
Diantara hembusan angin yang bertiup kencang keempat orang itu sedang asyik bercanda ria menikmati indahnya hari kebersamaan mereka yang selama bertahun-tahun, baru kali ini bisa terwujud.
Daun-daun kering jatuh berguguran menerpa tubuh mereka yang seakan-akan menggelitik penuh cinta.
Indahnya pemandangan hari ini ditemani rumput yang bergoyang diterpa sinar sang mentari meliuk-liuk bagaikan sedang menari.
"Hore…! Aku punya dua mama!" teriak Sakti.
Bocah itu berlari-lari kegirangan menginjak rumput-rumput hijau yang menghampar bagai permadani.
"Sakti sayang, duduk dulu nanti jatuh loh," Tiara melambai-lambai kan tangannya manggil Sakti yang sedang asyik bermain.
"Nanti ma, Sakti lagi asyik main," sahut Sakti masih berlarian kesana-kemari.
Sedangkan Eyang Netty dan Alexa duduk di sebuah kursi panjang seraya memperhatikan Si bocah kecil itu.
Tiba-tiba saja ponsel Alexa berdering.
"Ya, hallo!" Alexa mengangkat panggilan di ponselnya.
Baru saja ia tersenyum karena Saga yang menghubunginya. Namun, pada detik berikutnya senyuman itu hilang secara tiba-tiba setelah mendengar suatu berita.
"Apa? Bagaimana mungkin? Kapan itu terjadi?" tanya Alexa sangat panik terlihat sekali kegelisahan pada raut wajahnya.
"Sekarang cepat tinggalkan mansion, kalian semua harus pindah dari sana!" perintah Saga dengan tegas.
"Baiklah, kami akan segera pergi, bagaimana kalau ke mansion Ayah?" tanya Alexa meminta persetujuan dari suaminya.
__ADS_1
"Ya, disana lebih baik, Ayah pasti akan menjaga kalian semua," harap Saga penuh keyakinan.
"Aku akan mengejar mereka, jagalah dirimu baik-baik," pesan Saga.
"Kau juga," ucap Alexa dengan perasaan tidak menentu.
Panggilan pun berakhir.
Setelah menerima panggilan dari Saga, Alexa pun menceritakan apa yang baru saja disampaikan oleh suaminya, dan itu membuat Eyang Netty dan Tiara ikut panik.
"Ayo, cepat pergi! Jangan buang-buang waktu lagi!" ajak Alexa.
"Tapi, semua keperluan kita?"
"Sudahlah Eyang, di mansion ku juga ada," ucap Tiara.
"Lalu kita harus kemana, kak?" tanya Tiara yang semakin bingung, jika tidak pergi ke mansion nya harus kemana lagi mereka pergi.
"Pesantren!" pekik Alexa seraya menjentikkan jarinya.
Ya, tempat yang tidak pernah diketahui oleh Irwan saat ini adalah pesantren. Disebabkan keluarga Saga tidak pernah mengunjungi pesantren, ketika Raisya telah menikah dengan pria brengsek itu.
"Baiklah, Eyang mengikuti saja," ucap wanita tua itu dengan raut wajah yang sangat ketakutan.
Setelah memberikan perintah untuk tetap berada di dalam mansion, kepada para pelayannya, mereka pun pergi ke pesantren dengan mengendarai mobil milik Tiara.
Karena jika mereka memakai mobilnya Alexa dikhawatirkan musuh akan dapat mengenali mereka.
__ADS_1
"Tiara, jika kau ingin pulang tidak apa-apa, mereka tidak akan mengejarmu, karena kau tidak lagi menjadi anggota keluarga Hawiranata Kusuma."ucap Alexa saat mereka telah berada di dalam perjalanan.
Alexa menghentikan mobil nya.
"Tidak, kak! Mari kita hadapi sama-sama, aku juga ingin melindungi putraku," sahut Tiara.
"Tapi, Ayah pasti akan merasa khawatir dengan mu,"
"Aku akan menghubungi mereka!" Tiara meraih ponsel dari dalam tasnya, lalu melakukan panggilan.
Beberapa saat Tiara berbicara dengan Ayah dan Ibunya, sebelum ia mengakhiri panggilan itu.
"Papa setuju!" Tiara menatap ke arah Alexa yang sedang menunggu keputusan dari Ayahnya.
"Baiklah," gumam Alexa kemudian menjalankan mobilnya kembali.
Sakti yang masih belum faham dengan situasi sulit itu, masih saja bermain-main di kursi belakang, di temani oleh Eyang Netty di sampingnya.
Kabar yang diberikan oleh Saga sangatlah mengejutkan, bagaimana tidak, jika saat ini Irwan telah berhasil kabur dari penjara mafia dan berhasil menculik Raisya yang sedang koma dirumah sakit. Tentu saja dengan bantuan dari seseorang.
Saga segera mengejar mereka dengan mengerahkan semua anggota mafia, tentunya setelah mendapat laporan dari Thomas, pimpinan geng mafia The Red Rooster.
Hanya satu yang menjadi tekad Saga saat ini. Yaitu, segera menemukan kakaknya. Saga merasa sangat khawatir dengan kondisi Raisya, jika tidak dibantu dengan peralatan medis maka dapat dipastikan kalau kondisi Raisya akan semakin memburuk.
"Aku harus secepatnya menemukan mereka, sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada kak Raisya," gumam Saga seraya menaiki helikopter yang telah dipersiapkan oleh geng mafia.
Kini bersedia atau tidak, Saga harus kembali bergabung dengan geng mafia, karena jika tidak ia tidak akan pernah mendapatkan bantuan dari mereka.
__ADS_1
Sesungguhnya didalam hati Saga sangat ingin bersama dengan istrinya, Alexa. Namun, Keselamatan Raisya jauh lebih penting baginya, bisa saja Irwan menyakiti Raisya walaupun notabene mereka adalah suami istri. Dengan mengingat kembali tentang kejahatan Irwan di masa lalu, membunuh bukanlah hal yang sulit baginya. Oleh karena itu, Saga memutuskan untuk sesegera mungkin mencari keberadaan kakaknya dan menemukannya.