya.


"Kata Eyang, ada yang akan menjemput ku, mana? tidak ada seorangpun!" gumam Alexa hampir tak terdengar.


Sedangkan Septi telah dijemput oleh seseorang yang bertanggung jawab atas keselamatannya.


"Aku duluan ya, sampai jumpa lagi, Dah…. !" seru Septi, kemudian berlalu bersama orang itu.


Kini tinggallah Alexa seorang diri, walaupun banyak orang yang berlalu lalang di tempat itu, tidak satupun di antara mereka yang dikenalnya.


Alexa duduk di kursi pengunjung, dengan beberapa koper di dekatnya.


"Maaf Nona, aku terlambat!" terdengar seseorang menyapa dirinya, membuat Alexa menoleh ke arah asal suara itu.


Alexa menatap pria yang berdiri di samping nya, mengamatinya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Kau siapa?" tanya Alexa karena merasa tidak mengenal pria itu.


Pria tersebut membuka kacamata hitamnya, menampilkan dua bola mata kebiruan. Sosok pria tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam berdiri membalas menatap Alexa.


"Perkenalkan nama ku Ricardo Antonio," jawab Pria itu memperkenalkan dirinya, seraya mengulurkan tangannya.


"Aku Alexa setiawan, cucu dari Eyang Netty." Alexa menyambut uluran tangan Ricardo.


Untuk beberapa saat mereka saling berjabat tangan. Sampai pada akhirnya, Alexa menarik tangannya terlebih dahulu, karena Ricardo terus memegang tangannya. Rupanya pria itu, mulai terpana melihat kecantikan alami yang dimiliki Alexa.


"Mari kuantar ke mobil!" ajak Ricardo dengan sedikit rikuh, karena Jantungnya Mulai dag dig dug saat ini.


Alexa mengekor di belakang Ricardo, mengikuti langkah Ricardo.


Ya, Ricardo Antonio adalah cucu dari sahabat Eyang Netty yang menetap di Dubai. Ricardo adalah orang yang baik dan sopan, walaupun ia memiliki satu sifat yang tidak bisa dihilangkan, yaitu ia suka membantah dan hanya menuruti keinginan nya saja.


Awalnya Ricardo menolak untuk menjemput Alexa ke bandara. Namun, nenek dan orang tuanya tidak kehilangan akal. Mereka meminta Ricardo bermain catur dan jika kalah maka Ricardo harus mau menjemput Alexa ke bandara.


Karena tidak ingin nama baiknya dalam keluarga tercemar, akhirnya Ricardo mengikuti permainan catur yang telah diatur sedemikian rupa oleh nenek dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Karena sebuah kecurangan yang dilakukan oleh keluarga nya, maka Ricardo kalah dan harus menyetujui untuk menjemput Alexa ke bandara.


Dan, saat ini Ricardo merasa sangat beruntung karena telah dipertemukan dengan wanita cantik dan anggun memiliki senyuman manis dan mempesona.


__ADS_2