Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 69


__ADS_3

Di saat semua orang sedang menikmati alunan musik sambil mencicipi hidangan yang telah disediakan dimansion itu, mereka semua tampak bahagia seulas senyum terbit di bibir masing-masing.


Di saat semua orang sedang terlena, di saat itulah Tiara melancarkan aksinya.


Perlahan ia mendekati Alexa dengan membawa sebuah jarum suntik yang ia sembunyikan di balik saku long dress nya.


Dengan membawa segelas minuman Tiara menghampiri Alexa yang saat itu sedang sedang duduk sendirian di sudut ruangan.


"Oh maaf, aku tidak sengaja!" seru Tiara setelah ia menumpahkan segelas minuman itu di pakaian Alexa.


"Ya, tidak apa-apa sudah biarkan saja," ucap Alexa di saat Tiara berusaha membersihkan gaunnya.


"Tapi nonaโ€“,"


"sudah, biar saya bersihkan sendiri saja di kamar mandi," lanjut Alexa kemudian bangkit dari duduknya.


Alexa berjalan keluar dari ruangan itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Tiara. Ia segera mengikuti Alexa dari belakang.


Suasana di luar mansion tampak sangat sepi karena semua orang sedang berkumpul di dalam ballroom itu.


Dengan langkah tergesa-gesa Tiara mengejar Alexa kemudian dengan segera ia menusukkan jarum suntik itu di punggung Alexa, membuat Alexa sedikit berteriak.


Namun, pada detik berikutnya Alexa telah pingsan tak sadarkan diri. Dengan segera seorang anak buah Irwan yang bekerja sama dengan Raisya menggotong tubuh Alexa keluar dari mansion tersebut.


Tanpa sepengetahuan seluruh orang yang berada di dalam mansion itu Alexa telah berhasil diculik, dan topeng yang digunakan Tiara membuat dirinya tidak dikenali oleh siapapun.


Saga yang menyadari akan semua itu segera berlari mengejar pria yang sedang menggotong Alexa namun pria itu telah lebih dulu berhasil membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya diikuti dengan Tiara.


"Berhenti!" teriak Saga namun mobil itu telah melaju meninggalkan Mansion itu.


Saga tidak kehilangan akal Ia segera berlari ke arah mobil yang terparkir di halaman Mansion, rupanya keberuntungan sedang memihak kepada nya. Karena kunci mobil berada didalam mobil itu. Sehingga Saga bisa langsung mengendarainya mengejar penculik itu tanpa diketahui oleh Tiara.


Lama ia mengejar penculik itu hingga pada akhirnya mereka tiba di tempat persembunyian Raisya, karena dirinya hanya seorang diri Saga memutuskan untuk menghubungi teman-temannya geng mafia The Red rooster. Saga bersembunyi di balik semak-semak hingga situasi menjadi aman.


Sementara Itu para preman yang berjaga-jaga selalu siaga, mereka tidak pernah meninggal kan pintu masuk walau hanya sesaat.

__ADS_1


Saga mencari cara untuk mengalihkan perhatian mereka, Saga mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke arah yang berlawanan, hingga mengalihkan perhatian beberapa preman itu.


Disaat para preman itu sedang pergi mencari asal suara yang ditimbulkan oleh Saga, pada saat itulah Saga mulai melangkah memasuki gedung tua itu. Dengan mengendap-endap dan penuh waspada, Saga memasuki ruangan itu.


Sedangkan geng mafia The Red rooster, sedang dalam perjalanan menuju Indonesia, Thomas langsung menyiapkan pasukan nya ketika ia menerima pesan dari Saga.


Dalam pasukan yang sangat besar mereka berbondong-bondong pergi menuju Indonesia.


Didalam gedung tua itu, Saga kembali bersembunyi di balik pintu ketika ia mendengar suara Kakaknya, yaitu Raisya sedang berbicara dengan Tiara yang pada saat itu tidak lagi memakai Topeng nya.


"Bagus! Kau memang bisa diandalkan Tiara, tidak sia-sia aku membawamu kemari!" seru Raisya kepada Tiara saat itu mereka sedang berdua.


"Sekarang dimana Sakti? Kembalikan dia padaku, bukankah aku telah memenuhi semua perintah mu?" Tiara menagih janji Raisya yang menyembunyikan Sakti darinya.


"Oke, tenanglah aku pasti akan mengembalikan putramu itu, saat ini dia sedang tidur jadi biarkanlah dulu putramu itu beristirahat." sahut Raisya dengan santainya, hingga membuat Tiara emosi.


Tiara menarik kerah baju Raisya, dengan geram ia berkata, "Cepat kembalikan putraku! Jika sampai terjadi sesuatu kepadanya aku tidak akan mengampuni!"


"Kurang ajar! Kau ingin bermain-main denganku?" sergah Raisya, seraya tangannya menekan tombol Remot yang ia simpan didalam saku pakaiannya. Membuat Tiara terpental jauh dari tempat nya.


Tiara mengerang kesakitan ketika tubuhnya kembali dialiri listrik. Melihat semua itu, membuat Saga mengambil kesimpulan bahwa Tiara terpaksa melakukan semua itu karena tekanan dari Raisya.


"Kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan putramu jika terus bersikap seperti itu!" teriak Raisya seraya meninggal kan Tiara yang merintih kesakitan.


Saga memberikan isyarat ketika Tiara mulai melihat nya, agar wanita itu menutup mulutnya yang mulai menganga karena rasa terkejut melihat keberadaan Saga di sana.


Sebuah senyuman tipis terukir di bibir Tiara, dengan sebuah harapan akan segera terbebas dari tempat itu.


Sedangkan Raisya melangkah menuju sebuah ruangan yang ia gunakan untuk menyekap Alexa. Saat itu, Alexa telah mulai tersadar dari pingsannya.


Alexa memegangi kepalanya yang terasa berat karena pengaruh dari obat bius yng digunakan untuk membiusnya.


"Rupanya tuan putri telah bangun," ucap Raisya berpura-pura bersikap lembut kepada Alexa.


"Raisya lepaskan Aku, kita tidak memiliki hubungan apapun lagi," ucap Alexa dengan meronta-ronta.

__ADS_1


Raisya tertawa dengan keras, kemudian ia berkata kembali.


"Ya, kau memang benar Alexa, sejak perceraian mu dengan Saga kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, tapi asal kau tahu, dirimu itu masih sangat berguna bagiku, untuk menarik perhatian Saga agar dia datang kemari!" sahut Raisya dengan mengeraskan suaranya.


"Apa maksud mu? Cepat lepaskan aku!"


Melihat wanita yang sangat dicintainya menderita karena diikat tangan dan kakinya. Membuat Saga terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya.


Dan itu cukup mengejutkan Raisya.


"Lepaskan Alexa Kak, sekarang aku disini," teriak Saga seraya keluar dari persembunyiannya.


"Oh, Saga adikku tersayang, rupanya kau benar-benar datang untuk menyelamatkan Alexa." ucap Raisya dengan senangnya karena tidak perlu lagi mencari keberadaan Saga.


Raisya memetikkan jarinya lalu, keluarlah beberapa preman keluar dari dalam persembunyian nya. Dan secara bersamaan menyerang Saga.


Akhirnya terjadilah perkelahian seru diantara Saga dan beberapa preman itu.


BRAKK


BRUKK


BAGH


BUGH


Suara tendangan serta pukulan saling bersahutan, memenuhi ruangan itu. Lama kelamaan Saga mulai terdesak.


Karena lawan tidak seimbang membuat Saga dengan mudah diringkus oleh para preman itu. Sedangkan Raisya tertawa puas melihatnya, sungguh hatinya benar-benar telah dibutakan hingga ia tidak lagi mampu melihat atau merasakan sebuah perasaan cinta dan kasih sayang yang selama ini diajarkan oleh Oma Hesti semenjak ia masih kecil.


Tidak ada lagi cinta dan kasih sayang di dalam hati Raisya, yang ada hanyalah ketamakan yang haus akan kekuasaan.


"Aku tidak pernah mengira kakakku sendiri adalah dalang dari semua ini, kemana semua cinta dan kasih sayang yang selama ini kita terapkan dalam kehidupan? mengapa kakak berubah?" ujar Saga dengan penuh rasa kecewa.


"Kalau sudah kalah, ya kalah saja tidak usah drama! Kau ingin tahu kemana perginya cinta dan kasih sayang di antara kita?" Raisya tersenyum sinis mengejek Saga.

__ADS_1


"Semua itu telah pergi bersama dengan kepergian ibu kita bertahun-tahun yang lalu!" Raisya melanjutkan ucapannya.


Memang, sejak kepergian ibu kandungnya, yaitu Ibu Nirmala. Sejak saat itu Raisya banyak berubah, ia lebih banyak diam. Disaat ibunya meninggal dialah orang yang paling sedih diantara yang lainnya, apalagi semenjak Ayahnya menikah kembali dengan ibu Lalika. Membuat Raisya semakin terpuruk.


__ADS_2