Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 33


__ADS_3

"Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Rian dengan heran, seraya melepaskan pelukannya, menatap wajah cantik Tiara gadis yang pernah menjadi miliknya walau hanya satu malam.


Rasa sakit di tangannya seolah hilang, saat Rian menemukan Tiara di mansion nya sendiri.


"A-aku… aku disini karena…," Tiara kebingungan mencari alasan yang tepat untuk diberikan kepada Rian.


"Aku menebus hutang Papa kepada Saga, kalau tidak…Papa pasti akan dipenjara," jawab Tiara dengan raut wajahnya yang dibuat sendu.


Lagi-lagi kebohongan demi menutupi kebohongan. Tiara memang tidak pernah berubah.


"Dan, kau disini? Sedang apa?" tanya Tiara heran. Bagaimana bisa, Rian yang miskin masuk ke mansion mewah itu dengan mudah. Bahkan ia keluar dari salah satu kamar mewah di mansion itu.


"Oh, kau jadi tukang pasang AC? Tapi… bagaimana bisa memasang AC dengan tanganmu yang terluka begini?" Tiara menduga-duga dengan pemikirannya sendiri.


Sontak membuat Rian tertawa, seraya kembali memeluk Tiara dengan sebelah tangannya. Memang saat-saat seperti ini yang sedang dirindukan oleh Rian.


Kemudian Rian bertanya dengan serius ketika tawanya telah mereda.


"Kau lebih mencintai ku atau kakak ku?"


"Kakak?" kembali Tiara dibuat melongo dengan pertanyaan Rian.


"Jadi, Saga adalah kakak mu, dan kau adalah adiknya? itu berarti kau adalah anggota keluarga ini?"


"Ya!"


Dan, jawaban Rian yang singkat berhasil membuat Tiara menyesal telah menolak untuk meminta pertanggung jawaban dari Rian, yang ia duga adalah pria miskin waktu itu.


Namun, Tiara merasa bersyukur, setidaknya pemilik benih yang sedang berada di dalam rahimnya adalah orang kaya, bukan pria-pria lain yang pernah berhubungan dengan dirinya.


"Katakan! Kau lebih mencintai ku atau kakakku?" Rian memaksa, ia ingin sekali mendengar jawaban dari gadis yang sangat dicintainya.


"Ku harap kau tidak melupakan malam indah kita, walau hanya terjadi sekali saja!" lanjut Rian menatap intens wajah Tiara.


"Tidak akan, tidak akan pernah aku lupakan malam berkesan itu, tapi… apa dayaku, walau masih mencintaimu, saat ini aku adalah istri orang!" Tiara tertunduk dengan memasang raut wajah sedih.


Mendengar jawaban dari Tiara, membuat Rian cukup merasa tenang, setidaknya cinta gadis itu masih untuknya. Dan Rian tidak mempermasalahkan hal itu.


"Mendengar kau masih mencintaiku, itu saja sudah cukup, aku yakin pasti ada jalan untuk kita bersatu!"


Tiara hanya bisa menganggukkan kepala, jika saja Rian yang menjadi suaminya pasti hidupnya akan sangat bahagia, mengingat Rian yang sangat mencintai dirinya.

__ADS_1


PROK. PROK.


PROK. PROK.


PRIOK. PROK.


Suara tepuk tangan mengejutkan mereka berdua. Raisya telah mengetahuinya, karena sedari tadi ia mengintip dari kejauhan.


"Luar biasa! ternyata adikku sangat pintar, kau mengirim kekasihmu ke mansion ini, sebelum kau sendiri yang masuk!" Raisya tersenyum sinis merendahkan.


"Apa maksud kakak? kami memang baru bertemu disini, dan tidak ada yang kami rencanakan sebelum nya." Rian membalas tatapan Raisya.


"Aku sangat senang, ternyata bukan cuma diriku yang bersandiwara di mansion ini, bagaimana kalau kita bekerja sama?" sebuah ide ditawarkan oleh Raisya.


Tiara yang memang sama liciknya, tersenyum tipis lalu berkata.


"Boleh, apa yang aku dapat jika kita bekerja sama?"


"Tiara!" seru Rian tidak menyetujui.


"Kita bagi dua hasilnya." jawab Raisya.


"Dengan bekerja sama denganku, rahasia kalian aman! Kalian bebas berhubungan! Tapi, jika tidak, maka akan kupastikan Saga akan segera mengetahuinya, ha.. ha


"Baik lah, aku setuju, asal kakak tutup mulut!" Rian terpaksa menyetujui ide kakaknya, demi rahasia nya tetap terjaga.


"Bagus! karena adik yang baik akan selalu menurut pada kakaknya!" Raisya menepuk pundak Rian dengan sangat senang.


Sejak saat itu, Rian dan juga Tiara menjalani hubungan gelap di belakang Saga. Namun, bagi Rian hubungan itu tidaklah salah, karena ia lebih dahulu mengenal dan mencintai Tiara.


************************************************


Sementara itu, Alexa dan Saga saling mengejar dengan mengendarai mobil masing-masing.


"Lebih cepat lagi Pak Sopir! Ayo, lebih cepat!" perintah Alexa.


Walau sebenanya mobil itu telah melaju dengan sangat cepat. Karena tidak ingin disusul oleh Saga, Alexa selalu menyuruh sopirnya untuk menambah kecepatan.


"Alexa… ! Berhenti… !!" teriak Saga seraya terus mengejar mobil Alexa. Saga menambah kecepatan mobilnya.


Untuk beberapa lama mereka saling mengejar, hingga pada akhirnya Saga berhasil mendahului mobil Alexa, lalu menghadangnya.

__ADS_1


SREEEEETTTT… !!


BRUUKKK!!!


BUMMMM!!


Suara rem yang mendadak serta diikuti oleh suara hantaman yang mengenai bagian samping mobil Saga, membuat mobil nya berguling-guling beberapa kali.


"Aaaaa… Saga...!!" teriak Alexa dengan memejamkan kedua matanya. Ia syok melihat kejadian itu.


Walaupun Saga adalah seorang anggota mavia, dan sangat lihai menjalankan begitu banyak misi bahkan yang sangat ekstrim sekalipun, Namun, takdir Tuhan siapa yang tahu.


Hari ini Saga Hawiranata Kusuma mengalami kecelakaan untuk yang pertama kali didalam hidup nya.


Asap mengepul dari arah mobil Saga yang saat ini sedang dalam keadaan terbalik. Sementara Saga masih berada didalamnya.


Melihat peristiwa itu, tanpa rasa takut Alexa segera berlari ke arah mobil Saga, berniat untuk menyelamatkan suaminya.


Dengan susah payah, Alexa memecahkan kaca jendela mobil dengan sebilah kayu ditangannya.


"Saga! Bertahanlah! aku akan menyelamatkan mu!" seru Alexa tetap berusaha memecahkan kaca yang sangat kuat.


Sedangkan Pak sopir sedang pergi mencari bantuan. Dikarenakan temoat itu sangatlah sepi.


Berkat kegigihan Alexa, akhirnya ia mampu memecahkan kaca mobil itu. Tangannya berusaha meraih tangan Saga yang menggapai ke arahnya.


"Alexa, percayalah ini tidak seperti apa yang kau lihat," Saga tetap berusaha menjelaskan kesalah pahaman diantara mereka, tanpa memperdulikan darah segar yang mengalir di keningnya.


Cinta memang aneh, tidak ingin memiliki tapi ingin terus bersama. Setidaknya itulah yang dirasakan Saga saat ini.


"Ya, aku percaya, sekarang pegang tanganku, kau harus secepatnya keluar dari mobil ini! Aaaaah…!!" Alexa berusaha menarik tangan Saga, sedangkan bahan bakar mobil itu terus menetes.


"Saga, ku mohon cepatlah, sebentar lagi mobil ini akan meledak!" keringat telah bercucuran memenuhi seluruh tubuh Alexa, serta tangannya telah tergores pecahan kaca. Namun, ia tetap berusaha menyelamatkan Saga.


Saga pun berusaha untuk keluar dari jendela mobil, akan tetapi ia merasa sangat kesulitan, karena tubuhnya yang kekar.


Perlahan Saga mulai merangkak keluar dari dalam mobil, setelah Alexa menarik pintu mobil dengan sekuat tenaga nya. Dan, itu membuat tangan nya semakin terluka parah.


"Saga, kau tidak apa-apa?" Alexa bertanya tentang keadaan suaminya, tanpa menghiraukan darah yang terus mengalir dari kedua tangannya.


Mencium bau bahan bakar mobil yang sangat menusuk hidung, membuat Saga membawa lari Alexa menjauh dari mobilnya.

__ADS_1


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Alexa, dalam beberapa menit saja mobil itu telah meledak, menimbulkan gumpalan asap hitam pekat dan bunyi dentuman yang memekakkan telinga.


__ADS_2