Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 26


__ADS_3

Pada suatu hari, Alexa yang sedang duduk santai bersama Oma Hesti dikejutkan dengan kehadiran Pak Hendra dan Bu Lusi yang tiba-tiba datang ke mansion mereka.


Walaupun masih merasa sangat kecewa, Alexa tetap berusaha menyambut Ayah dan istrinya yang ternyata adalah adik kandung dari almarhumah ibunya, dengan berusaha tetap tersenyum Alexa menemani mereka di ruang tamu.


"Kedatangan kami kemari, ingin mengundang semua keluarga disini untuk menghadiri makan malam dirumah kami, sebagai rasa syukur kami dengan kesembuhan Tiara." ucap Pak Hendra dengan terpaksa, karena sesungguhnya ini adalah rencana dari Bu Lusi.


"Tentu saja, dengan senang hati kami pasti datang!" sahut Oma Hesti, sedangkan Alexa hanya ikut menyimak.


"Sekarang bagaimana kondisi Tiara, Yah?" akhirnya setelah teringat tentang Tiara, membuat Alexa ingin bertanya.


"Adikmu, Tiara, dia baik-baik saja, hanya saja semenjak kejadian itu, dia lebih sering mengurung diri dikamar." jawab Pak Hendra.


Ya, memang, semenjak peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh Tiara, sejak pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu. Tiara hampir tidak pernah keluar kamar, sekolah ia lakukan secara private. Dan semua itu atas permintaan dari ibunya.


"Syukurlah Yah, maaf aku tidak bisa datang kerumah sakit waktu itu, karena aku sedang banyak pekerjaan Yah," ucap Alexa.


"Tidak apa-apa nak, Ayah mengerti kau pasti sangat sibuk." sahut Pak Hendra.


"Selamat ya, atas pernikahanmu, maaf, aku tidak bisa menghadiri acara pernikahan mu, karena saat itu aku sedang ada acara sosial di luar kota." ucap Bu Lusi beralasan dan hanya sekedar berbasa-basi.


"Tidak apa-apa bibi, aku juga memaklumi nya, orang kaya dan terhormat seperti kalian pastilah sangat sibuk dengan acara-acara yang menurut kalian penting." ucap Alexa.


Sebenarnya kata-kata itu sangat sederhana. Namun, terdengar begitu menusuk di telinga Pak Hendra. Sedangkan Bu Lusi hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Alexa.


Jauh didalam hati Alexa, ia ingin sekali bertanya, mengapa ia yang dikorbankan sebagai pelunasan hutang Ayahnya, mengapa harus dirinya, bukankah ada Tiara, mengapa tidak dia saja.


Ingin sekali Alexa bertanya tentang hal itu. Namun, dikarenakan ada Oma Hesti diantara mereka, Alexa mengurungkan niatnya, karena merasa tidak enak hati kepada Oma nya.


"Baiklah, kami pamit dulu, karena masih banyak kerabat-kerabat yang lain, yang harus kami undang juga." ucap Bu Lusi mendahului suaminya.


"Ya, nak kami pamit dulu, jaga dirimu baik-baik!" ucap Pak Hendra.

__ADS_1


"Iya Yah, kalian Hati-hati!" sahut Alexa.


Setelah kepulangan Ayah dan Bu Lusi, Alexa segera pergi ke kamar nya. Tangisan yang sedari tadi ia tahan, kini pecah seketika hingga mengguncangkan seluruh tubuhnya.


Alexa benar-benar merasa sakit hati, dipungut kemudian dicampakkan oleh Ayah kandungnya sendiri. Alexa meratapi nasibnya, nasib pernikahannya yang berawal tanpa cinta.


Setelah cukup lama ia menangis, akhirnya Alexa tertidur dalam keadaan terisak dan kedua matanya yang membengkak akibat terlalu banyak mengeluarkan air mata.


Hingga hari menjelang sore, Alexa belum juga terbangun. Bahkan ketika Saga pulang dari kantor, ia terkejut ketika mendapati istrinya tertidur dalam keadaan bagian bawah bajunya tertarik ke atas. Menampilkan bagian bawah tubuhnya yang putih mulus tanpa noda.


GLEKK.


Saga menelan salivanya, tiba-tiba ia merasakan libido nya seakan naik menginginkan sesuatu. Namun, sekuat tenaga Saga menahannya, kemudian Saga menarik ujung dress yang dipakai Alexa hingga menutupi bagian bawah tubuhnya yang terpampang nyata.


Karena merasa gerah, Saga memutuskan untuk membersihkan dirinya di dalam bathroom. Dengan mengguyurkan air dingin, ia berharap libido nya itu segera turun.


Hingga selesai mengganti pakaian, dan merapikan diri. Alexa tak kunjung bangun dari tidurnya. Berkali-kali Saga mencoba untuk membangunkan. Namun, Alexa tetap saja tertidur pulas.


Karena hari mulai sore, akhirnya Saga memutuskan untuk mengelap tubuh Alexa yang berkeringat, jika dibiarkan Saga khawatir istrinya akan masuk angin.


Perlahan tangannya mulai beraksi melucuti seluruh pakaian Alexa hingga membuat seluruh tubuh Alexa terekspos jelas tanpa satupun benang yang menghalangi pandangannya.


GLEKK. GLEKK.


Kembali Saga menelan salivanya, menatap kulit putih mulus terpampang nyata didepan mata. Saga meraih sapu tangan yang telah ia basahi sebelumnya. Lalu, mengompres tubuh istrinya dengan sangat hati-hati.


Berkali-kali Saga menelan salivanya, apalagi saat ia menyentuh dua gundukan gunung kembar di dada Alexa. Bagian yang pernah ia mainkan tempo hari.


Masih lekat di bayangan Saga, tentang betapa nikmatnya saat ia ******* bibir kenyal dan manis milik Alexa. Dan, kekenyalan serta kelembutan yang pernah disentuh pada bagian dada Alexa, masih sangat terasa baginya.


"Ya Tuhan, ini godaan berat bagiku," gumam Saga seraya terus menahan libidonya.

__ADS_1


Tepat setelah Saga mengganti pakaian Alexa, gadis itu terbangun dengan rasa terkejut yang tidak main-main.


"Tuan, apa yang kau…," Alexa tidak meneruskan ucapannya ketika melihat pakaiannya berhamburan di lantai.


"Tuan, apakah kau yang mengganti pakaian ku?" tanya Alexa dengan kedua mata yang mulai melotot.


"Bukan, tetangga!" jawab Saga seenaknya, lalu beranjak dari duduknya berniat membersihkan sapu tangan tadi.


"Memangnya kalau bukan diriku, siapa lagi?" Saga melanjutkan perkataannya setelah keluar dari dalam bathroom.


"Jadi, kau melihatku tuan," ucap Alexa lagi.


"Oh, jelas, tubuhmu sangat indah nona!" Saga semakin menggoda Alexa.


"Dasar pria mesum, beraninya kau menyentuh tubuhku tanpa seizin dariku!" seru Alexa di antara kemarahan dan rasa kesalnya.


"Seharusnya kau berterima kasih kepada diriku, berkat diriku, kau tidak perlu mandi sekarang, lihatlah tubuhmu telah bersih dan wangi." ujar Saga sekenanya saja.


Sedangkan Alexa menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.


"Seharusnya kau membangunkan ku, bukan memperlakukan ku seperti ini!" sergah Alexa suaranya mulai tinggi.


"Membangunkanmu? Heh, hanya buang-buang waktu saja, kau tahu? berapa kali aku berusaha membangunkan dirimu? dua puluh kali! Tapi kau masih saja tidur mendengkur dengan pulasnya!" gerutu Saga sedikit berbohong dengan mengatakan Alexa tidur sambil mendengkur.


"Mendengkur? ah, tidak, aku tidak mungkin mendengkur!" Alexa tidak terima dirinya dikatakan mendengkur.


"Hah, akui saja nona, tidur mu itu, seperti tidurnya kerbau, dibolak-balik dilap dengan sapu tangan tidak mau bangun juga." Saga masih menggerutu.


Namun, jauh di lubuk hatinya ia merasa senang bisa melihat tubuh molek milik sang istri.


Dengan merengut, Alexa segera bangkit dari tempat tidurnya, lalu meraih semua pakaiannya yang berserakan di lantai, kemudian ia meletakkannya di tempat pakaian kotor.

__ADS_1


"Laki-laki memang seenaknya sendiri, selalu mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan." gerutu Alexa yang membuat Saga mengulum senyum.


Kini Saga mulai terbiasa dengan Alexa, bahkan membuat Alexa kesal dan cemberut seakan menjadi candunya. Tiada hari yang ia lewatkan tanpa berbuat iseng kepada Alexa.


__ADS_2