Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 70


__ADS_3

"Lupakanlah semua itu Kak! Semuanya sudah jauh berubah aku juga sangat menyayangi mama, tapi Mama Lalika juga sangat baik, dia juga sangat menyayangi kita, aku mohon lupakanlah semuanya" ucap saga berusaha mengingatkan Raisya.


Dengan tersenyum sinis Raisya menjawab, "Itu menurut dirimu karena telah terhasut dengan ucapan manis wanita itu, tapi tidak dengan diriku! sampai kapanpun aku akan tetap membenci wanita itu, dia bukanlah ibu kita dan selamanya tidak akan pernah menjadi ibu kita!"


"Sadarlah, buanglah semua benci yang ada di hatimu. Karena rasa benci itu hanya akan membuat kita terjerumus ke dalam dendam yang akan menyesatkan," Saga tetap berusaha menyadarkan saudaranya.


Akan tetapi Raisya tetaplah Raisya ia tak akan pernah bisa menerima setiap nasehat yang diberikan oleh adiknya sendiri. Raisya tetap bersi keras dengan pendiriannya yang salah.


Sekuat apapun saga berusaha menyadarkan saudarinya ternyata namun hanya sia-sia, karena Raisya tidak pernah mau menerimanya.


Para preman itu semakin menyeret Saga untuk menyiksanya atas perintah Raisya yang membuat Alexa berteriak histeris, karena ia tidak tega melihat pria yang ia cintai disiksa tanpa peri kemanusiaan.


"Aaaaakkhhh!!"


BUGHH


BUGHH.


"Aaaakkhhh!!" suara jeritan Saga diiringi dengan suara pukulan dan tendangan dari para preman itu, tanpa mendapatkan perlawanan dari saga karena tangan dan kakinya telah diikat dengan erat.


Dan Hal itu membuat Alexa semakin menjerit histeris berkali-kali ia memohon agar mereka melepaskan Saga. Namun, tidak digubris sama sekali oleh para preman itu terlebih lagi Raisya yang seolah menikmati insiden mengerikan di depannya.


Dalam sekejap tubuh Saga telah berlumuran darah, di sekujur tubuhnya mengalami luka-luka akibat tendangan dan pukulan dari para preman itu. Alexa berdoa agar bantuan segera datang untuk menyelamatkannya dan juga kekasih hatinya yang tak mungkin bersatu.


Dan tepat pada saat itu juga game mafia The Red rooster berhasil meringkus seluruh preman yang berjaga di luar Bahkan kini mereka mulai masuk ke dalam gedung itu untuk menyelamatkan saga.


DOR


DOR


DOR

__ADS_1


Bunyi senapan memenuhi gedung itu yang dibidikkan oleh Thomas sebagai pimpinan geng mafia, walau sebelumnya ia sempat menyerahkan Jabatan itu kepada Saga akan tetapi, Saga menolaknya dengan alasan ia telah lama tidak bergelut di bidang itu. Jadi menurut saga lebih baik Thomas lah yang menjadi pimpinan geng mafia The Red rooster.


Peluru senapannya seperti orang kesurupan satu persatu para preman itu ia tumbangkan hingga pada akhirnya hanya tersisa Raisya seorang.


"Sekarang menyerahlah nona! Tidak ada lagi yang bisa melindungimu, jadi lebih baik kau serahkan dirimu sekarang agar kami tidak perlu menyakitimu!" teriak Thomas kepada Raisya yang terlihat seperti orang kebingungan.


"Tiara cepat lakukan sesuatu! " teriak Raisya ketika melihat Tiara berada di sana.


Namun, ternyata perkiraan Raisya meleset karena Tiara bukanlah orang yang bisa dipercaya dan bukan pula orang yang bisa dipegang janjinya, Tiara lebih memilih untuk berpihak kepada Alexa karena dengan begitu ia akan terbebas dari jeratan Raisya dan dia juga bisa menyelamatkan putranya.


"Maafkan aku Raisya! Benar apa yang diucapkan mereka lebih baik kau menyerah, karena percuma saja kau melawan pada akhirnya kau pasti akan kalah juga, jangan sampai mereka menyakitimu!" balas Tiara tanpa mempedulikan perintah Raisya.


"Apa maksudmu? Kau ingin mengingkari janjimu? Baiklah! Jika itu yang kau inginkan maka Bersiaplah kau dan putramu akan meregang nyawa saat ini juga!" sentak Raisya dengan amarah yang meluap-luap.


Raisya merogoh saku celananya, ia meraih benda pipih yang ia gunakan untuk mengontrol aliran listrik yang terdapat pada kalung besi yang dipakai oleh Tiara dan Sakti.


Dalam sekejap mata Tiara dan juga Sakti berteriak kesakitan karena tersengat aliran listrik membuat semua orang terkejut termasuk geng mafia the red rooster.


Mau tidak mau Akhirnya mereka melepaskan Raisya demi keselamatan Tiara dan juga Sakti. Akan tetapi otak Saga yang cerdik segera berpikir memutar akal apa yang harus di lalukanntuk menaklukkan Raisya.


Saga hanya ingin kakaknya insyaf dan meminta maaf kepada semua orang yang telah Ia Sakiti. Mereka tetap berusaha Mengejar Raisya dan sisa tenaganya.


Dengan tekad yang bulat Saga akhirnya bisa mencegat Raisya membuat saudaranya itu terkejut.


"Rupanya masih berani kau mengejarku Saga? Apa kau tidak takut mati? " Raisa mengeluarkan sebuah pistol dari dalam saku celananya.


Pimenodongkanstol yang ia dapat dari Irwan yang telah menyediakannya juga Sewaktu-waktu benda itu diperlukan. Raisya pistol ke arah Saga dan tanpa rasa ragu ia mulai membidikkan pistol itu.


Hal itu tidak membuat Saga merasa cute justru Saga semakin gencar menghampiri Raisya tanpa mempedulikan wanita itu yang sudah membidikkan pistol ke arahnya


"Kau ingin menembakku kak, cobalah! karena kurasa kau tidak akan pernah tega menyakiti adik kandungmu sendiri," ucap Saga terus menghampiri Raisya.

__ADS_1


"Kau salah Saga! Kau kira aku takut padamu, kau kira aku ini orang yang tidak


tegaan? Kau salah!"


Pada saat itu juga Saga telah berhasil mengambil remote control itu dari saku celana Raisya tanpa disadari olehnya.


Tubuh Saga mulai tumbang perlahan jatuh ke permukaan tanah, Ia merasa dadanya mulai terasa panas seakan mengalir sebuah cairan dari dalam tubuhnya.


Pandangannya pun kini mulai kabur membuat Saga tidak bisa melihat sekeliling, semua berkabut.


Sayup-sayup terdengar di telinganya ucapan Raisya" Rasakan! Siapa suruh kau berani mengejarku." dan ucapan itu membuat Saga benar-benar tidak percaya Kakaknya sendir,i kakak kandungnya yang merupakan satu aliran darah tega melukai Adiknya sendiri bahkan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Bukannya menolong, Raisya malah meninggalkan Saga sendiri. Namun sebelum ia melangkahkan kakinya.


DOR.


DOR.


Bunyi senapan memekakkan telinganya.


Tiba-tiba Raisya merasa sesuatu yang hangat mengalir di punggungnya, rasa perih mulai ia rasakan di bagian punggung itu. .


Dalam Sekejap Raisya pun roboh tidak jauh dari tempat Saga terkapar, Raisya tetap berusaha untuk melarikan diri namun tenaganya sudah tidak ada lagi, tenaganya semakin berkurang membuat tubuhnya semakin lemah.


Rupanya Thomas yang telah membidikkan senapan itu ke arahnya, karena ia tidak ingin Raisya melarikan diri karena wanita itu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


Antara sadar dan tidak, Saga perlahan membuka mata dengan sangat lemah, terlihatlah olehnya kakak kandungnya telah terkulai tak berdaya.


Membuat Saga tersentuh hatinya dalam keadaan lemah dan berlumuran darah Saga merayap berniat menghampiri saudara kandungnya.


"Kakak! Kakak kau tidak apa-apa, Kakak bangunlah! Buka matamu Kak Kakak kita mulai lagi hidup dari awal hidup penuh cinta dan kasih sayang Kak! " Saga mengguncang-guncangkan tubuh Raisya dengan perlahan, ia berusaha untuk duduk walau rasa sakit seakan menghantam dadanya.

__ADS_1


Saga meraih kepala Raisya dan meletakkan di pangkuannya, terlihatlah wajah itu sangat pucat dengan kedua mata yang terpejam .


"Kakak ku mohon bukalah matamu tatap aku Kak , marahi aku Kak! " namun suara itu tidak dapat mendapatkan reaksi apapun dari Raisy,a wanita itu terlihat pucat di wajahnya seluruh tubuhnya dingin karena begitu banyaknya darah yang mengalir


__ADS_2