
"Apa yang kau lakukan?" sergah Alexa sedikit panik.
"Tentu saja, membantumu!" sahut Saga enteng.
"Aku tahu, kau ingin mandi dan kesulitan membuka pakaianmu," lanjut Saga masih menatap jelas punggung Alexa.
"Dari mana kau tahu?"
"Aku mendengar semuanya,"
"Apa? Jadi, kau mengintipku?" Alexa kembali dibuat terkejut.
"Untuk apa mengintip mu, aku akan segera melihat semuanya!" tukas Saga seraya meraih bathroob yang berada di tepi ranjang.
"Apa yang akan kau lakukan?" Alexa kembali dibuat terkejut dengan perlakuan Saga kepadanya.
"Membantumu mandi!"
"Apa?"
Namun, dres itu telah merosot seluruhnya. Beruntung Saga segera melintang kan bathroob itu sehingga tubuh Alexa sedikit terlindungi dari pandangannya.
"Ya Tuhan, lindungi aku," Alexa berdoa.
Dan itu membuat Saga menyentil dahinya.
"Memang kau kira aku ini hantu, pakek berdoa segala." sungut Saga seraya merengut.
Kemudian menggendong tubuh Alexa masuk ke dalam bathroom.
Sebagai seorang suami, Saga bertekad untuk memenuhi semua tugasnya sebagai suami yang bertanggungjawab, dan hanya satu hal yang tidak bisa ia lakukan tanpa sepertujuan dari Alexa.
Saga mendudukkan tubuh Alexa pada sebuah kloset, agar ia bisa dengan mudah membantu membersihkan tubuh istrinya.
Alexa yang masih malu-malu hanya bisa memejamkan kedua matanya saat Saga mulai melepaskan bathroob pelindung dari tubuhnya.
Perlahan Saga memulai ritual pembersihan diri istrinya.
"Angkat tanganmu!" seru Saga.
Alexa menurut, ia mengangkat kedua tangannya yang terluka agar tidak basah terkena air. Dengan lembut Saga membersihkan tubuh istrinya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
"Selesai!" ucap Saga seraya kembali memakaikan bathroob ketubuh istrinya.
Saga berniat hendak menggendong kembali tubuh Alexa. Namun, Alexa menolak.
"Sudah, aku bisa sendiri! Terimakasih banyak." ucap Alexa lalu berdiri, kemudian melangkah keluar bathroom.
Saat Alexa keluar dari bathroom, Saga telah berada di depan lemari sedang memilih pakaian yang akan dipakainya.
"Ini baju mu!" Saga meletakkan pakaian itu di tepi ranjang.
Alexa hanya diam memandangi pakaian yang diberikan Saga. Ia terlihat bingung, bagaimana menggunakannya.
"Oh iya, aku lupa," ucap Saga, kemudian menghampiri Istrinya.
Sama seperti sebelumnya, Alexa yang kini mulai terbiasa dengan perlakuan Saga kepadanya, hanya diam membiarkan Saga memakaikan pakaian itu di tubuhnya, lengkap dengan pakaian dalam.
Saga hanya tersenyum menikmati keindahan alami di depan matanya.
Suatu pemandangan indah yang sangat jarang ia lihat. Namun, mulai hari ini akan lebih sering menikmati keindahan itu hingga kedua tangan istrinya sampai benar-benar sembuh.
"Mulai hari ini, aku akan selalu bersamamu, dan menjaga dirimu sampai kau benar-benar sembuh!" ucap Saga seraya mengecup kening Alexa dengan penuh kasih sayang.
**********************************************
Sebulan kemudian.
Tiara yang baru saja pulang dari rumah sakit, menghempaskan dirinya di atas sofa didalam kamar. Kedua matanya menatap langit-langit kamar mansion, segudang masalah seakan menumpuk didalam kepalanya.
Masih jelas teringat, ucapan Dokter tadi. Dokter itu mengatakan kalau saat ini usia kandungannya telah berusia sebulan lebih.
"Bagaimana caraku mengatakan kepada Saga dan meyakinkan kalau ini adalah benihnya?" gumam Tiara hampir tak terdengar.
Tiara merasa bingung bagaimana mungkin Saga akan mempercayai dirinya, sedangkan pernikahan mereka baru berjalan satu bulan, dan itupun Saga lebih sering menghabiskan waktunya bersama Alexa.
Tiara menghela napas, seakan berat baginya saat ini, jika saja ibunya mengizinkan, ingin rasanya ia berterus terang kalau bayi yang sedang berada didalam kandungan nya adalah milik pria lain yaitu, Rian.
Berulang kali Tiara mengamati hasil USG fetomaternal,disana terlihat bentuk janinnya walaupun tidak begitu jelas.
Tiara melempar hasil USG itu, membiarkannya melayang-layang di udara dan mendarat tepat dikaki Raisya yang baru saja memasuki kamarnya.
__ADS_1
Raisya segera mengambil hasil USG itu dan mengamatinya. Kemudian seulas senyum terbit dibibirnya.
"Mengapa kau sembunyikan kabar bahagia ini?" sontak suara Raisya membuat Tiara terkejut, karena sejak tadi Tiara tidak menyadari kehadiran kakak iparnya.
"Kakak Ipar!" seru Tiara dengan panik.
"Mengapa kau panik? Seharusnya kau yang paling bahagia saat ini!" Raisya merasakan adanya suatu keanehan dari sikap Tiara.
"Usia kandungan mu sudah satu bulan?" tanya Raisya ingin memastikan setelah membaca keterangan hasil USG tersebut.
"Ya!" tidak ada pilihan lain bagi Tiara selain mengiyakan pertanyaan kakak iparnya.
Beruntung Tiara sempat meminta kepada dokter itu untuk mengurangi usia kandungannya, Hingga setara dengan usia pernikahannya. Tentunya dengan berbagai macam alasan yang ia berikan kepada Dokter kandungan itu, serta Tiara memberikan tips tutup mulut kepada Dokter itu.
Walaupun sebelumnya Dokter itu sempat menolak, akan tetapi dengan paksaan Tiara yang mengatakan atas nama baik dirinya, akhirnya Dokter itu bersedia untuk bekerja sama dengannya. Demi nama baik Tiara.
"Saga harus tahu tentang ini!" gumam Raisya seraya berlari ke ruang keluarga.
"Kakak ipar, jangan!" cegah Tiara. Namun, Raisya telah berlalu dari kamarnya.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Tiara bertanya seorang diri seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Sementara Raisya yang telah berada di ruang keluarga mengejutkan seluruh orang yang berada disana dengan suara teriakannya.
"Oma…!!" teriak Raisya dengan penuh kebahagiaan.
Raisya sengaja memanggil nama Oma, untuk menarik perhatian semua orang termasuk Alexa yang sedang bahagia hari itu.
Bagaimana tidak akan bahagia, karena hari ini adalah hari yang paling dinantikan olehnya dan juga Saga, dimana mereka akan kembali menikah dengan sepenuh hati dan tanpa adanya paksaan.
Dan, pernikahan itu telah berlangsung tadi pagi, hanya serangkaian kalimat sakral ijab kabul yang mereka gelar di panti jompo, atas permintaan Alexa. Agar pernikahan mereka mendapatkan banyak restu dari semua penghuni panti jompo. Tentunya dengan dihadiri oleh Pak Hendra sebagai wali nikahnya, dan keputusan Alexa sangat didukung oleh Pak Hendra seribu persen. Pak Hendra juga tidak lupa berdoa untuk anak dan menantunya.
Dengan harapan pernikahan kedua mereka akan mendapatkan ridho dari yang maha kuasa dan kebahagian yg hakiki.
"Oma! Aku punya kabar baik untuk kalian!" teriak Raisya untuk yang kedua kalinya.
"Kabar baik apa Raisya?" tanya Oma Hesti penasaran.
"Jangan kak! Jangan katakan apapun!" suara teriakan Tiara dari arah belakang Raisya, rupanya Tiara mengejar Raisya hingga sampai ke ruang keluarga.
Dan, itu membuat Raisya segera menghampiri Tiara lalu berkata.
__ADS_1
"Adik ipar ku yang cantik ini, akan segera memberikan Oma cicit!" papar Raisya seraya memegang pundak Tiara dengan posisi ia berada di belakang Tiara.
Sontak perkataan Raisya membuat semua orang terperangah. Terlebih Saga dan Rian. Saga yang merasa dirinya tidak pernah melakukan hal apapun kepada Tiara, tidak percaya dengan adanya kabar itu, sedangkan Rian menatapnya dengan perasaan kecewa.