
Entah berapa kali mereka melakukan penyatuan itu, tetapi yang jelas kini yang mereka rasakan adalah rasa lelah dan lelah.
Pagi ini Alexa tidak bangun pagi seperti biasanya, ia hanya bermalas-malasan di atas ranjang meskipun Saga telah rapi memakai baju kantornya.
"Tidak bangun?" tanya Saga seraya melirik ke arah Alexa yang masih berbalut selimut.
"Sebentar lagi," jawab Alexa lirih, sepertinya ia sedang menahan rasa sakit.
Mendengar suara istrinya yang lemas, Saga segera menghampirinya, lalu mengelus kepala Alexa dengan lembut.
"Apakah masih sakit?" tanya Saga seraya tangannya menyentuh bagian tubuh istrinya yang telah ia nikmati semalam. Tentu saja dari arah luar selimut.
Alexa mengangguk, "Iya," katanya.
"Maafkan Aku, karena diriku kau harus merasakan semua ini," ucap Saga merasa kasihan kepada istrinya.
"Untuk apa meminta maaf, kan semalam kita sama-sama enak," sahut Alexa dengan tersenyum. Membuat Saga melebarkan kedua matanya.
"Ah, sudahlah. Aku ingin mandi sekarang," ucap Alexa lagi.
"Butuh bantuan?" Saga menawarkan diri.
"Tidak perlu, Aku bisa sendiri. Jika kau membantuku, yang ada aku malah tidak akan mandi karena kau pasti akan menerkam diriku lagi," seloroh Alexa seraya bangkit dari ranjang nya, perlahan berjalan ke arah bathroom dengan membalut kan selimut di seluruh tubuhnya.
"Kasihan juga melihatnya kesakitan seperti itu," gumam Saga seorang diri.
"Papa! Mama sakit? Mama sakit apa?" tanya Sakti yang tiba-tiba saja berdiri disamping Saga, entah dari mana dia datangnya yang jelas bocah kecil itu kini telah menatap Saga dengan menuntut jawaban.
"Astaga, Sakti kau mengejutkan Papa," ucap Saga seraya mengelus dadanya.
"Papa belum menjawab pertanyaan ku!" Sakti masih menatap Saga, kali ini lebih mengintimidasi.
__ADS_1
"Ah, ya… Mama sakit demam sayang, tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok," jawab Saga asal saja, karena ia sendiri bingung harus menjawabnya seperti apa.
"Sekarang Mama dimana?" Sakti melemparkan pandangannya ke sekeliling kamar itu, namun tidak menemukan apa yang ia cari.
"Didalam bathroom, Mamamu ingin mencuci muka," jawab Saga beralasan.
Beruntung saja Alexa telah berada di dalam bathroom, jika saja tidak maka dapat dipastikan ia akan mendapatkan masalah, karena tentunya bocah kecil itu akan selalu menempel padanya. Sehingga akan membuat Alexa mengalami kesulitan.
"Ayo! sekarang kita turun dulu, kita tunggu Mama di bawah!" ucap Saga seraya menggendong Sakti di punggungnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Sakti tertawa cekikikan. Bocah itu terlihat sangat bahagia, apalagi Saga dan Alexa memang sangat menyayanginya. Sekarang ditambah Eyang Netty yang semakin merasa sayang kepadanya, karena memang Sakti adalah cicitnya dari Tiara.
Makanan terhidang di atas meja dengan aneka macam menu, semua tersedia dengan lengkap disana.
Tak lama kemudian Alexa menuruni tangga, dengan langkah yang ia paksakan agar tidak terlihat dirinya yang telah xxxxxx semalam.
Melihat Alexa membuat Sakti mengingat kembali apa yang sempat ia dengar sebelumnya.
"Sakit?" Eyang Netty mengernyitkan dahinya lalu menatap Alexa dengan penuh tanda tanya.
Melihat Alexa yang tersenyum tersipu malu, membuat Eyang Netty mengerti akan apa yang terjadi kepada mereka yang notabene nya adalah pengantin baru.
Sebab dirinya juga pernah mengalami semua itu, bukankah Eyang Netty pernah muda juga?.
Sakti segera turun dari kursinya dan menghampiri Alexa yang saat itu duduk di samping Saga.
"Tidak panas," gumam Sakti dengan heran.
"Eyang, kalau demam biasanya panas kan?" Sakti bertanya kepada Eyang Netty.
Sontak membuat Alexa terbelalak karena ia memang tidak tahu-menahu tentang hal itu.
__ADS_1
"Ya, kenapa?"
"Kata Papa, Mama sakit demam, tapi kok tidak panas?"
Mendengar celotehan Sakti, membuat Eyang Netty tersenyum geli.
"Ya, Mamamu memang sakit, tapi sepertinya dia salah minum obat," Eyang Netty menjawab pertanyaan Sakti sambil tertawa terkekeh.
"Salah minum obat?" Sakti tampak berpikir dengan ekspresi wajah yang menggemaskan.
"Ya, Mamamu harusnya minum pil, tapi dia malah minum kapsul," Jawab Eyang Netty dengan tertawa cekikikan.
"Eyang…!" Alexa membuka kedua matanya lebar-lebar.
Eyang Netty hanya tersenyum melihat ekspresi cucunya.
Sedangkan Saga hanya mengulum senyum sejak tadi.
"Jangan-jangan Mama keselek ya…?" sontak membuat Alexa yang sedang minum tersedak.
UHUUKK… UHUUKK… UHUUKK…
"Mama! Lain kali kalau minum obat, dipepes dulu ya, biar tidak keselek!" lanjut Sakti, sontak membuat semua orang tertawa.
Alexa hanya tersenyum mendengar celotehan bocah kecil itu, ia memaklumi di usia Sakti pasti ada banyak pertanyaan di dalam benaknya.
"Memangnya kalau di pepes rasanya seperti apa?" bisik Alexa kepada Saga yang membuat Saga membulatkan kedua matanya.
"Jangan macam-macam!" bisik Saga pula.
Kemudian keduanya sama-sama mengulum senyum.
__ADS_1