
Mengandung adegan dewasa 21 +.
Bocil skip aja ok!
"Aku tidak mengizinkan mu!" jawab Saga kembali mendekati wajah Alexa.
"Tuan, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan aku juga harus memasak makanan untukmu kan?" suara Alexa seperti tersedak saat Saga semakin mendekatkan tubuhnya.
Kini tubuh Alexa tersandar di dinding, membuatnya tidak mampu berkutik lagi. Debaran jantungnya semakin lama semakin keras, seakan ia dapat mendengar detak jantungnya sendiri.
"T-tuan, biarkan aku…," Alexa tidak dapat meneruskan kata-katanya, dikarenakan saat ini Saga telah ******* bibirnya dengan penuh nafsu.
"T-tuan, ahh…," Alexa yang ingin memberontak, kini hanya bisa mendesah setelah Saga menyelipkan satu tangannya ke dalam pakaian Alexa, menyentuh bagian besar, bulat dan kenyal didadanya.
Dan, tangan yang lain menahan kedua tangan Alexa kebelakang.
Sedangkan bibirnya masih rakus ******* bibir Alexa yang terasa nikmat dan menggairahkan. Semakin lama permainan Saga semakin menuntut. Membuat Alexa yang baru pertama kalinya di sentuh oleh seorang pria, terbuai dan mulai belajar membalasnya.
Saga melepaskan sebelah tangannya yang menahan tangan Alexa, saat ia merasakan gadis itu mulai membalas setiap pergerakannya. Bahkan Alexa terasa lihai mempermainkan lidahnya melilit lidah Saga dengan sangat bergairah.
"Ah… emm…," hanya ******* manja yang keluar dari mulut Alexa setiap kali mendapatkan sentuhan dari Saga yang terkesan sangat menuntut.
"Emm… ahh… emmpt," ******* demi ******* terdengar semakin lama semakin keras membuat suasana semakin panas.
Tubuh keduanya pun saling menghimpit.
Alexa yang baru pertama kalinya mendapatkan sentuhan itu, semakin menggelinjang. Bulir-bulir keringat mulai membasahi tubuhnya, dan pada saat itulah Saga melepaskan semua tautan, sentuhan dan pergerakannya.
"Kenapa tuan? Kenapa berhenti?" Alexa yang mulai terbakar nafsu, bertanya saat ia membuka kedua matanya dan melihat Saga berdiri mematung. Menatap tubuh Alexa yang telah dibuat berantakan olehnya.
'Tidak! aku tidak bisa melakukan ini padamu! Karena aku tidak ingin terikat selamanya denganmu!' suara hati Saga mulai menghianati nafsu.
"Maaf, aku lepas kendali," hanya kata-kata itu yang mampu keluar dari mulut Saga.
__ADS_1
Kemudian melangkah pergi meninggalkan Alexa yang telah terbakar asmara.
"Aneh, dia yang memulai dan dia juga yang berhenti sebelum mengakhiri?" gumam Alexa seraya merapikan kembali pakaian dan rambutnya.
Alexa menarik bedcover dari atas ranjangnya, kemudian membawanya ke tempat pencucian.
"Nyonya!" seru salah satu pelayan yang kebetulan melihat Alexa yang kerepotan menuruni tangga dengan membawa bedcover.
"Biar saya saja nyonya, saya akan mencucinya," pintar Pelayan itu kepada Alexa.
"Biarlah, aku bisa sendiri!" sahut Alexa terus membawa bedcover itu ke tempat pencucian. Sedangkan pelayan itu hanya bisa menatap nya sejenak, lalu pergi kembali kebelakang.
Alexa yang lugu, tidak ingin melanggar perintah suaminya. Sampai ia tidak ingin dibantu oleh siapapun.
Oma Hesti yang melihat semua itu dari arah depan pintu kamarnya, tersenyum penuh syukur, cucu kesayangannya mendapatkan istri yang bertanggung jawab. Oma Hesti semakin yakin kalau Alexa pilihan yang terbaik untuk Saga.
Raisya yang kebetulan berpapasan dengan Alexa, menatap penuh curiga dengan bedcover yang dibawa oleh Alexa.
"Kak Raisya!" panggil Alexa dengan sebuah senyum. Senyum yang selalu dikagumi oleh kakak iparnya itu.
Raisya hanya tersenyum sinis tanpa menjawab Alexa yang memanggilnya. Kemudian pergi tanpa sepatah katapun. Alexa hanya mengikuti kepergian kakak iparnya dengan tatapan membingungkan.
"Ah, sudahlah! yang penting aku tidak ada salah sama dia," gumam Alexa seraya terus pergi mencuci.
Sementara itu, Saga yang kini sedang berada diruang kerjanya merasa tidak baik-baik saja. Jujur apa yang telah ia lakukan dengan Alexa, membuatnya ingin melakukan lebih. Namun, Saga tidak ingin itu semua terjadi, karena ia hanya ingin menjadikan Alexa sebagai landasan dari rencananya saja.
Setelah semuanya berhasil, ia berjanji akan melepaskan Alexa tanpa sedikitpun bekas darinya.
"Kau sangat beruntung Saga!" suara Oma Hesti mengejutkan pria itu.
"Apa maksud Oma?" sahut Saga tidak mengerti.
"Kau sangat beruntung memiliki istri seperti Alexa, dia gadis baik, sopan dan penuh tanggung jawab." Oma Hesti menjawab pertanyaan Saga.
__ADS_1
"Oma melihat sendiri, Alexa tetap bersikeras untuk mencuci sendiri, walaupun pelayan kita telah membujuk ingin membantunya," jelas Oma selanjutnya.
Saga terdiam, lalu ia berkata,
"Aku yang memerintahkan semua itu Oma, semua tugasnya telah kutulis dengan rapi agar memudahkan dia untuk mengerjakannya."
"Dia gadis polos yang lugu, pastinya dia akan selalu mematuhi perintah darimu, dan kau sangat beruntung!" Oma Hesti berkali-kali memuji Alexa.
"Dan,kita harus tetap waspada, bisa jadi kepolosan adalah taktiknya untuk menjebak kita semua, Alexa akan memanfaatkan kelengahan kita nanti." tiba-tiba saja Raisya berseru begitu menutup pintu setelah ia masuk keruangan itu.
"Apa maksudmu Raisya?" Oma meminta penjelasan kepada cucu tertuanya, dengan apa yang telah dikatakannya.
"Jangan terlalu mudah mempercayai Oma, bisa jadi itu adalah sebuah perangkapnya untuk menjebak kita." jawab Raisya dengan yakin. Ia berusaha untuk menghasut Saga.
"Kau terlalu sering nonton film horror, jadinya semua pikiranmu terpengaruh olehnya." Oma Hesti tersenyum mendengar ucapan Raisya.
"Akan lebih baik, jika kau berdoa saja untuk suamimu, agar seluruh pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik." pesan Oma.
"Tapi, Oma, memang biasanya seperti itu kan? Berpura-pura menjadi kucing yang lucu dan jinak, tidak tahunya seekor serigala!" Raisya mulai emosi mendengar ucapan Oma Hesti.
"Kak, apa sudah ada kabar dari kak Irwan?" Saga mengalihkan pembicaraan.
"Belum, suamiku itu belum memberikan kabar apapun, aku tidak tahu kapan dia pulang." jawab Raisya, memang sejak seminggu yang lalu, Irwan,suaminya. Berpamitan untuk pergi keluar kota, dengan alasan ada salah satu proyek yang mengalami kendala dan harus segera diselesaikan.
Namun, hingga saat ini, Irwan belum ada kabar apapun dimana ia berada. Dan, itu membuat emosi Raisya menjadi labil.
"Tuh, kan, Oma bilang juga apa, urusi saja urusanmu sendiri, tidak usah ikut campur urusan orang lain. Karena Oma percaya, pilihan Saga tidaklah salah." ucap Oma yang semakin membuat Raisya kesal.
Sedangkan Alexa, setelah selesai mencuci bedcover yang tentunya sangat menguras tenaga, ia segera menyiapkan makan malam untuk Saga dan keluarganya. Dan itu membuat semua pelayan yang berada di dapur itu, merasa heran.
"Nyonya adalah majikan kami, jadi biarkan kami yang melakukannya, nyonya beristirahat lah!" seru salah satu dari pelayan yang merasa kasihan melihat Alexa yang sedang kerepotan.
"Tidak apa-apa, jika kalian bersedia, bantulah menyiapkan semua masakan di wadah masing-masing, aku akan menata meja makan terlebih dahulu." sahut Alexa yang langsung dipatuhi oleh para pelayannya.
__ADS_1
Semakin lama Alexa semakin akrab dengan para pelayannya, sikapnya yang ramah membuat semua para pelayan menyayangi dirinya.