Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 38


__ADS_3

Suatu ketika Raisya sedang duduk dihalamam belakang mansion, seraya berbincang-bincang dengan seseorang melalui ponselnya, gerak-gerik Raisya terlihat sangat mencurigakan. Dan, membuat Oma Hesti yang secara kebetulan melihatnya, diam-diam mendengarkan percakapan mereka. 


"Sayang, kamu tenang saja, semua sudah ku lakukan sesuai perintah mu! Jadi, tidak akan ada yang bisa mencurigai ku, sama seperti dulu ketika aku menjebak Ibu tiriku!" suara Raisya pelan, tapi masih bisa didengar dengan jelas oleh Oma Hesti. 


Mendengar hal itu, membuat Oma Hesti terkejut. Sontak membuat Oma Hesti membentak Raisya.


"Raisya! Kau benar-benar jahat! Oma tidak menyangka akan memiliki cucu sepertimu!!" teriak Oma Hesti membentak Raisya. 


Raisya yang sedang asyik menelpon, terperangah mendengar suara Oma Hesti yang tiba-tiba saja berada di dekatnya. 


"O-oma!!" seru Raisya terkejut. 


"Aku benar-benar kecewa! Ternyata kau yang sengaja menjebak Lalika, orang yang tidak bersalah harus harus menerima hukuman karena dirimu!" sentak Oma Hesti berapi-api. 


Masih teringat dengan jelas, bagaimana ia mengusir menantunya itu dengan tidak berperasaan. 


"Oma! Tenang dulu, a-aku bisa jelaskan semuanya, ini tidak seperti apa yang Oma dengar!" Sangkal Raisya, membela diri. 


"Tidak bisa! Saga harus tahu tentang semua ini! Kau jahat, kau harus dihukum!" teriak Oma, antara rasa kecewa dan marah berbaur didalam hatinya. 


"Oma, jangan Oma!" Raisya menghadang Oma Hesti yang hendak melangkah menemui Saga yang saat itu sedang berada diruang kerjanya. 


"Keadilan harus ditegakkan! Tidak perduli kau cucuku atau bukan," 


Namun, Raisya tetap menghadang Oma Hesti, dan terjadilah tarik-menarik antara Oma Hesti dan Raisya. Dan, pada akhirnya tanpa sengaja Raisya mendorong tubuh Oma Hesti hingga terjatuh dengan kepala membentur lantai. 


"Oma!!" teriak Raisya ketika melihat darah segar mulai mengalir di lantai, Oma Hesti tidak bergerak sama sekali. 


Raisya duduk berjongkok disamping Oma 


Hesti, ia memeriksa keadaan Oma Hesti dengan meletakkan jarinya di leher Oma, memastikan denyut nadinya masih ada atau tidak. Dan, betapa terkejutnya Raisya ketika mendapati tubuh Oma Hesti sudah tidak bernyawa. 


"Oma, bangun Oma," Raisya memanggil Oma nya dengan pelan, seraya tangannya menggerak-gerakkan tubuh oma. Namun, tidak ada reaksi dari tubuh itu. 


"Apakah Oma sudah mati?" bisik Raisya panik. 


Kedua matanya memerah, serta keringat dingin mulai mengucur di keningnya. 

__ADS_1


"Memangnya kenapa, jika Oma mati! Ini bukan salahku, ini salah Oma, sudah kukatakan bukan untuk diam saja, tapi Oma tidak mendengarkan ku." gumam Raisya setengah berbisik. 


Melihat tubuh Oma yang tidak bernyawa lagi, Raisya memandang sekeliling halaman belakang msnsion. Tidak ada siapapun disana, suasana tampak sepi membuat Raisya segera pergi meninggalkan Oma Hesti yang tergeletak tak bernyawa. 


"Maafkan aku Oma, aku tidak berniat membunuhmu!" ucap Raisya sambil terus berlalu dari tempat itu. 


Kini tinggal lah tubuh Oma yang tergeletak tak bernyawa, sendiri tanpa siapapun disana. 


Beberapa menit kemudian. 


Alexa yang saat itu telah selesai menyiapkan cake untuk Oma, segera mencari Oma Hesti. Namun, hingga mengitari seluruh ruangan Mansion, Alexa tidak menemukan Oma Hesti. 


"Oma! Oma dimana?" panggil Alexa dengan memegang cake buatannya. Namun, tidak ada jawaban. 


'Oh, mungkin Oma di taman belakang.' pikir Alexa, lalu berjalan ke arah belakang mansion. 


Sambil terus memanggil-manggil Oma Hesti, Alexa menyusuri taman. Lagi-lagi ia tidak menemukan Oma. 


"Dimana Oma? Tidak biasanya Oma menghilang seperti ini, biasanya kalau ingin pergi keluar, Oma selalu bilang dulu padaku." gumam Alexa pada dirinya sendiri, seraya terus berjalan mengelilingi halaman belakang mansion. 


Alexa berjalan dengan melemparkan pandangannya ke segala arah, hingga ia tidak menyadari ada sesuatu yang terantuk kakinya. 


"Oma….!!!" teriak Alexa terkejut, ketika mendapati tubuh Oma Hesti terkapar di lantai. 


Alexa berniat memeriksa kondisi Oma Hesti. Akan tetapi, ia terkejut ketika mendapati tubuh Oma Hesti yang tidak bernyawa. 


"Oma…!!!" teriak Alexa memanggil Oma Hesti yang telah tiada. 


Dan, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Raisya. Ia memotret Alexa dengan posisi membelakangi dirinya, tampak seperti sedang menekan sesuatu. 


Raisya yang memang sedang bersembunyi di balik pagar taman, merasa mendapatkan kesempatan. Oleh karena itu, Raisya segera keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Alexa yang sedang menangis di samping Omanya. 


"Oma…!!!" Raisya berpura-pura berteriak. 


"Apa yang kau lakukan kepada Oma? Kau apakan Oma? ayo jawab!!" Raisya menuduh Alexa. 


"Tidak kak, aku tidak melakukan apapun kepada Oma, saat aku tiba disini, kondisi Oma memang telah seperti ini." Alexa berkata sejujurnya. 

__ADS_1


Saga yang sedang bekerja, menghentikan pekerjaannya dan segera pergi ke arah suara ribut-ribut berasal. Secepat mungkin berlari dan tiba disana. 


Sama seperti yang lain, Saya pun merasa terkejut. Melihat Oma nya tersayang yang telah tidak bernyawa lagi. 


"Ada apa?" tanya Saga kebingungan melihat Raisya memaki-maki Alexa. 


"Oma…!!!" teriak Saga setelah melihat Oma nya terbujur tak berdaya. 


"Ayo cepat! Bawa Oma kerumah sakit!!" teriak Saga yang kemudian membuat Raisya segera berlari menyiapkan mobil sendiri. 


Dengan penuh kesedihan Saga mengangkat tubuh Oma Hesti menuju ke mobil  kemudian membawanya ke rumah sakit. Saga masih sangat berharap Saat itu Oma bisa diselamatkan. 


Dengan kecepatan penuh, Saga menjalankan mobilnya tanpa menunggu kedatangan Pak Supir. Raisya duduk di samping nya saga, sedangkan Alexa duduk bersama Oma di kursi belakang. 


Dirumah sakit.


Semua orang menunggu di luar ruangan dengan harap-harap cemas. Semua berdoa agar Oma Hesti dapat di selamatkan, kecuali Raisya, ia justru berharap Oma nya benar-bensr tidak bisa diselamatkan. Agar rahasianya tetap aman. 


Tak lama kemudian, pintu ruangan operasi terbuka. Menampilkan sosok seorang dokter dengan raut wajah penuh duka. 


"Bagaimana kondisi Oma, Dok?" tanya Saga dengan segera ketika melihat seorang Dokter keluar dari ruangan tersebut. 


Dokter itu tidak langsung menjawab, melainkan menunduk untuk beberapa saat. 


"Maaf, Ibu Hesti, sebenarnya telah tiada sebelum dilarikan kerumah sakit." jawab Dokter itu. 


"Apa? Tidak! Tidak mungkin Oma meninggal, Oma pasti masih hidup Dok, aku yakin itu!" ucap Saga histeris. 


"Oma…," lirih Alexa, bulir-bulir bening mulai menetes dari pelupuk matanya. 


Sementara Raisya tersenyum penuh kemenangan, dengan meninggalnya Oma Hesti, itu berarti rahasia 


"Ini semua gara-gara kamu! Kamu yang telah membunuh Oma!" teriak Raisya menuduh Alexa yang tidak tahu atas meninggalnya Oma. 


"Tidak kak, aku tidak bersalah, aku…," belum sempat Alexa melanjutkan perkataannya, Saga telah terlebih dahulu membentak nya. 


"Diam! Aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu!" sentak Saga dengan emosi yang memuncak. 

__ADS_1


Alexa pun terdiam, hati nya sangat perih menerima bentakan dari suaminya. 


__ADS_2