Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 51


__ADS_3

Sebuah ruangan yang penuh dengan alat-alat teknologi canggih, kabel-kabel sambung menyambung satu sama lain saling berkaitan,dan ada pula yang tidak menggunakan kabel,swmua benda itu tertata rapi didalam ruangan itu. Thomas meraih salah satu benda itu kemudian meletakkannya di atas meja.


"Ini pertama kalinya aku mengeluarkan benda ini, setelah kau keluar dari geng the red Rooster. Dan apa kau masih ingat kata sandinya?" Thomas menatap Saga.


"Tentu," jawab Saga. Kemudian mendekati alat itu. Namun, ia terlebih dahulu memakai baju pelindung yang terbuat dari besi sebagai pendukung fungsi alat itu sebelum ia mulai mengoperasikan nya.


Alat ini semacam komputer, memiliki empat sudut dan terdapat beberapa tombol di sebelah sisinya. Sedangkan di sisi yang lain,hanya terdapat satu tombol emergency yang hanya digunakan satu kali saja selama beroperasi.


Saga mengamati benda itu, benda yang telah lama ditinggalkan olehnya. Memang tidak ada orang lain yang bisa menggunakan benda itu, dikarenakan sandi yang terdapat di dalamnya tersambung langsung dari organ tubuh Saga. Yaitu, jantung dan otak. Oleh karena itu tidak ada yang bisa mengoperasikan benda itu setelah Saga keluar dari tim mafia. Namun anehnya, benda itu tidak rusak ataupun berkarat. Benda itu masih terlihat baru sama seperti dulu saat Saga pertama kalinya merakit benda itu dari beberapa benda yang saling berkaitan.


Alat ini juga bisa memprediksi apapun yang ingin dilihat oleh penggunanya, termasuk melihat secara langsung takdirnya di masa depan dengan memberikan beberapa informasi di masa sekarang.


Saga meletakkan telapak tangannya tepat di tengah layar monitor dan apa yang terjadi?


Bunyi denyut jantung Saga langsung terhubung ke layar monitor, lalu tersambung ke organ tubuh yang lain. Yaitu otak.


Gambaran otak Saga mulai terlihat di layar monitor dengan keterangan garis grafik yang hanya Saga sendiri yang bisa memahami arti dari garis grafik itu. Kedua mata Saga tiba-tiba menyala, bersinar kebiruan seperti layar monitor.


Saga mulai mengirim email masa lalunya melalui jaringan otak, lalu mentransfer nya melalui jantung yang langsung berpusat pada telapak tangan Saga yang masih menyentuh layar monitor.


Maka terdapat lah informasi tentang Alexa yang memiliki keterangan sebagai mantan istrinya dan masih sangat ia cintai sampai saat ini.


Walaupun disana ada Ricard yang ikut menyaksikan semua hal yang dilakukan oleh Saga. Namun, tidak perlu dikhawatirkan karena ia tidak akan pernah mengerti isi dari keterangan yang tertulis di layar monitor, yang hanya merupakan garis grafik kecil dan halus.


Layar monitor mulai berubah, layar yang tadinya terang dengan cahaya yang menyilaukan, kini menjadi gelap.


"Alexa," Saga mengucapkan nama wanita itu, dan tampaklah sebuah titik kecil yang bergerak kesana kemari di layar monitor.


Saga mulai menekan tombol zoom, untuk memperbesar gambar yang akan dilihatnya pada layar monitor.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, maka mulai terlihat suatu bayangan samar-samar yang semakin lama semakin jelas.


Kalung Liontin yang dipakai oleh Alexa tiba-tiba terbuka dan bersinar, sebuah cahaya putih kebiruan terpancar dari dalam liontin itu. Pertanda sinyal untuk memprediksi keberadaan Alexa telah aktif.


Namun, Alexa tidak menyadari hal itu. Dikarenakan hanya Saga yang mampu melihat dan memahami apa yang telah disampaikan oleh layar monitor itu.


Saga segera memindahkan sinyal dari layar monitor pada ponselnya. Ini untuk memudahkan Saga ketika melakukan pencarian tentang keberadaan Alexa, agar ia tidak perlu membawa alat itu saat mencari wanita itu.


Saga memejamkan kedua matanya, maka layar monitor pun ditutup kembali seperti semula. Dan cahaya di seluruh tubuh Saga menghilang.


"Sekarang posisi Alexa telah diketahui, mari kita berangkat!" ucap Saga lalu keluar dari tempat itu yang langsung diikuti oleh Ricard yang masih sangat mengagumi sahabat nya. Karena Ricard tidak pernah menyangka, sahabatnya memiliki keahlian yang lain.


"Dia berada di gurun tandus, Only valley." ucap Saga seraya terus mengamati layar ponselnya. Sambil terus berjalan.


"Andrew! Cepat siapkan pasukan kita menuju gurun Only valley sekarang!" perintah Thomas dengan tegas kepada anak buahnya.


"Siap! Komandan!" Andrew pun bergegas mengumpulkan seluruh pasukan.


Suara helikopter beramai-ramai menuju gurun Only valley.


"Tuan, ada yang datang!" seru salah satu anak buah Irwan.


Ya, Irwan suami dari Raisya, dialah dalang dari semua ini.


Irwan segera keluar melihat apa sebenarnya yang telah terjadi, kemudian ia masuk kembali dengan beberapa anak buahnya yang mengikutinya dari belakang.


"Gawat! Rupanya mereka telah mengetahui markas kita, cepat siapkan pasukan suatu kemungkinan besar pertempuran akan segera terjadi!" perintah Irwan yang langsung dipatuhi oleh Anak buah nya.


Namun, sebelum mereka benar-benar mempersiapkan segala perlengkapan untuk bertempur, terdengar sebuah bunyi menggelegar memekakkan telinga.

__ADS_1


DUAAARRR.


Bunyi pertama agak jauh dari markas mereka, ini sebagai peringatan kalau mereka harus segera melepaskan tawanan mereka. Namun, tidak digubris oleh Irwan dan anak buahnya. Mereka masih sedang mempersiapkan senjata.


DUAAARRR.


Bunyi kedua lebih menggelegar dari sebelumnya, dan lebih dekat dengan markas mereka.dan ini sebuah peringatan kalau mereka harus menyerahkan diri. Namun, sama seperti sebelumnya, Irwan dan anak buahnya masih sibuk mempersiapkan benteng pertahanannya.


Karena tidak digubris sama sekali, Thomas memerintahkan kan pasukannya untuk meluncurkan boom ketiga kalinya.


DUAAARRR.


DUAAARRR.


Tepat mengenai markas tim Black Wolf, ratusan pasukan yang sedang mempersiapkan diri berhamburan di udara. Tubuh mereka bagaikan daun-daun yang beterbangan diterpa topan badai.


"Tuan, jika kita tidak segera menyerah maka korban akan lebih banyak lagi berjatuhan." ujar salah satu dari anak buah Irwan yang mulai panik.


"Tidak akan pernah kita menyerah, cepat siapkan pasukan!" teriak Irwan lalu berlari ke arah luar.


DUAAARRRGGGHHH.


DUAAARRRGGGHHH.


DUAAARRRGGGHHH.


Bunyi tembakan meriam menghantam ke udara, dimana beberapa helikopter hampir terjatuh karenanya. Beruntung tembakan meriam itu tidak mengenai sasaran.


Awak helikopter saling mengingatkan satu sama lain, agar lebih berhati-hati.

__ADS_1


"Kakak Ipar Irwan," gumam Saga ketika melihat sosok Irwan berdiri di balik meriam raksasa.


"Oh, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, orang yang aku percaya selama ini ternyata–, oh Tuhan beri aku kekuatan untuk menghadapinya," Saga berdoa, antara percaya dan tidak dengan kenyataan yang ia lihat sendiri.


__ADS_2