
"Wah, wah! hebat sekali kalian, yang satu suami orang yang satu lagi calon istri orang. Saling berpelukan seperti teletubies, apa mungkin jika pasangan kalian mengetahuinya mereka tidak akan cemburu?" suara Irwan terdengar membahana di ruangan yang sunyi.
Mendengar ucapan Irwan membuat Saga semakin marah, sebenarnya ia ingin menghampiri Irwan dan menghajarnya kembali namun, Bu Lalika berteriak menghentikannya.
"Saga, jangan! Biarkan saja dia, Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu." Membuat Saga mengurungkan niatnya dan menghampiri Bu Lalika.
"Katakan, apa yang ingin mama sampaikan padaku," pinta Saga yang masih memanggil Bu Lalika dengan panggilan 'Mama' walaupun Bu Lalika bukanlah Ibu kandungnya dan telah bertahun-tahun tidak berjumpa. Bu Lalika terdiam sembari menatap Saga dengan tatapan penuh kasih.
"Sebenarnya, Raisya yang telah membunuh Papamu," ucap Bu Lalika dengan air mata berlinang.
Kesedihan beberapa tahun yang lalu seakan terlihat jelas di depan matanya. Di mana setelah peristiwa itu dirinya lah yang harus menanggung semua resikonya.
"Apa? Apakah aku tidak salah dengar?" Saga tidak percaya dengan perkataan Bu Lalika. Sulit bagi Saga untuk menerima kenyataan bahwa Raisya adalah orang yang merencanakan pembunuhan Ayahnya.
"Itulah yang sesungguhnya terjadi, Raisya memintaku untuk pergi dari rumah, jika tidak maka keselamatan Ryan akan terancam." jelas Bu Lalika.
Melihat kesungguhan yang terpancar dari mata Bu Lalika, akhir nya mau tidak mau Saga mulai mempercayai ucapan wanita itu.
Kemudian Bu Lalika berkata lagi, "Aku rasa meninggalnya Oma kamu juga karena Wanita itu,"
__ADS_1
Kemudian Irwan tertawa dengan kerasnya Di atas sana, ia sungguh merasa geli melihat semua insiden di depan matanya, sungguh suatu insiden yang sangat absurd baginya. Bertahun-tahun dibohongi dan dibodohi tetapi tidak pernah menyadarinya.
Saga menatap Bu lalika dengan intens tanpa memperdulikan Irwan. Kemudian ia berkata, "Bagaimana mungkin mama bisa yakin kalau semua itu adalah perbuatan Kak Raisya?"
"Aku mendengar sendiri obrolan Irwan dan Raisya, Saat itu mereka sedang membicarakan kejadian di mana papamu meninggal dunia," ucap Bu lalika mengingat saat Irwan dan Raisya sedang berbincang-bincang di telepon. Saat itu Bu Lalika sedang berpura-pura tertidur, sehingga membuat Irwan dengan leluasa membicarakan semua rencananya dengan Raisya tanpa ada yang disembunyikan lagi.
Sedangkan Alexa yang sedang berdiri di belakang Saga hanya menyimak percakapan di antara dua orang itu.
Kemudian terdengar lagi suara Irwan dari atas dengan tertawa terbahak-bahak, ia mengatakan,"Hahahaha…kalian tidak tahu saja apa sebenarnya yang terjadi di belakang kalian, dan kau Saga kau telah dibodohi oleh istri dan adik tirimu karena sesungguhnya mereka memiliki hubungan gelap di belakangmu hahaha!"
Sontak ucapan Irwan membuat Saga naik pitam lalu Segera menghampiri Irwan dan hendak menghajarnya lagi. Namun, Alexa dan Bu lalika menghentikan Saga, mereka berusaha meredam emosi Saga yang sedang memuncak. Saga menahan tangannya yang sedang hendak melayangkan tinju ke wajah Irwan.
Dengan tersenyum sinis Irwan menatap Saga lalu berkata, "Anak yang kau besarkan bukanlah darah dagingmu melainkan anak dari adik dirimu sendiri, mereka memiliki hubungan sebelum Tiara menikah denganmu, dan demi menyelamatkan kesenangan hidupnya agar terus bergelimang harta, Bu Lusi menjebakmu hingga kau terlihat telah menodai Tiara!"
"Sudah kuduga, Aku memang tidak melakukan apapun dengan wanita itu dan aku telah mengatakan ini berkali-kali tapi tidak ada seorangpun yang mempercayai diriku." gumam Saga dengan perasaan lega karena ia memang tidak pernah merasa melakukan hal itu dengan Tiara.
"Terima kasih kakak ipar kau telah mengatakan segalanya dan ini sangat membantuku" Saga melepaskan cengkraman tangannya dari leher Irwan.
"Baiklah, karena kau telah membantuku maka sebagai balasannya Aku tidak akan membunuhmu saat ini tapi aku pastikan kau akan membusuk di penjara bersama dengan istrimu!" Sentak Saga dengan wajah yang memerah serta mata melotot menatap Irwan dengan penuh amarah.
__ADS_1
Mendengar semua penjelasan itu membuat Alexa merasa bersalah karena dirinya juga tidak mempercayai Saga waktu itu. Bahkan dialah yang meminta Saga untuk menikahi Tiara karena Ia memang tidak mengetahui betapa liciknya Bu Lusi dan Tiara.
Air mata Alexa menetes perlahan mengalir di pipinya, terdapat sebuah penyesalan di dalam hati Alexa, andai saja ia percaya dengan suaminya tentu hal itu tidak perlu terjadi dan pernikahan mereka pasti masih bertahan sampai saat ini dan yang lebih menyedihkan lagi Bagaimana jika Pak Hendra mengetahui semua kelicikan istri dan putrinya Bagaimanakah perasaannya sebagai seorang ayah yang terpaksa menikahkan Putri keduanya dengan suami dari Putri pertamanya.
Dengan suara lirih Alexa berkata," Maafkan aku Saga karena aku tidak percaya padamu padahal semua yang kau katakan itu adalah benar. Sekali lagi maafkan aku,"
"Sudahlah, Biarkanlah semua yang terjadi tetaplah terjadi aku sudah memaafkanmu dan aku juga ingin minta maaf atas semua kesalahanku selama ini aku harap kau tidak akan pernah membenciku Seumur Hidupmu karena keegoisanku selama ini," ujar Saga dengan menundukkan kepala kembali teringat olehnya Betapa ia telah menyalahkan, menghina serta mengusir Alexa dari Mansionnya.
Dan ia lebih malu lagi terhadap Eyang Netty yang telah menyaksikan semua perbuatannya terhadap Alexa, tentu saja sebagai seorang nenek tentunya akan merasa sakit hati melihat cucu kesayangannya disakiti.
Entah apa yang akan terjadi jika sampai Eyang Netty mengetahui bahwa cucunya tidak pernah bersalah justru ia menjadi korban dari semua tuduhan Raisya yang mungkin saja dialah pelaku yang sebenarnya.
Tak lama kemudian anggota mafia yang lainnya termasuk juga Ricard memasuki ruangan bawah tanah tersebut. Rupanya seluruh Musuh telah berhasil dilumpuhkan mereka semua diikat dan di tempatkan di sebuah mobil truk besar dan akan segera dibawa ke markas geng mafia The Red rooster, di sana terdapat sebuah penjara khusus para musuh geng mafia. Di i penjara itu berbeda dengan penjara yang berada di kantor polisi, siapapun yang ditahan di sana akan merasakan penderitaan seratus kali lipat penderitaan penjara di kepolisian.
Dikarenakan geng mafia tidak tanggung-tanggung dalam memberikan hukuman, di sana juga terdapat beberapa orang yang bertugas menjaga para tahanan sekaligus memberi mereka makan. Namun, bukan makanan yang seperti dimakan manusia pada umumnya, melainkan di sana yang disebut makanan adalah sesuatu yang setara dengan kesalahan mereka jika kesalahan mereka tidak terlalu parah maka makanan yang diperoleh akan lebih nikmat namun jika kesalahan mereka sangat fatal maka tidak diragukan lagi mereka akan diberi makanan yang tidak sesuai dengan makanan manusia.
Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa jijik dan lebih memilih untuk tidak makan selamanya.
Saat itu Ricard sedang memasuki wilayah bawah tanah untuk menemui Saga, Karena ia merasa khawatir Saga akan membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan Alexa.
__ADS_1