
"Alexa kau tidak apa-apa aku sangat mengkhawatirkanmu," ujar Ricard dengan sebuah senyum yang terbit di bibirnya.
Kedua matanya menatap Alexa dengan penuh perhatian, Alexa hanya terdiam ia menundukkan kepala tanpa melihat ke arah Richard, Alexa merasa bingung apa yang harus ia lakukan ketika dirinya berada di antara dua pria yang sama-sama mencintai dirinya.
Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya Alexa menyadari bahwa cinta dan kasih sayangnya hanya untuk Saga seorang. Namun, apalah daya dirinya telah dijodohkan dengan lelaki yang tidak pernah dicintainya, Ia hanya menganggap Ricard sebagai sahabatnya saja.
"Alexa, jawab aku! kau tidak apa-apa kan apa kau terluka?" Tanya Ricard dengan penuh perhatian seraya kedua tangannya melingkar di pinggang Alexa, Ricard mulai memeluk Alexa dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan Alexa hanya terdiam saja tanpa membalas pelukan pria itu dan tatapan matanya melirik ke arah Saga yang juga meliriknya dengan rasa cemburu. Saga merasakan ada sesuatu yang mulai terasa panas di ulu hatinya.
Seketika tubuhnya terasa lemas tak berdaya ketika melihat wanita yang sangat dicintainya kini telah menjadi calon istri orang lain dan terlebihnya lagi orang itu ada dan sahabatnya sendiri.
"Hei! Saga, terima kasih telah menyelamatkan calon istriku, tanpa dirimu Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, sekali lagi terima kasih," ucap Ricard kepada Saga yang saat itu berpura-pura tidak melihat ke arahnya.
Lalu Ricard pun berkata lagi,"Apa kau tidak ingin mengucapkan selamat kepada sahabatmu ini, sebentar lagi kami akan bertunangan," ucap Ricard.
"Oh ya, tentu! Bagaimana mungkin aku tidak akan mengucapkan selamat kepada dirimu sahabat karibku, kau telah seperti saudara bagiku tanpa dirimu dan juga keluargamu aku tidak memiliki siapapun lagi di negara ini." Ujar Saga dengan sebuah senyum yang sedikit dipaksakan, hanya demi melihat sahabatnya bahagia Iya Rela melepaskan Alexa untuk Ricard.
"Baiklah, aku terima ucapan selamat darimu, aku juga berdoa semoga kau juga selalu bahagia bersama dengan keluarga kecilmu di sana,"
Saga tersenyum mendengar ucapan Richard tentang keluarga kecil yang ia maksud hanyalah sebuah kebohongan belaka, sebuah dusta yang direkayasa sebaik mungkin hingga memberikan kesan seakan nyata.
"Terima kasih kawan akan kusampaikan salam dari mu untuk mereka di sana, jika aku telah kembali ke negaraku" jawab Saga.
__ADS_1
"Oh tidak secepat itu kawan! Kau harus menyaksikan dulu momen indah kami,
acara pertunangan yang telah kami impikan sejak dulu dan beberapa hari lagi akan menjadi nyata." sahut Ricard.
Para geng mafia yang lain segera meringkus Irwan yang telah berhasil dilumpuhkan kedua kakinya.
Irwan dipaksa berjalan dengan dipapah oleh kedua geng mafia mereka masih berbaik hati mengingat pria itu masih menjadi kakak ipar Saga.
"Saga Aku bersumpah kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, seumur Hidupmu kau akan terus terjebak dalam kebohongan!" Teriak Irwan saat dirinya mulai diseret keluar dari ruangan bawah tanah itu. Sehingga tidak peduli lagi dengan hal yang lainnya.
"Baiklah, lebih baik kalian segera pulang keluarga di sana pasti sedang menunggu kedatangan kalian, ucap Saga mengalihkan perhatiannya.
Marilah kita pulang bersama, Saga," ajak Richard ketika ia hendak melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Namun, karena melihat Saga yang masih diam saja di tempatnya membuat Ricard mengajaknya pulang bersama.
"Baiklah, Jika Itu Memang maumu, kami pergi dulu, hati-hati Jaga dirimu baik-baik bisa saja musuh masih berkeliaran di tempat ini," pesan Ricard mengingatkan sahabatnya.
"Tentu!" Sahut Saga dengan pura-pura tersenyum.
Sementara itu Alexa hanya bisa mengikuti langkah Richard dari belakang. Alexa tidak tahu apa yang harus dia lakukan di depan Richard, dalam diam Alexa terus menatap Saga yang juga ikut menatapnya seolah ingin mengutarakan isi hati masing-masing.
"Saga, Haruskah kita berpura-pura tidak saling kenal, sedangkan kita pernah hidup bersama," batin Alexa dengan lirih, bulir-bulir bening mulai jatuh bergulir di pipinya.
Tanpa bisa berkata apa yang ada di dalam hatinya, Alexa mengikuti langkah Richard.
__ADS_1
Sebuah helikopter telah menunggu mereka untuk mengantarkan Ricard dan Alexa kembali ke Mansion mereka.
Alexa masih saja diam tanpa berkata sepatah kata pun, kini ia mulai merasa bingung dan Bimbang. Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Ricard bahwa ia adalah mantan istri Saga atau ia harus menyimpannya sebagai rahasia seumur hidupnya.
Bu Lalika merasa tidak tega melihat Saga yang terpaksa merelakan wanita yang sangat ia cintai dan satu-satunya wanita yang mampu menaklukkan hatinya seumur hidupnya.
Bu Lalika menghampiri Saga dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Aku meminta maaf Saga, atas apa yang tadi dilakukan Rian kepadamu aku juga minta maaf atas semua kebohongan Putraku itu, aku harap kau tidak akan membenci diriku karena dia adalah Putraku," lirih Bu lalika dengan air mata jatuh berderai di pipinya.
"Tidak apa-apa Ma, Mungkin aku akan membenci Rian atau mungkin aku akan membuat perhitungan dengannya karena dia telah tega membohongiku padahal kasih Sayangku tulus untuknya sebagai seorang kakak kepada adiknya. Aku tidak pernah menganggap dia sebagai adik tiriku, tapi apa yang aku dapatkan hanya sebuah penghianatan yang sangat menyakitkan." Geram Saga betapa ia sangat terkejut ketika mendengar informasi dari Irwan.
"Tapi kau tenang saja Ma, aku akan menganggap dirimu sama seperti dulu di saat kau menyayangiku dengan tulus. Sewaktu aku kecil kau yang mencurahkan kasih sayangmu, tanpa belaian kasihmu mungkin aku tidak akan pernah merasakan lembutnya belaian seorang ibu," lirih Saga dengan air mata berlinang.
Terlintas di benaknya saat-saat ia masih kecil berlari-lari bersama dengan Rian, kaki-kaki kecil mungil berlari kesana kemari dengan riangnya saling berkejar-kejaran menikmati hari masa kecil mereka.
Dan seorang wanita menghampiri keduanya untuk mengingatkan Waktu makan telah tiba, dengan penuh kasih mereka berdua disuapi dengan tangan lembut yang tidak pernah membeda-bedakan antara anak kandung ataupun Anak tiri. Namun, pada kenyataannya masa itu telah cepat berlalu dan kini hanya tinggallah sebuah kenangan.
Sebuah kenangan yang tidak akan pernah bisa terulang kembali
"Terima kasih, karena kau tidak membenciku sama sekali, aku berdoa semoga kebahagiaan selalu menantimu di masa depan, kau orang baik sudah seharusnya kau mendapatkan kebahagiaanmu kembali." Ucap Bu lalika kemudian memeluk Saga dengan erat.
Memang selama ini ia mengabdikan dirinya di keluarga Saga, Bu Lalika tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya semua mendapatkan kasih sayang yang sama, yang penuh cinta.
__ADS_1